Tips Bangun Sahur dengan Segar, Hindari Menunda Alarm!

Tak sedikit dari kita, yang refleks menekan tombol snooze saat alarm sahur berbunyi. Pikir kita bisa menundanya 10 menit lagi. Tanpa terasa, 10 menit berubah menjadi 20 menit, lalu tiba-tiba waktu subuh sudah di depan mata. Alhasil, sahur terlewat atau dilakukan terburu-buru karena bangun dengan kurang segar.

Padahal, sahur bukanlah sekadar rutinitas makan dini hari. Sahur adalah bekal energi, ketahanan fisik, dan kesiapan mental untuk menjalani puasa seharian. Sayangnya, kebiasaan menunda alarm ini, justru sering menjadi penghambat kita untuk sahur dengan tenang dan berkualitas.

Alasan Kenapa Susah Bangun saat Alarm Berbunyi

Tidur Miring ke Kiri

Memang benar, terkadang mata cukup berat untuk beranjak sesaat setelah alarm berbunyi. Saat alarm berbunyi di waktu sahur, tubuh kita biasanya masih berada dalam kondisi mengantuk berat. Ini erat kaitannya dengan siklus tidur alami yang kita alami setiap malamnya.

Nah, tidur manusia terbagi menjadi dua fase besar, yaitu REM (Rapid Eye Movement) dan non-REM. Pada fase REM, otak sangat aktif meski tubuh beristirahat. Mimpi biasanya terjadi di tahap ini, begitu juga dengan kondisi mengigau atau gerakan refleks tertentu saat tidur.

Sementara itu, fase non-REM terdiri dari alur tidur ringan (mudah bangun), tidur sedang (menuju tidur pulas), dan tidur dalam (fase paling nyenyak dan sulit bangun).  Masalahnya di sini, alarm sahur biasanya berbunyi saat kita masih berada di fase tidur dalam.

Ketika tubuh dipaksa bangun di fase ini, otak belum sepenuhnya siap. Akibatnya, muncul rasa pusing, lemas, serta enggan beranjak dari tempat tidur. Alih-alih bangun total, terkadang kita justru memilih menekan snooze untuk menunda alarmnya.

Sayangnya, keputusan ini justru membuat tubuh masuk kembali ke siklus tidur awal, sehingga saat alarm berbunyi lagi, rasa tidak nyaman saat bangun bisa terasa lebih parah. Atau jika tidak, justru waktu sahur akan terlewat begitu saja.

Kurang Tidur, Pemicu Kebiasaan Menunda Alarm

Kebiasaan snooze biasanya diperparah oleh jam tidur yang kurang. Tidur larut malam, entah karena pekerjaan, ibadah malam, atau bermain gawai, bisa membuat tubuh kekurangan waktu istirahat. Sehingga, saat alarm berbunyi, kita bangun dengan kondisi yang belum sepenuhnya segar dan siap untuk sahur.

Ketika alarm sahur berbunyi hanya beberapa jam setelah tertidur, tubuh secara alami meminta tambahan waktu tidur. Inilah yang membuat tangan kita refleks menekan snooze, bahkan menekannya secara tanpa sadar.

Jika hal ini terjadi berulang kali, tubuh akan terbiasa dengan pola bangun-tidur yang tidak tuntas, yang berdampak pada kualitas tidur secara keseluruhan. Ini bisa saja berpengaruh pada aktivitas sahur di hari-hari berikutnya.

Dampak Negatif Menunda Alarm saat Bangun Sahur

Tubuh sebenarnya membutuhkan waktu singkat untuk beradaptasi dari kondisi tidur ke bangun. Namun, semakin sering kita menunda alarm, tubuh justru belajar jika alarm bukanlah sinyal untuk benar-benar membangunkan.

Kita memasang alarm sahur tentu dengan tujuan agar bisa bangun tepat waktu, sahur dengan tenang, dan menjalani puasa dengan optimal. Jika alarm terus diabaikan, dampaknya bukan hanya soal terlambat sahur. Nah, berikut beberapa dampak kebiasaan menekan snooze alarm sahur.

1. Rasa Malas dan Tidak Berselera Sahur

Bangun Sahur Tidak Nafsu Makan karena Badan Kurang Segar

Saat bangun tidur, tubuh seharusnya mulai meningkatkan produksi hormon kortisol, yaitu hormon yang membantu kita merasa segar dan waspada. Namun, kebiasaan snooze alarm membuat produksi hormon ini menjadi tidak stabil.

Pada saat yang sama, hormon melatonin (hormon tidur) tidak turun dengan optimal. Akibatnya, meski mata sudah terbuka, tubuh tetap terasa mengantuk, lemas, serta malas bergerak. Kondisi ini sering berujung pada sahur sekadarnya, kurang nafsu makan, dan bahkan lebih memilih melewatkan sahur sama sekali.

2. Pola Tidur Menjadi Berantakan

Siklus Tidur Terganggu

Tubuh manusia bekerja berdasarkan ritme sirkadian, yaitu jam biologis yang mengatur waktu tidur dan bangun. Menekan snooze berulang kali membuat otak bingung menentukan kapan waktu bangun yang sebenarnya.

Akibatnya, kita bisa mengalami apa yang bernama sleep inertia, yaitu kondisi saat bangun tidur terasa linglung, grogi, kurang segar, atau kurang fokus meski sudah tidur. Kondisi sleep inertia ini bisa berlangsung dari menit hingga sejam, sehingga bisa memotong banyak waktu sahur.

3. Rasa Kesal & Produktivitas Menurun

Power Nap saat Bekerja

Kebiasaan menunda alarm sahur juga berdampak pada kondisi mental. Sahur yang terburu-buru atau terlewat bisa menimbulkan rasa kesal dan stres, perasaan bersalah karena melewatkan sahur, hingga hilangnya waktu ibadah pagi yang seharusnya menenangkan.

Jika terjadi berulang, kualitas tidur malam pun bisa terganggu. Akibatnya, pada siang hari kita menjadi mudah lelah, kurang fokus, dan otomatis produktivitas juga ikut menurun. Oleh karena itu, kebiasaan snooze atau menunda alarm bangun sahur perlu kita hindari.

Penutup

Supaya tidak tergoda menekan snooze, kita bisa menerapkan beberapa kebiasaan, seperti tidur lebih awal, memasang nada alarm yang lembut tetapi tegas, meletakkan alarm sedikit lebih jauh dari jangkauan tangan, dan membiasakan bangun di jam yang sama saat Ramadan.

Menekan tombol snooze ketika alarm sahur berbunyi memang terasa sepele, namun dampaknya bisa besar terhadap kualitas tidur, kondisi tubuh, hingga kekhusyukan ibadah puasa. Kebiasaan ini membuat kita malas bangun, sahur tidak optimal, dan puasa terasa lebih berat.

Sebagai gantinya, mulailah membangun pola tidur yang lebih sehat dan konsisten. Jika Anda sering mengalami gangguan tidur, sulit terlelap, atau bangun dengan tubuh terasa lemas, konsumsi produk herbal seperti Herba TDR mungkin bisa dipertimbangkan.

Dengan formulasi alami dari Curcuma xanthorrhiza, Myristica fragrans, dan Centella asiatica, bahan-bahan ini dikenal secara empiris membantu meredakan gangguan tidur, mengurangi pegal, serta membuat saraf tubuh lebih rileks, sehingga bangun sahur terasa lebih segar dan siap menjalani puasa dengan optimal.

Produk Herba TDR

IKUTI UPDATE

Masukkan email Anda untuk mengikuti.