Berbahaya, Begini Cara Mencegah Microsleep saat Mudik Lebaran

Mudik Lebaran selalu membawa antusiasme tersendiri. Saking semangatnya, beberapa orang tak jarang nekat tancap gas melintasi provinsi tanpa persiapan tubuh yang tepat. Nahas, masalah-masalah seperti microsleep kadang menyerang saat perjalanan mudik tersebut.

Bukannya cepat sampai, kondisi tubuh yang kelelahan ini justru bisa mengundang bahaya tidak terduga di jalan raya. Lalu, apa sebenarnya microsleep itu dan bagaimana cara kita menghindarinya agar selamat sampai tujuan? Mari kita bahas selengkapnya.

Mengenal Pengertian Microsleep

Microsleep saat Mudik

Sederhananya, microsleep adalah kondisi di mana otak kita tiba-tiba mati atau masuk ke fase tidur singkat tanpa kita sadari. Fase tertidur ini sangat sebentar, biasanya hanya berlangsung selama sepersekian detik hingga paling lama sekitar 30 detik saja.

Namun, pada konteks mudik, waktu yang sangat singkat itu bisa jadi sudah cukup untuk membuat kita kehilangan fokus dan kendali atas kendaraan yang kita tunggangi. Hal ini akan tambah berbahaya saat berkendara di kecepatan tinggi di kondisi jalan yang padat merayap.

Yang unik sekaligus mengerikan, ketika microsleep, mata kita bisa saja tetap terbuka. Dari luar, kita mungkin terlihat sedang menatap jalanan, padahal otak sebenarnya sudah tertidur sesaat. Itulah kenapa banyak orang yang mengalami microsleep kadang sama sekali tidak menyadarinya.

Tanda-Tanda Microsleep

Gejala microsleep biasanya terasa samar karena datangnya tiba-tiba. Jika kita sedang menyetir dan mulai merasakan tanda-tanda di bawah ini, itu artinya tubuh telah membunyikan alarm bahaya dan butuh istirahat segera.

  • Kelopak mata terasa sangat berat, frekuensi berkedip melambat, atau mata tiba-tiba terpejam sendiri.
  • Pandangan mulai kosong atau menatap lurus ke depan tanpa fokus yang jelas.
  • Menguap terus-menerus dalam waktu yang berdekatan.
  • Tiba-tiba terkejut atau gelagapan, seolah-olah baru saja terbangun tanpa sadar kapan kita mulai tertidur.
  • Hilang ingatan sesaat, misalnya tiba-tiba tidak ingat bagaimana bisa sampai di kilometer tertentu.
  • Kesulitan mencerna obrolan dari lawan bicara, atau melenceng saat merespons instruksi navigasi peta.

Kenapa Microsleep Rentan Menyerang saat Mudik?

Kurang tidur jelas masih menjadi dalang utama. Toleransi tubuh setiap orang terhadap kurang tidur itu berbeda-beda. Namun, saat mudik, gaya hidup kita mendadak berubah drastis. Berikut adalah beberapa pemicu microsleep lainnya yang paling sering dialami pemudik!

1. Efek Begadang

Ilustrasi Begadang Scrolling HP

Semalam sebelum berangkat, beberapa orang mungkin akan begadang untuk menyelesaikan packing barang bawaan, membereskan rumah, atau bahkan kasus seperti sulit memejamkan mata karena terlalu antusias, juga cukup sering terjadi.

Begadang sebelum berangkat mudik, apa pun alasannya, hal ini bisa membuat tubuh tidak mendapat waktu recovery yang cukup. Esok harinya, saat menyetir, otak akan menagih hutang tidur tersebut dengan cara memaksa kita tertidur sesaat.

2. Sengaja Berangkat Malam Hari

Demi menghindari kemacetan parah di siang hari, banyak pemudik memilih menyetir semalaman suntuk (mengubah sistem jam tidur secara paksa). Nah, siapa sangka, praktik semacam ini berpotensi mendatangkan masalah microsleep saat perjalanan mudik.

Karena melawan ritme alami tubuh (ritme sirkadian) yang seharusnya istirahat di malam hari, rasa kantuk ekstrem akan sangat mudah menyerang, terutama di jam-jam rawan menjelang Subuh. Jika kantuk tak bisa dielakkan lagi, tubuh bisa jadi akan mengalami microsleep.

3. Berkendara saat Lelah

Ilustrasi Sleep Inertia, Kepala Pusing saat Bangun Tidur

Terjebak macet selama berjam-jam, suara-suara klakson yang saling bersahutan di jalan, dan cuaca yang panas bisa memicu stres ringan saar mudik. Saat tubuh terus-terusan berada dalam mode siaga, energi kita akan terkuras jauh lebih cepat.

Mengemudi dalam kondisi stres dan fokus tinggi termasuk aktivitas kognitif berat. Walaupun tubuh tidak banyak bergerak, pada dasarnya selama itu otak terus bekerja. Kelelahan mental ini pada akhirnya bisa berujung pada kelelahan fisik yang memicu otak untuk beristirahat sejenak dan memicu microsleep.

4. Punya Insomnia

Kondisi ini yang paling bikin repot. Jika kita memang mempunyai riwayat insomnia atau gangguan tidur lainnya, kualitas tidur harian otomatis sudah buruk. Tubuh yang belum segar 100% dipaksa melakukan perjalanan jauh, bikin risiko microsleep meningkat drastis.

Tips Ampuh Mencegah Microsleep di Perjalanan

Inti dari mencegah microsleep saat perjalanan mudik adalah tahu kapan harus berhenti memaksakan diri. Andai kita merasa lelah, sebaiknya jangan memaksakan untuk menyetir. Nah, cobalah terapkan beberapa cara-cara berikut!

  • Menepilah ke rest area terdekat dan tidurlah selama 20-30 menit. Tidur singkat (power nap) ini sangat efektif untuk mengembalikan kewaspadaan dan me-reboot otak tanpa membuat tubuh merasa pusing saat bangun.
  • Sempatkan berhenti untuk keluar dari kendaraan, regangkan otot, dan hirup udara segar setiap dua jam. Menggerakkan tubuh akan melancarkan aliran darah dan mengirimkan oksigen ekstra ke otak.
  • Minum kopi atau teh bisa menunda kantuk saat perjalanan. Namun, ingat, kafein butuh waktu sekitar 30 menit untuk bisa bereaksi di dalam tubuh. Jadi, minumlah sebelum merasa benar-benar mengantuk parah.
  • Jika kita mudik bersama teman atau keluarga yang juga bisa menyetir, jadikan mereka co-driver. Bergantian menyetir adalah cara paling aman untuk memastikan pengemudi selalu dalam kondisi segar.

Cara-cara di atas memang ampuh sebagai pertolongan pertama di jalanan. Namun, pencegahan yang paling utama dan efektif sebenarnya dimulai dari rumah. Pastikan kita memiliki kualitas tidur yang sangat baik, setidaknya tiga hari sebelum jadwal keberangkatan.

Sayangnya, jika kita adalah tipe orang yang gampang stres atau menderita insomnia ringan, mendapatkan tidur nyenyak sebelum hari keberangkatan terkadang sangat sulit. Maka, salah satu solusinya ialah produk Herba TDR.

Diformulasikan secara khusus dari ekstrak Myristica fragrans dan Centella asiatica, suplemen herbal ini sangat membantu meredakan gejala insomnia, menenangkan pikiran yang tegang, dan sekaligus menjaga imunitas dalam rangka mempersiapkan tubuh sebelum berangkat mudik.

Produk Herba TDR

IKUTI UPDATE

Masukkan email Anda untuk mengikuti.