Butuh Bantuan?
Ciri-Ciri Pemudik Terserang Microsleep, Awas Berakibat Fatal!

Rasa lelah, bosan, dan dorongan untuk segera sampai di kampung halaman saat mudik, kerap bikin pengemudi memaksakan diri. Nah, di situasi seperti inilah biasanya bahaya microsleep mengintai. Untuk itu, kita perlu tahu, apa saja ciri-ciri saat pemudik terserang microsleep.
Antusiasme ketika mudik Lebaran memang selalu luar biasa. Membayangkan kumpul keluarga di kampung halaman rasanya bikin kita ingin cepat-cepat sampai tujuan. Sayangnya, perjalanan kerap memaksa kita menempuh jarak jauh di tengah kondisi lalu lintas yang sumpek dan padat merayap.
Mengenal Pengertiaan Microsleep

Sebenarnya, apa microsleep itu? Sederhananya, ini adalah kondisi saat kita tertidur pulas selama beberapa detik (bisa hanya dua hingga tiga detik) secara tiba-tiba. Dan celakanya, kondisi ini sering tidak disadari oleh pengemudi. Inilah kenapa, microsleep bisa sangat fatal jika terjadi saat berkendara.
Sebagai gambaran saja, jika kita mengalami microsleep selama 3 detik dengan kecepatan 80 km/jam, itu berarti kita telah membiarkan kendaraan melaju 70 meter tanpa kendali. Jarak ini sudah cukup jauh untuk bisa menyebabkan kecelakaan serius.
Yang unik sekaligus mengerikan, ketika microsleep, mata kita bisa saja tetap terbuka. Dari luar, kita mungkin terlihat sedang menatap jalanan, padahal otak sebenarnya sudah tertidur sesaat. Itulah kenapa banyak orang yang mengalami microsleep kadang sama sekali tidak menyadarinya.
Ciri-Ciri Pemudik Terserang Microsleep

Untungnya, sebelum sistem kesadaran kita benar-benar meredup dan masuk ke fase microsleep, tubuh selalu memberikan sinyal peringatan. Dijelaskan oleh dr. Paulina Thiomas Ulita, Sp.S., sinyal peringatan ini kerap kali dianggap remeh oleh pengemudi karena merasa masih kuat menahan kantuk.
“Biasanya matanya sudah berkedip lambat, kemudian tubuh rasanya rileks. Biasanya tubuh sudah mulai terasa lemas,” jelas dr. Paulina membagikan ciri-ciri microsleep. “Kemudian kadang sudah nodding, kepalanya sudah terkantuk-kantuk menunduk.”
Selain mata yang mulai sulit terbuka, sering menguap, dan kepala yang manggut-manggut tidak sengaja, ada tanda-tanda lain yang pantang kita abaikan saat sedang ada di balik kemudi. Berikut adalah ciri-ciri lain seorang pemudik yang terserang microsleep.
- Menyetir, tapi pandangan tidak benar-benar fokus ke jalanan di depan.
- Tiba-tiba gelagapan, seolah-olah baru saja terbangun tanpa sadar kapan kita mulai tertidur.
- Kesulitan mencerna obrolan, atau melenceng saat merespons instruksi navigasi peta.
- Hilang ingatan sesaat, misalnya tiba-tiba tidak ingat bagaimana bisa sampai di kilometer tertentu.
- Menguap terus-menerus dalam waktu yang berdekatan.
Tips Ampuh Mencegah Microsleep di Perjalanan
Inti dari mencegah microsleep saat perjalanan mudik adalah tahu kapan harus berhenti memaksakan diri. Andai kita merasa lelah, sebaiknya jangan memaksakan untuk menyetir. Nah, cobalah terapkan beberapa cara-cara berikut!
- Menepilah ke rest area terdekat dan tidurlah selama 20-30 menit. Tidur singkat (power nap) ini sangat efektif untuk mengembalikan kewaspadaan dan me-reboot otak tanpa membuat tubuh merasa pusing saat bangun.
- Sempatkan berhenti untuk keluar dari kendaraan, regangkan otot, dan hirup udara segar setiap dua jam. Menggerakkan tubuh akan melancarkan aliran darah dan mengirimkan oksigen ekstra ke otak.
- Minum kopi atau teh bisa menunda kantuk saat perjalanan. Namun, ingat, kafein butuh waktu sekitar 30 menit untuk bisa bereaksi di dalam tubuh. Jadi, minumlah sebelum merasa benar-benar mengantuk parah.
- Jika kita mudik bersama teman atau keluarga yang juga bisa menyetir, jadikan mereka co-driver. Bergantian menyetir adalah cara paling aman untuk memastikan pengemudi selalu dalam kondisi segar.
Cara-cara di atas memang ampuh sebagai pertolongan pertama di jalanan. Namun, pencegahan yang paling utama dan efektif sebenarnya dimulai dari rumah. Pastikan kita memiliki kualitas tidur yang sangat baik, setidaknya tiga hari sebelum jadwal keberangkatan.
Sayangnya, jika kita adalah tipe orang yang gampang stres atau menderita insomnia ringan, mendapatkan tidur nyenyak sebelum hari keberangkatan terkadang sangat sulit. Maka, salah satu solusinya ialah produk Herba TDR.
Diformulasikan secara khusus dari ekstrak Myristica fragrans dan Centella asiatica, suplemen herbal ini sangat membantu meredakan gejala insomnia, menenangkan pikiran yang tegang, dan sekaligus menjaga imunitas dalam rangka mempersiapkan tubuh sebelum berangkat mudik.

