Butuh Bantuan?
Rata-Rata Orang Indonesia Hanya Tidur 6 Jam, Cukup atau Kurang?

Menurut data dari World Population Review, Indonesia termasuk negara dengan rata-rata durasi tidur terendah di dunia. Rata-rata waktu tidur masyarakat kita hanya sekitar 385 menit atau 6 jam 25 menit per malam. Nah, kira-kira, cukup atau kurang durasi tidur tersebut?
Menyikapi fakta ini, sangat penting bagi kita untuk memahami rekomendasi durasi tidur yang ideal berdasarkan kelompok usia. Kita juga perlu paham berbagai dampak negatif yang bisa saja timbul apabila tubuh terus-menerus mengalami kekurangan tidur.
Tidur 6 Jam Cukup, Asal Sleep Architecture Bagus

Menurut dr. Oktaviana Niken, Sp.N., seorang dokter spesialis neurologi di Seraphim Medical Center, ternyata durasi 6 jam itu sebetulnya sudah bisa dikatakan cukup, apalagi bagi kita yang sudah menginjak usia dewasa.
“Untuk usia di atas 18 tahun, penelitian menunjukkan bahwa tidur di atas 6 jam itu sudah cukup. Jadi kalau rata-rata orang kita tidur 6 jam 25 menit, asalkan kualitasnya bagus, itu rasanya sudah memadai,” jelas dr. Niken.
Meski dr. Niken menilai 6 jam tidur itu cukup, beliau memberikan satu catatan penting. dr. Niken menjelaskan bahwa tidur yang berkualitas haruslah memiliki sleep architecture (arsitektur tidur) yang baik.
Singkatnya, sleep architecture adalah pola dan urutan siklus tidur kita sepanjang malam, mulai dari terlelap, masuk fase tidur dalam (deep sleep), hingga terbangun. Jika siklus ini berjalan mulus tanpa sering terbangun di tengah malam, berarti kualitas tidur sangat baik.
Tidur Berkualitas Perlu Latihan dan Pembiasaan
Untuk mendapatkan kualitas tidur yang baik, dr. Niken menyebutkan hal ini bisa kita latih dengan metode-metode sesuai anjuran ahli. dr. Niken membagikan beberapa kebiasaan sederhana agar durasi tidur yang singkat ini tetap berkualitas.
- Saat punggung sudah menyentuh kasur, pastikan kita tidak melakukan aktivitas lain seperti bermain HP atau scrolling media sosial.
- Hindari makan berat setidaknya dua jam sebelum waktu tidur agar perut tidak bekerja keras saat kita sedang beristirahat. Idealnya, dalam waktu 30 menit setelah rebahan, tubuh sudah berhasil terlelap.
- Coba membiasakan diri tidur di jam yang sama. Misalnya, kalau ingin tidur jam 9 malam, biasakan jam 08.30 malam kita sudah naik ke tempat tidur dan bersiap memejamkan mata.
Kesimpulannya, meskipun tidur kurang dari durasi umum (8 jam), tidur sekitar 6 jam bisa saja cukup asalkan kualitasnya benar-benar terjaga. Kualitas tidur yang baik ini bisa kita dapatkan dengan kebiasaan-kebiasaan di atas.
Sayangnya, bagi orang yang gampang stres atau memiliki insomnia ringan, mendapatkan tidur nyenyak sebelum hari keberangkatan terkadang sangat sulit. Sebagai salah satu solusinya, kita bisa mengandalkan produk Herba TDR.
Diformulasikan secara khusus dari ekstrak Myristica fragrans dan Centella asiatica, suplemen herbal ini sangat membantu meredakan gejala insomnia, menenangkan pikiran yang tegang, dan sekaligus menjaga daya tahan tubuh.

