Olahraga Malam Bikin Insomnia, Ternyata Ini Penyebabnya!

Insomnia setelah olahraga di malam hari adalah fenomena yang kerap terjadi. Meski tidak ada larangan khusus atau efek negatif langsung yang merusak tubuh, olahraga malam terkadang memang bikin mata susah terpejam. Lantas, apa penyebab susah tidur setelah olahraga malam ini, ya?

Nah, olahraga di malam hari saat ini menjadi kebiasaan yang cukup normal, terutama bagi pekerja di kota-kota besar. Jadwal yang padat dari pagi hingga sore hari, bikin malam hari menjadi satu-satunya waktu yang tersisa untuk memacu keringat.

EPOC, Penyebab Insomnia Sehabis Olahraga Malam

Ilustrasi Gym, Olahraga Malam Bisa Bikin Insomnia

Ternyata, ada penjelasan medis yang sangat logis di balik masalah ini. Praktisi kebugaran dr. Anita Suryani, Sp.KO., dari EMC Healthcare menjelaskan bahwa susah tidur sehabis olahraga adalah respons dari tubuh yang sangat lazim.

Apalagi jika olahraga yang kita lakukan berintensitas tinggi, seperti lari cepat, angkat beban berat, atau kardio yang menguras tenaga. “Habis olahraga, apalagi intensitas tinggi, ada yang namanya masa EPOC atau Excessive Post-Exercise Oxygen Consumption,” jelas dr. Anita, melansir dari detikHealth.

Mengenal Excessive Post-Exercise Oxygen Consumption

Tubuh bekerja dengan ekstra selama berolahraga. Nah, untuk bisa kembali ke suhu tubuh dan detak jantung yang normal, tubuh perlu waktu yang tidak singkat. Proses pemulihan inilah yang membutuhkan oksigen dalam jumlah yang sangat banyak.

“Jadi dia mengonsumsi oksigen berlebihan setelah olahraga. Jadinya seger, biasanya ini sampai dua jam setelah olahraga,” lanjut dokter yang juga dipercaya menangani Tim Nasional Dayung di ajang SEA Games Thailand 2025 tersebut.

Karena tubuh sedang sibuk menghirup oksigen berlebih dan memompa darah untuk masa pemulihan ini, otomatis sistem saraf kita ikut terjaga. Karena itu, kita justru merasa segar bugar di waktu-waktu yang seharusnya mata mulai mengantuk.

Sesuaikan Jam Olahraga dengan Jadwal Tidur

Menurut dr. Anita, kebutuhan tidur untuk masa pemulihan (recovery) harus menjadi pertimbangan utama. Jika olahraga malam justru memicu insomnia, waktu tidur akan banyak terpotong. Hal ini tentu merugikan, apalagi jika besok paginya kita harus kembali beraktivitas seperti biasa.

Sebagai gambaran, dr. Anita memberikan perhitungan yang sederhana. “Taruhlah mulai olahraga jam 7 (malam), sampai jam 9. Itu jam 11 baru bisa tidur,” katanya. Nah, jika kita baru bisa terlelap jam 11 atau 12 malam, dan harus bangun jam 5 pagi, otot dan tubuh tidak mendapatkan waktu pemulihan yang ideal.

Tips Mendapatkan Tidur dan Olahraga yang Cukup

Jogging dan Jalan, Olahraga untuk Mengatasi Insomnia

Tidur dan olahraga sama-sama esensial bagi kehidupan dan hampir mustahil kita pisahkan satu sama lain. Pandangan serupa juga disampaikan oleh Cheri Mah, peneliti tidur dari Stanford University dan University of California, San Francisco.

Menurut banyak penelitian, olahraga secara rutin terbukti dapat membantu meningkatkan kualitas tidur. Sebaliknya, tidur yang berkualitas, juga berperan besar dalam meningkatkan performa fisik, daya tahan, dan kemampuan tubuh untuk memulihkan diri setelah berolahraga.

Hanya saja, Cheri Mah menekankan bahwa tidur adalah kebutuhan paling mendasar. Tidur adalah fondasi utama kesehatan fisik dan mental. Jika fondasinya saja rusak, kita tidak akan bisa membangun atau melakukan apa-apa di atasnya.

Saat kita kurang tidur, dampaknya bisa meluas ke berbagai aspek kehidupan. Mulai dari menurunnya daya tahan tubuh, mudah lelah, sulit berkonsentrasi, perubahan suasana hati, hingga gangguan nafsu makan. Dengan kata lain, olahraga itu penting, tetapi tak akan maksimal jika tubuh kurang istirahat.

Tak Perlu Memaksakan Olahraga di Malam Hari

Rumusnya simpel, tidur yang cukup akan memaksimalkan hasil olahraga, dan olahraga rutin akan membuat tidur semakin nyenyak. Keseimbangan inilah yang perlu kita upayakan. Lalu, bagaimana caranya supaya bisa mendapatkan tidur yang cukup sekaligus mengambil manfaat olahraga?

  • Cobalah berkomitmen untuk olahraga pagi cukup dua hingga tiga kali dalam seminggu saja. Nah, pada hari-hari tersebut, usahakan tidur lebih awal.
  • Jika kalian bukan tipe morning person, jangan memaksakan diri. Manfaatkanlah waktu di sela kesibukan. Misalnya saat istirahat atau sepulang kerja.
  • Cobalah evaluasi rutinitas malam kita. Misalnya, apakah kita sering bermain HP sebelum tidur? Jika iya, cobalah kurangi kebiasaan tersebut.
  • Prioritaskan istirahat ketimbang olahraga saat tubuh sedang sakit. Olahraga saat sakit justru memperlambat proses penyembuhan.

Satu-satunya cara mengembalikan performa otak dan tubuh adalah dengan tidur yang cukup. Segelintir cara memang ampuh untuk menopang produktivitas, hanya saja ia bukanlah pengganti istirahat. Jika sudah sangat lelah, memilih tidur adalah opsi paling bagus.

Jika kalian mempunyai gangguan tidur, entah insomnia, tidur kurang nyenyak, dan sebagainya, cobalah berikhtiar dengan Herba TDR. Produk berbahan herbal alami ini terbuat dari Myristica fragrans, Centella asiatica, dan Curcuma xanthorrhiza.

Berkhasiat meredakan gejala gangguan tidur, insomnia, rasa cemas, sekaligus membuat saraf lebih rileks. Senyawa aktif di dalamnya membuat suasana hati lebih terjaga, memengaruhi neurotransmitter, serta mengurangi stres oksidatif berkat senyawa antioksidan di dalamnya, dengan tanpa efek samping!

Gambar Produk Herba TDR

IKUTI UPDATE

Masukkan email Anda untuk mengikuti.