Butuh Bantuan?
Rutinitas Begadang Bisa Memicu Sleep Deprivation yang Bahayakan Jantung

Sebagian orang waktu produktifnya justru baru mulai saat tengah malam. Entah untuk nugas, bekerja, atau sekadar doomscroll tanpa henti. Padahal, rutinitas begadang seperti ini bisa memicu sleep deprivation (kurang tidur jangka panjang) yang bisa bahayakan jantung.
Benar, kalian tidak salah baca. Kebiasaan begadang ini nyatanya tak cuma meninggalkan jejak berupa kantung mata yang menebal. Di balik sunyinya malam, ritme tidur yang berantakan ini secara diam-diam sedang mengancam kesehatan jantung kita.
Mengenal Ancaman Sleep Deprivation

Keseringan menunda tidur pada akhirnya akan membawa kita pada satu kondisi yang bernama sleep deprivation. Dr. dr. M. Yamin, Sp.JP(K), seorang spesialis jantung dan pembuluh darah dari Braveheart Brawijaya Hospital Saharjo, menegaskan bahwa kurang tidur yang dibiarkan bisa memicu gejala yang sangat mengganggu.
Jika kita biarkan, rutinitas harian yang tadinya terasa sepele bisa saja berantakan karena fokus yang hancur. Dalam jangka panjang, efeknya akan langsung merambat ke sistem organ kita, dan jantung adalah salah satu yang paling rentan terkena dampaknya.
Kenapa Kurang Tidur Bahayakan Jantung?

Dr. Daniel Gottlieb, direktur pusat gangguan tidur dari VA Boston Healthcare System, membenarkan bahwa kurang tidur sangat berbahaya bagi sistem kardiovaskular. Saat kita kurang tidur, tubuh mengalami kebingungan hormonal, terutama pada hormon yang mengatur rasa lapar.
Pernahkah kalian merasakan sugar craving, ingin makan mi instan, atau gorengan, saat begadang? Nah, kurang tidur membuat nafsu makan melonjak dan mendorong kita untuk mengonsumsi makanan tinggi lemak serta karbohidrat secara berlebihan.
Dari sini, maka tidak heran jika orang yang rata-rata tidurnya kurang dari tujuh jam setiap malam memiliki tingkat obesitas yang jauh lebih tinggi. Selain berat badan, sleep deprivation juga memicu peradangan dalam darah, meningkatkan tekanan darah, dan mengacaukan kadar gula darah.
Bahaya Kurang Tidur untuk Jantung Terbukti Secara Ilmiah
Sebuah studi masif yang terbit dalam Journal of the American College of Cardiology pada tahun 2019, yang mengamati lebih dari setengah juta orang, menemukan fakta bahwa mereka yang memiliki kebiasaan tidur kurang dari enam jam per malam memiliki risiko terkena serangan jantung 20 persen lebih tinggi.
Penelitian lain di Scientific Reports di tahun 2022 juga memperkuat hal ini. Bahwa orang dewasa paruh baya yang terbiasa tidur kurang dari enam jam mempunyai risiko terkena penyakit jantung hampir tiga kali lipat ketimbang yang tidur cukup.
Penutup
Hal wajar jika sesekali pola tidur berantakan, misalnya sehabis liburan panjang atau kejar deadline. Yang terpenting ialah kembali ke jalur yang benar. Kembali ke pola makan normal, seimbangkan asupan nutrisi, pastikan tubuh terhidrasi, dan tidurnya harus dicukupkan.
Selain metode tersebut, kita juga bisa berikhtiar mendapatkan kualitas tidur yang baik dengan Herba TDR. Produk herbal dengan formulasi Myristica fragrans, Centella asiatica, dan Curcuma xanthorrhiza ini, punya khasiat untuk mengatasi gangguan sulit tidur dan membuat rileks tubuh.

