Butuh Bantuan?
Jangan Memaksa untuk Olahraga saat Tubuh Kurang Tidur

Olahraga memang punya segudang manfaat untuk tubuh. Hanya saja, kebiasaan baik ini wajib banget kita barengi dengan jam istirahat yang cukup. Tidur yang cukup, sama pentingnya dengan olahraga. Karena itu, jangan kita memaksa olahraga saat tubuh kurang tidur.
Kenyataannya, banyak orang yang tetap nekat memilih aktivitas fisik berintensitas tinggi seperti sepak bola, futsal, lari maraton, atau basket tanpa peduli kondisi fisiknya yang kelelahan. Padahal, alih-alih sehat, memaksakan diri seperti ini justru bisa jadi bumerang buat kesehatan.
Tidur Adalah Kebutuhan Mendasar yang Harus Kita Penuhi Dulu

Tidur dan olahraga ialah aktivitas yang sama pentingnya dan hampir mustahil kita pisahkan satu sama lain. Pendapat ini disampaikan oleh Cheri Mah, periset tidur dari Stanford University dan University of California, di San Francisco, Amerika Serikat.
Menurut banyak studi, olahraga secara rutin terbukti bisa meningkatkan kualitas tidur. Sebaliknya, tidur yang berkualitas, juga dapat meningkatkan performa fisik, daya tahan, dan kemampuan tubuh untuk memulihkan diri setelah berolahraga.
Hanya saja, Cheri Mah menekankan bahwa tidur adalah kebutuhan paling mendasar. Tidur adalah fondasi utama kesehatan fisik dan mental. Jika fondasinya saja rusak, kita tidak akan bisa membangun atau melakukan apa-apa di atasnya, termasuk olahraga.
Nah, dampak kurang tidur ini bisa meluas ke berbagai aspek kehidupan. Mulai dari turunnya daya tahan tubuh, mudah lelah, sulit konsentrasi, perubahan suasana hati, hingga nafsu makan yang terganggu. Olahraga pun, jika memaksa dilakukan saat kurang tidur hasilnya tak akan maksimal.
Bahaya Memaksa Olahraga saat Tubuh Kurang Tidur
Di sisi lain, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, dr. Bambang Dwiputra, Sp.JP(K), menyebutkan jika memaksa olahraga saat kurang tidur bisa meningkatkan risiko fatal, seperti kolaps hingga serangan jantung mendadak.
“Misal kita lelah nih habis kerja seharian, kita mau paksain olahraga high impact tentu efeknya akan tidak baik,” kata dr. Bambang, melansir detikHealth (23/6/2026). Beliau menyoroti pentingnya paham kondisi fisik tubuh saat ingin memulai jenis olahraga yang punya high impact.
Secara fisiologis, tubuh yang kurang istirahat akan mengalami penurunan koordinasi, refleks juga cenderung melambat. Otot butuh tidur untuk proses pemulihan serta pembentukan jaringan baru. Jika tidur terganggu, proses ini menjadi tidak maksimal.
Menurut National Sleep Foundation, orang dewasa membutuhkan sekitar tujuh hingga sembilan jam tidur setiap malam. Durasi ini dianggap cukup untuk mendukung fungsi tubuh secara optimal, termasuk kinerja fisik dan mental.
Nah, kita perlu peka terhadap sinyal jika tubuh sudah mencapai batasnya. “Biasanya ada tanda-tanda yang harus diwaspadai, dan kita bisa merasakan sendiri. Seperti napas tidak sampai, nyeri dada, keringat dingin, mata kunang-kunang kayak mau pingsan,” tegas dr. Bambang.
Tips Olahraga Rutin dengan Tidur yang Tetap Cukup
Tidur yang cukup akan memaksimalkan hasil olahraga. Sebaliknya, olahraga yang rutin juga akan membuat tidur semakin nyenyak. Keseimbangan inilah yang perlu kita upayakan. Lantas, bagaimana caranya supaya bisa mendapatkan tidur yang cukup sekaligus mengambil manfaat olahraga?
- Cobalah berkomitmen untuk olahraga pagi cukup dua hingga tiga kali dalam seminggu saja. Nah, pada hari-hari tersebut, usahakan tidur lebih awal.
- Jika kalian bukan tipe morning person, jangan memaksakan diri. Manfaatkanlah waktu di sela kesibukan. Misalnya saat istirahat atau sepulang kerja.
- Cobalah evaluasi rutinitas malam kita. Misalnya, apakah kita sering bermain HP sebelum tidur? Jika iya, cobalah kurangi kebiasaan tersebut.
- Prioritaskan istirahat ketimbang olahraga saat tubuh sedang sakit. Olahraga saat sakit justru memperlambat proses penyembuhan.
Satu-satunya cara mengembalikan performa otak dan tubuh adalah dengan tidur yang cukup. Segelintir cara memang ampuh untuk menopang produktivitas, tetapi ia bukanlah pengganti istirahat. Jika sudah sangat lelah, tidur adalah opsi yang terbaik.
Jika kalian mempunyai gangguan tidur, entah insomnia, tidur kurang nyenyak, dan sebagainya, cobalah berikhtiar dengan Herba TDR. Produk berbahan herbal alami ini terbuat dari Myristica fragrans, Centella asiatica, dan Curcuma xanthorrhiza.
Berkhasiat meredakan gejala gangguan tidur, insomnia, rasa cemas, sekaligus membuat saraf lebih rileks. Senyawa aktif di dalamnya membuat suasana hati lebih terjaga, memengaruhi neurotransmitter, serta mengurangi stres oksidatif berkat senyawa antioksidan di dalamnya, dengan tanpa efek samping!

