Butuh Bantuan?
Salah Paham, Mendengkur Bukan Tanda Tidur yang Nyenyak

Kita mungkin pernah melihat orang yang tidur mendengkur keras, tiba-tiba berhenti bernapas sejenak, lalu terbangun seperti tersedak. Faktanya, sering mendengkur atau ngorok itu bukan tanda tidur yang nyenyak. Sebaliknya, mendengkur bisa jadi tanda adanya gangguan tidur!
Menurut dr. Erta P.W., Sp.JP., terdapat persepsi yang keliru di masyarakat. Mendengkur sering dianggap sebagai ciri-ciri tidur nyenyak akibat kelelahan bekerja. Secara medis, mendengkur keras dan henti napas justru merupakan kondisi serius yang bernama Obstructive Sleep Apnea (OSA).
Bukan Tidur Nyenyak, Mendengkur Adalah Tanda Napas Tercekik

Saat tidur, otot-otot leher kita secara alami akan mengendur atau rileks. Nah, pada penderita OSA, otot yang terlalu rileks ini (apalagi jika ada tumpukan lemak di leher) membuat saluran napas menyempit hingga tertutup total. Akibatnya, aliran udara pun tersumbat.
Menurut dr. Erta, saluran napas yang tertutup membuat kadar oksigen darah anjlok drastis. Akibatnya, jantung yang seharusnya beristirahat terpaksa terus bekerja keras untuk memompa sisa oksigen ke otak. Nah, inilah letak bahaya utamanya.
Tanpa sadar, jantung terus bekerja dan stres sepanjang malam. Kurangnya oksigen yang berulang ini bisa memicu hormon stres yang melonjakkan tekanan darah. Inilah alasan kenapa pendengkur parah juga kerap mengidap hipertensi yang sulit turun walau sudah meminum obat.
Tips Meredakan Kebiasaan Mendengkur saat Tidur
Mendengkur ternyata bukan sekadar masalah sepele, melainkan isu global. Data dari American Academy of Sleep Medicine menyebutkan, ada lebih dari 25 juta orang dewasa di Amerika Serikat mengidap OSA. Sayangnya, banyak dari mereka yang sama sekali tak menyadarinya.
Dr. Atul Malhotra, pakar tidur dari University of California mengingatkan bahwa mendengkur adalah tanda dari tubuh bahwa saluran napas sedang bermasalah. Keliru menganggap mendengkur sebagai tidur nyenyak, OSA bisa saja memicu komplikasi seperti darah tinggi karena didiamkan.
Coba perhatikan orang di sekitar kita. Penderita sleep apnea umumnya merasa mengantuk parah di siang hari, gampang emosi, atau sulit fokus, padahal merasa sudah tidur semalaman. Bagaimana cara mengatasinya?
- Menurunkan berat badan, terutama jika memiliki berat badan berlebih.
- Ubah posisi tidur menjadi menyamping untuk membantu membuka jalan napas.
- Penggunaan alat bantu medis, seperti Continuous Positive Airway Pressure (CPAP) saat tidur jika kondisinya sudah cukup berat.
Intinya, jangan anggap remeh dengkuran, karena bisa jadi, hal ini adalah tanda saluran napas yang tersumbat. Mari lebih peka dan segera atasi masalah ini, agar tidur kembali menjadi momen pemulihan yang maksimal bagi tubuh dan otak.
Untuk mengusir gangguan tidur, penderita juga bisa memanfaatkan suplemen herbal Herba TDR. Diformulasi dari Centella asiatica dan Myristica fragrans, terbukti secara empiris mampu meringankan gangguan tidur, menenangkan pikiran, meredakan capek, dan menjaga daya tahan tubuh.

