Kebiasaan Menghabiskan Waktu di Kamar Bisa Bikin Insomnia

Pernahkah kalian melewati hari libur dengan tidak melakukan apa-apa selain rebahan di kasur dari pagi sampai malam? Kebiasaan menghabiskan waktu di kamar atau istilahnya bed rotting ini memang murah dan menyenangkan, tetapi bisa memicu depresi dan insomnia jika kebablasan!

Istilah bed rotting (membusuk di kamar) memang terdengar cukup aneh. Bagi banyak kawula muda, bed rotting seolah jadi pelarian yang paling aman setelah stres dan lelah beraktivitas. Namun, alih-alih membantu tubuh pulih, kebiasaan ini justru bisa mengacaukan ritme tidur dan memicu overthinking.

Bed Rotting Berbeda dengan Istirahat

Menghabiskan Waktu di Kamar

Perlu dicatat, bed rotting itu berbeda dengan tidur. Ini adalah aktivitas di mana kita secara sadar menghabiskan waktu berjam-jam di kasur untuk melakukan hal-hal pasif saat sedang terbangun dan tidak memiliki aktivitas lain untuk dilakukan.

Menurut Nicole Hollingshead, seorang psikolog klinis dari Ohio State University, tren ini sebenarnya wajar karena memberikan rasa aman. Terlebih, kita hidup di era di mana masyarakatnya terlalu mendewakan produktivitas; seolah-olah kalau kita tidak sibuk maka kita adalah orang yang gagal.

Setuju dengan pandangan tersebut, Courtney DeAngelis, psikolog dari NewYork-Presbyterian, juga bilang kalau dalam porsi yang pas, rebahan pasif ini memang ampuh untuk menenangkan saraf dan meredakan stres. Nah, bed rotting bisa memberi ruang bagi seseorang untuk diam tanpa merasa bersalah.

Tren yang Ternyata Merajalela

Ternyata, fenomena ini bukan cuma ramai di medis sosial saja. American Academy of Sleep Medicine (AASM) melakukan survei di tahun 2024 dan menemukan fakta mengejutkan; sekitar 37% orang Amerika sudah mencoba hal ini. Lebih gila lagi, angka ini tembus 55% di kalangan Gen Z!

Bahkan, hampir seperempat (24%) Gen Z mengaku rutin menjadikan bed rotting sebagai kebiasaan. Cara kita memandang fungsi kasur sudah berubah drastis. Saat ini, lebih dari separuh orang menghabiskan waktu minimal 30 menit di atas kasur untuk kegiatan selain tidur.

Menghabiskan Waktu di Kamar dengan Kebablasan Bisa Memicu Insomnia

Efek Tidak Mencukupi Tidur

Ada ancaman serius kalau kita melakukan bed rotting kebablasan. Dr. Ryan Sultan, psikiatri dari Columbia University, mengatakan bahwa rebahan seharian itu masih bisa dimaklumi, tetapi kalau sudah berlangsung lebih dari satu atau dua hari berturut-turut, maka itu bisa berbahaya.

“Kalau bed rotting sudah jadi rutinitas tetap, ini bisa jadi salah satu sinyal awal dari depresi atau masalah kesehatan mental yang lebih besar,” tegas Dr. Sultan. Kebiasaan menghabiskan waktu di kamar juga berpotensi memicu insomnia.

Dr. Anne Marie Morse dari AASM mengatakan bahwa otak secara default mengaitkan kasur dengan tidur.  Nah, kebiasaan beraktivitas selain tidur di kasur, perlahan bisa mengubah cara pandang otak. Pada puncak keparahannya, saat kita benar-benar butuh beristirahat, otak justru menolak untuk tidur.

Pada akhirnya, apa yang awalnya niatnya untuk self-care (merawat diri), malah bisa berbalik menyerangmu. Kurangnya aktivitas fisik dan minimnya interaksi sosial di dunia nyata bisa membuat siklus energi tubuh semakin kacau, memperburuk kualitas tidur, dan malah membuat tubuh merasa jauh lebih lelah dari sebelumnya.

Penutup

Sebetulnya boleh-boleh saja mengambil jeda dan rebahan seharian saat kita benar-benar lelah dan jenuh. Namun ingat, jangan sampai kasur menelan kita hidup-hidup. Bangunlah sebelum bed rotting perlahan merampas waktu tidur kita yang berharga itu.

Penderita insomnia dan gangguan tidur juga bisa memanfaatkan Herba TDR yang diramu dari bahan alami Myristica fragrans dan Centella asiatica, bahan ini terbukti mampu membantu tidur agar lebih nyenyak tanpa efek samping.

Banyak studi juga menyebutkan bahwa Myristica fragrans dan Centella asiatica mampu meningkatkan rasa peka terhadap neurotransmitter penghambat, membuat saraf dan otak lebih rileks, sehingga bisa membantu meredakan insomnia.

Produk Herba TDR

IKUTI UPDATE

Masukkan email Anda untuk mengikuti.