Ciri Tidur Tak Berkualitas: Durasi Lama, Bangun Pusing dan Lemas

Saat libur panjang atau sedang ada kekosongan jadwal, sebagian orang memilih untuk menghabiskan waktu dengan tidur. Namun, bukannya merasa segar, tubuh justru bangun dengan kepala pusing, badan pegal, dan energi yang rasanya terkuras habis. Nah, ini dia ciri dari tidur yang tak berkualitas!

Tidur memang menjadi kebutuhan mutlak untuk menjaga kesehatan tubuh kita. Meski begitu, prinsip “semakin lama semakin baik” tidak berlaku untuk urusan istirahat. Durasi tidur yang terlalu lama, ternyata bisa merusak ritme biologis tubuh, sekaligus jadi tanda kalau kualitas tidurnya sangat rendah.

Berapa Durasi Tidur yang Ideal?

Sakit Kepala saat Bangun Tidur, Tanda Tidur Tak Berkualitas

Sebenarnya, kurang tidur memang bikin tubuh lemas, tapi kelebihan tidur pun bisa memberikan efek yang serupa. Nah, berdasarkan ulasan di laman WebMD, orang dewasa umumnya butuh waktu tidur antara 7 hingga 9 jam setiap malam.

Tentu saja, angka pastinya sangat bervariasi bergantung pada usia, gaya hidup, hingga tingkat kesibukan kita. Ketika kita sedang sakit atau berada di bawah tekanan stres berat misalnya, tubuh secara otomatis akan menuntut waktu istirahat yang lebih panjang.

Menurut pakar tidur Dr. Michael Breus, durasi tidur 7,5 jam sebenarnya adalah rata-rata standar bagi kebanyakan orang. Nah, durasi ini berasal dari perhitungan siklus tidur alami manusia. Jadi, dalam semalam, orang yang tidurnya sehat umumnya akan melewati sekitar lima siklus tidur.

Dari lima siklus tidur tersebut, setiap siklus biasanya memakan waktu sekitar 90 menit. Kalau kita mengalikan lima siklus dengan 90 menit, kita akan mendapatkan total 450 menit, alias tepat 7,5 jam.

Tidur Berkualitas Bukan Hanya soal Kuantitas

Melatih Tubuh untuk Tidur Lebih Awal

Bicara soal tidur, kita tak bisa hanya berpatokan pada durasi saja. Setiap kali kita tidur, otak melewati beberapa siklus. Ada fase awal (fase 1 dan 2) yang tergolong tidur ringan, fase dalam (fase 3 dan 4) saat kita sangat sulit dibangunkan, dan puncaknya adalah fase Rapid Eye Movement (REM).

Nah, saat durasinya melebihi batas normal, tubuh justru akan masuk kembali ke dalam siklus tidur yang baru. Masalahnya, saat itu terjadi, kita bisa terbangun kapan saja di tengah-tengah fase tidur lelap yang belum tuntas. Menurut Dr. Breus, inilah yang menyebabkan tubuh lemas dan linglung.

Penjelasan Dr. Breus ini juga menjawab kenapa power nap atau tidur siang singkat (sekitar 20-30 menit) terasa sangat menyegarkan. Tidur singkat membuatmu hanya masuk ke fase tidur ringan. Sebaliknya, tidur yang kebablasan justru sering kali memicu rasa pening di kepala.

Dampak Oversleeping yang Terjadi pada Tubuh

Saat durasi tidur bablas terlalu lama, ada beberapa reaksi berantai di dalam tubuh yang bisa memicu rasa pusing dan lemas. Menurut Dr. Deena Kuruvilla, berikut ialah beberapa penyebab kenapa oversleeping bikin tubuh terbangun dengan pusing dan lemas.

1. Jalur Serotonin Terganggu

Tugas utama serotonin adalah menjaga pola alami tubuh untuk tertidur dan bangun dengan tenang. Sederhananya, serotonin bertugas memberi sinyal kapan waktunya istirahat dan kapan waktunya untuk bangun dan kembali aktif. Nah, saat bablas tidur, jalur saraf ini akan terganggu.

Tubuh mengira aktivitas sudah dimulai, organ-organ internal mulai bekerja lambat untuk mencari asupan nutrisi serta asupan. Jika memaksakan diri untuk lanjut tidur, kita akan terbangun dengan kondisi dehidrasi ringan dan gula darah rendah yang menyebabkan sakit kepala.

2. Kecemasan

Tidur berlebihan juga punya benang merah dengan psikologis. Terdapat kaitan yang kuat antara rasa cemas dengan timbulnya sakit kepala seperti migrain saat bangun tidur. Bisa dibilang, keduanya sering kali saling memengaruhi.

Saat seseorang sedang banyak pikiran, cemas, atau mengalami fase depresi, mereka cenderung mencari pelarian dengan memperpanjang waktu tidur. Sayangnya, karena kualitas tidur yang tak berkualitas akibat pikiran yang tidak tenang, tubuh tidak mendapatkan recovery yang dibutuhkan.

3. Gangguan Tidur

Kadang, tidur dalam durasi panjang adalah pertanda tubuh sedang melawan gangguan tidur. Misalnya saja pada penderita insomnia, mereka mencoba tidur berjam-jam tetapi otak gagal masuk ke fase REM secara penuh, sehingga tidur terasa tidak memuaskan.

Selain itu, ada kondisi sleep apnea atau henti napas sejenak saat tertidur. Kondisi ini membuat kadar oksigen yang masuk ke otak menjadi berkurang dan menyempitkan aliran darah. Akibatnya, tentu saja pusing yang luar biasa begitu terbangun di pagi harinya.

Penutup

Selain metode tersebut, kita juga bisa berikhtiar mendapatkan kualitas tidur yang baik dengan Herba TDR. Produk herbal dengan formulasi Myristica fragrans, Centella asiatica, dan Curcuma xanthorrhiza ini, punya khasiat untuk mengatasi gangguan sulit tidur dan membuat rileks tubuh.

Produk Herba TDR

IKUTI UPDATE

Masukkan email Anda untuk mengikuti.