Ternyata Ini Penyebab Kenapa Wanita Lebih Sering Insomnia!

Melansir dari American Academy of Sleep Medicine (AASM), sekitar sepertiga wanita mengalami insomnia, sementara di pria angkanya cenderung lebih rendah, yaitu sekitar seperempatnya saja. Bahkan, karena beberapa penyebab khusus, wanita berisiko 40% lebih tinggi untuk terkena insomnia.

Dari data tersebut, kita ketahui bahwa fenomena susah tidur atau insomnia ini ternyata punya kaitan yang kurang menyenangkan dengan kaum wanita. Lantas, mengapa hal tersebut bisa terjadi? Mari kita bedah bersama penyebab kenapa insomnia lebih banyak diderita wanita.

Penyebab Wanita Lebih Sering Terkena Insomnia

Wanita lebih banyak mengalami insomnia ketimbang pria bukanlah tanpa alasan. Faktanya, penyebab insomnia pada wanita memang lebih beragam dan lebih sering datang. Nah, berikut adalah beberapa penyebabnya, baik secara biologis maupun faktor eksternal.

1. Perubahan Hormon

Perubahan Hormon Jadi Penyebab Wanita Lebih Sering Insomnia

Tubuh wanita bekerja sedikit berbeda dengan tubuh pria. Saat sistem hormonalnya berubah, wanita bisa jadi sangat rewel soal urusan tidur. Sistem hormonal ini, dapat berubah seiring dengan berjalannya siklus menstruasi, masa kehamilan, hingga masa menopause.

Menurut penelitian dalam BMC Women’s Health, perubahan hormon ini bisa memangkas waktu tidur wanita. Terutama untuk yang mengalami Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD), tubuh jadi kurang responsif terhadap melatonin (hormon tidur), sehingga mata tetap melek meski badan sudah lelah.

Terlebih di masa kehamilan, tantangannya bisa semakin berat. Berdasarkan artikel pada jurnal Sleep Science, selain faktor fisik seperti perut yang membesar atau sering buang air kecil, kecemasan soal kesehatan bayi juga sering bikin ibu hamil insomnia sampai pagi.

Dan setelah sekian lama berkutat dengan siklus menstruasi bulanan, masa menopause juga membawa tantangan baru berupa hot flashes atau keringat dingin di malam hari. Mengutip riset dari jurnal Sleep, gangguan ini biasanya diikuti rasa jengkel di malam hari karena harus mengganti baju atau sprei yang basah kuyup.

2. Beban Pikiran Ganda

Bukan rahasia lagi, wanita di zaman modern ini sering kali memikul tanggung jawab ganda. Mulai dari urusan kantor, sampai detail-detail kecil di rumah tangga seperti urusan dapur, bersih-bersih, hingga mengurus anak, semuanya menumpuk di otak.

Tekanan sosial ini kadang memaksa perempuan untuk mencuri waktu di malam hari demi menyelesaikan pekerjaan rumah atau sekadar punya me-time setelah seharian mengurus orang lain. Sayangnya, kebiasaan begadang ini justru merusak ritme sirkadian (jam biologis) tubuh wanita.

3. Stres dan Tekanan Mental

Meja Kantor

Penyebab lain wanita lebih sering terkena insomnia ialah stres. Insomnia punya hubungan toxic dengan stres, depresi, dan kecemasan. Mengutip studi dalam Preventing Chronic Disease, hubungan ini bahkan bersifat dua arah dan bisa saling memengaruhi.

Kesehatan mental yang terganggu bisa bikin insomnia, dan sebaliknya, kurang tidur bisa memperparah kondisi mental wanita. Karena wanita secara statistik lebih rentan terhadap stres mental (terutama di masa-masa perubahan hormon), tak heran jika masalah tidur sering menghampiri.

4. Nyeri yang Sering Datang

Melansir dari laman Sleep Foundation, wanita memang lebih rentan mengalami kondisi nyeri tertentu. Berdasarkan tinjauan dalam jurnal Pain and Therapy, kondisi seperti migrain, radang sendi, hingga fibromyalgia adalah beberapa penyebab utama kenapa banyak wanita susah tidur.

Secara medis dan statistik, wanita memang lebih rentan mengalami nyeri ketimbang pria, terlebih karena faktor hormonal. Nyeri ini bikin wanita sulit menemukan posisi tidur yang enak, dan saat kurang tidur, sensitivitas tubuhnya terhadap rasa sakit justru meningkat.

Tips dan Cara Mengatasi Insomnia pada Wanita

Meski penyebab insomnia pada wanita lebih beragam, tentu ada banyak cara untuk mengatasinya. Melansir dari laman Sleep Foundation, Dr. Maya Nambisan, seorang ahli medis, menyarankan untuk menjalankan kebiasaan sebelum tidur yang baik. Caranya?

  • Jauhkan gadget, karena cahaya biru dari layar adalah penghambat produksi melatonin.
  • Lakukan hal-hal yang bikin rileks. Entah itu mandi air hangat, membaca buku, dan lainnya.
  • Jangan ragu minta bantuan pasangan untuk urusan rumah tangga supaya ada waktu istirahat yang cukup.

Jika cara-cara di atas sudah dilakukan tetapi masih insomnia, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. Terapi seperti CBT-I (Cognitive Behavioral Therapy for Insomnia) atau konsultasi medis lainnya mungkin bisa menjadi solusi untuk mengatasi insomnia.

Penderita insomnia dan gangguan tidur juga bisa memanfaatkan Herba TDR yang diramu dari bahan alami Myristica fragrans dan Centella asiatica, bahan ini terbukti mampu membantu tidur agar lebih nyenyak tanpa efek samping.

Banyak studi juga menyebutkan bahwa Myristica fragrans dan Centella asiatica mampu meningkatkan rasa peka terhadap neurotransmitter penghambat, membuat saraf dan otak lebih rileks, sehingga bisa membantu meredakan insomnia.

Produk Herba TDR

IKUTI UPDATE

Masukkan email Anda untuk mengikuti.