Meski Rajin Olahraga, Kurang Tidur Tetap Berefek Buruk ke Jantung

Meski olahraga rutin baik untuk jantung, gaya hidup sehat bukan hanya soal banyak bergerak saja. Jika kita sering kurang tidur, manfaat olahraga yang dilakukan tidak akan cukup untuk menangkal berbagai risiko penyakit yang bisa bahayakan jantung.

Kenapa Kurang Tidur Berbahaya untuk Jantung?

Menurut laporan di laman Hindustan Times, Dr. Anshul Kumar Jain, seorang ahli jantung, menjelaskan kenapa kebiasaan kurang tidur tetap berisiko fatal bagi jantung. Nah, tanpa kita sadari, kebiasaan buruk di malam hari ini bisa merusak jantung kita sendiri setiap malam.

Kurang Tidur Membuat Tekanan Darah Tetap Tinggi

Kurang Tidur Tidak Baik untuk Jantung

Layaknya tubuh, jantung juga butuh istirahat pada malam hari. Nah, saat tubuh mendapatkan tidur yang berkualitas, tekanan darah akan menurun secara alami hingga 10-20 persen, sehingga pembuluh darah punya waktu untuk beristirahat.

“Tidur yang buruk atau terfragmentasi mengganggu penurunan tekanan darah tersebut. Tubuh tetap dalam keadaan lebih waspada, didorong oleh sistem saraf simpatik, detak jantung tetap lebih tinggi dari seharusnya, dan tekanan darah tidak turun sebagaimana mestinya,” tegar Dr. Anshul.

Jika kondisi ini kerap terjadi, jantung akan semakin tertekan. Bukannya beristirahat setelah bekerja seharian, jantung justru dipaksa terus bersiaga penuh akibat adanya lonjakan hormon kortisol dan adrenalin.

Kerusakan Pembuluh Darah secara Perlahan

Secara senyap, kurang tidur dalam jangka panjang juga bisa memicu peradangan ringan di pembuluh darah. Jika terus kita biarkan, peradangan ini akan mempercepat penumpukan plak lemak yang bisa membuat aliran darah ke jantung semakin menyempit.

Normalnya, pembuluh darah kita itu elastis, ia bisa mengendur dan melebar saat dibutuhkan. Tapi, kebiasaan kurang tidur justru bikin pembuluh darah kaku. Maka dari itu, jangan heran kalau penyakit jantung tetap bisa menyerang orang yang dari luar terlihat rajin olahraga.

Kurang Tidur Punya Efek Domino ke Metabolisme

Kurang Tidur Bisa Bikin Berat Badan Naik

Dampak buruk kurang tidur tidak hanya merusak jantung, tapi juga sistem metabolisme. Tubuh yang lelah akan kesulitan merespons insulin dan mengatur gula darah. Dalam jangka panjang, hal ini berisiko menyebabkan diabetes tipe 2 (yang pada akhirnya ikut menghancurkan kesehatan jantung).

Tidur yang cukup juga penting untuk menjaga hormon nafsu makan. Jika waktu tidur berantakan, sinyal pemicu lapar di otak juga ikut kacau. Hal ini membuat dorongan makan makanan berkalori tinggi sulit untuk kita kendalikan dan memicu kenaikan berat badan.

Olahraga dan Makan Sehat Belum Cukup tanpa Tidur Cukup

Olahraga rutin dan makan sehat memang sangat penting, tetapi keduanya tidak bisa mengganti waktu tidur yang kurang. Tekanan darah, kondisi pembuluh darah, dan metabolisme tubuh punya sistem kerja sendiri yang hanya bisa pulih melalui tidur yang cukup.

Meski rajin olahraga, tidur hanya lima jam sehari tetap membuat jantung bekerja terlalu berat. Beban berlebihan tersebut tidak akan tuntas hanya dengan mengandalkan makanan sehat dan rutin jogging saja.

Selain durasi, menjaga konsistensi jam tidur juga tak kalah penting. Mencoba menebus dengan tidur seharian di akhir pekan demi mengganti kurang tidur di hari kerja, nyatanya tidak bisa begitu saja menghapus dampak buruknya pada tubuh.

Kita juga dapat berikhtiar mendapatkan kualitas tidur yang baik dengan Herba TDR. Produk herbal dengan formula Myristica fragrans, Centella asiatica, dan Curcuma xanthorrhiza ini, berkhasiat untuk mengatasi insomnia dan mampu membantu memperbaiki kualitas tidur tanpa efek samping.

Produk Herba TDR

IKUTI UPDATE

Masukkan email Anda untuk mengikuti.