Kurang Tidur & Kebanyakan Tidur Bisa Menyebabkan Sakit Kepala

Siapa bilang kepala nyut-nyutan cuma bisa timbul karena kebanyakan pikiran? Banyak orang mengira kalau migrain cuma terjadi karena stres dan telat makan. Padahal urusan bantal seperti kurang tidur, juga bisa menyebabkan gejala sakit kepala.

Uniknya, bukan cuma kurang tidur yang bisa bikin kepala serasa mau pecah, tapi kebanyakan tidur juga punya efek yang sama. Kok bisa? Bukannya makin banyak tidur makin bagus buat istirahat? Nah, mari kita bedah alasannya satu-persatu.

Kurang Tidur Bisa Menyebabkan Sakit Kepala

Sakit Kepala karena Kurang Tidur

Kaitan antara migrain (sakit kepala sebelah) dan gangguan tidur ternyata sangat erat, keduanya bisa saling memicu. Menurut sebuah studi di Journal of the Neurological Sciences pada 2012 silam, banyak pasien migrain parah ternyata punya masalah tidur alias insomnia.

Para ahli menyebutkan bahwa ada dalang di balik semua ini, yaitu zat kimia di otak yang bernama serotonin. Serotonin punya tugas utama dalam mengatur siklus tidur kita. Kalau tubuh kita kurang tidur, kadar serotonin akan menjadi berantakan.

Nah, ketika serotonin tidak seimbang, pembuluh darah dapat menyempit dan bikin aliran darah ke otak jadi tidak lancar. Akibatnya, ada kemungkinan serangan migrain akan muncul. Tak heran, orang-orang yang kurang tidur, sangat kerap mengalami sakit kepala sebelah.

Gejala Sakit Kepala Juga Menyebabkan Susah Tidur

Susah Tidur

Dan uniknya lagi, ternyata hubungannya tak cuma satu arah. Jika tadinya kurang tidur bikin sakit kepala, sekarang sebaliknya, sakit kepala bikin kita makin susah tidur. Hal ini berdasarkan riset dari Missouri State University yang pernah melakukan uji coba pada tikus.

Di dalam studi tersebut, satu kelompok tikus dibiarkan begadang berhari-hari, sementara kelompok lainnya tidur normal. Hasilnya mengejutkan, tikus yang kurang tidur memproduksi protein pemicu rasa sakit (seperti protein p38 dan PKA) dalam jumlah sangat tinggi.

Protein inilah yang bikin saraf di wajah (saraf trigeminal) menjadi super sensitif. Saat kita sering begadang, tubuh secara alami akan memproduksi zat pemicu rasa sakit ini. Akhirnya, kepala jadi sakit, dan karena sakit, kita jadi susah tidur lagi. Layaknya lingkaran setan.

Balas Dendam dengan Banyak Tidur Juga Bisa Menyebabkan Pusing

Kurang Tidur

Solusi ketika kurang tidur adalah membenahi pola tidur, agar tak berantakan lagi. Sayangnya, kebiasaan yang sering dilakukan para remaja atau pekerja kantoran justru membalas dendam jam tidur saat akhir pekan tiba, dengan tidur sebanyak-banyaknya.

Mentang-mentang libur, yang biasanya bangun jam 6 pagi, sengaja bangun jam 11 siang. Nah, padahal, praktik semacam ini juga bisa menyebabkan sakit kepala. Kondisi ini terjadi karena tubuh kaget. Ritme sirkadian (jam internal tubuh) yang sudah terbiasa bangun pagi, tiba-tiba berubah drastis.

Dalam kasus semacam ini, otak kita mengalami semacam jetlag (hal yang biasa dialami orang yang terbang ke negara dengan zona waktu berbeda). Perubahan dadakan ini mengacaukan sinyal di otak dan memicu migrain. Inilah kenapa, kebanyakan tidur justru tidak membuat tubuh semakin segar.

Jadi, apa yang harus dilakukan? Kuncinya bukan pada banyaknya jam tidur semata, tapi pada konsistensi. Usahakan bangun di jam yang sama setiap hari, bahkan saat hari Minggu sekalipun. Kalaupun mau tidur lebih, usahakan tidak lebih dari 1 jam dari jadwal biasanya.

Jika kalian mempunyai gangguan tidur, entah insomnia, tidur kurang nyenyak, dan sebagainya, cobalah berikhtiar dengan Herba TDR. Produk berbahan herbal alami ini terbuat dari Myristica fragrans, Centella asiatica, dan Curcuma xanthorrhiza.

Berkhasiat meredakan gejala gangguan tidur, insomnia, rasa cemas, sekaligus membuat saraf lebih rileks. Senyawa aktif di dalamnya membuat suasana hati lebih terjaga, memengaruhi neurotransmitter, serta mengurangi stres oksidatif berkat senyawa antioksidan di dalamnya, dengan tanpa efek samping!

Gambar Produk Herba TDR

IKUTI UPDATE

Masukkan email Anda untuk mengikuti.