Butuh Bantuan?
Orang yang Insomnia Tak Disarankan Minum Matcha, Kenapa?

Mulai dari latte, es krim, hingga berbagai macam kue, matcha adalah rasa yang banyak orang gemari. Rasanya khas, perpaduan antara manis, sedikit pahit, dan tekstur yang lembut, bikin daun teh hijau ini punya banyak penggemar setia. Namun, tahukah kalian, orang insomnia tak disarankan minum matcha?
Selain rasanya yang menarik, matcha juga mengandung banyak senyawa yang bermanfaat menenangkan pikiran, meningkatkan fungsi otak, hingga menjaga kesehatan jantung dan pencernaan. Sayangnya, bagi penderita insomnia, matcha adalah asupan yang perlu kita batasi.
Kenapa Orang Insomnia Sebaiknya Jangan Minum Matcha?

Sama seperti teh dan kopi, faktanya, matcha tetap mengandung kafein. Walaupun kadar kafeinnya memang lebih rendah ketimbang secangkir kopi hitam, tapi efek yang ia timbulkan pada tubuh ternyata bisa bertahan jauh lebih lama.
Hal ini terjadi lantaran matcha punya kandungan asam amino tertentu yang bernama L-theanine. Kombinasi antara kafein dan L-theanine ini sebenarnya bagus untuk memberikan fokus tanpa bikin jantung berdebar. Hanya saja, kombinasi keduanya, bikin efeknya menjadi sangat awet.
Saat kita meminum matcha di jam larut, ketegangan di tubuh belum akan hilang saat jam tidur tiba, dan akhirnya memicu gangguan tidur. Melansir dari laman Eating Well, matcha bisa menyebabkan kecemasan, mudah tersinggung, insomnia, hingga sakit kepala bagi orang yang sensitif.
“Ini (matcha) bisa menyebabkan kecemasan, mudah tersinggung, insomnia, atau sakit kepala pada mereka yang sensitif terhadap kafein,” jelas Lacey Dunn, seorang ahli diet, mengutip dari laman Eating Well.
Siapa yang Sebaiknya Menghindari Matcha?

Selain urusan tidur, mengonsumsi matcha secara berlebihan dalam dosis tinggi ternyata juga bisa memengaruhi fungsi hati dan mengganggu proses detoksifikasi. Risiko ini akan jauh lebih tinggi jika mengonsumsi matcha dalam bentuk suplemen atau ekstrak teh hijau dosis tinggi.
Lacey Dunn juga mengingatkan bahwa kandungan dalam matcha bisa bereaksi dengan beberapa obat medis. Jadi, kalau kalian sedang punya kondisi kesehatan tertentu atau rutin minum obat resep, ada baiknya konsultasi dulu dengan dokter sebelum menjadikan matcha sebagai minuman harian.
Nah, untuk lebih amannya, berikut adalah kelompok orang yang sangat disarankan untuk membatasi konsumsi matcha. Jika kalian termasuk salah satu dari daftar pada kelompok berikut, sebaiknya minumlah matcha dengan porsi dan waktu yang bijak.
- Orang dengan riwayat insomnia atau gangguan tidur.
- Orang yang sangat sensitif terhadap efek kafein.
- Orang yang memiliki masalah fungsi hati.
- Orang yang sedang dalam pengobatan dengan obat pengencer darah.
- Orang yang memiliki masalah dalam penyerapan zat besi.
Matcha Tetaplah Minuman Sehat, Asalkan Bijak Meminumnya
Penjelasan di atas, bukan berarti matcha itu buruk. Jika kita tidak punya masalah kesehatan di atas dan tidak meminumnya mendekati jam tidur, matcha menyimpan segudang manfaat luar biasa bagi kesehatan.
Senyawa L-theanine tadi sebetulnya mampu meningkatkan gelombang alfa di otak, yang efeknya bikin tubuh merasa rileks dan tenang. Zat ini juga mendorong produksi hormon seperti serotonin dan GABA yang terbukti ampuh mengurangi stres dan rasa cemas.
Tak hanya itu, matcha kaya akan antioksidan jenis katekin yang bisa menjaga kesehatan jantung dengan menurunkan kolesterol jahat (LDL) dan menstabilkan tekanan darah. Ia juga mengandung zat EGCG yang kuat melawan radikal bebas, meredakan peradangan, hingga menyeimbangkan bakteri baik di usus kita.
Di balik rasanya yang nikmat, matcha juga punya senyawa quercetin yang pintar mengatur sensitivitas insulin, sehingga gula darah tetap stabil. Nah, matcha cocok jika kita minum di pagi dan siang hari. Namun saat malam, terlebih punya insomnia, sebaiknya tunda dulu.
Penutup
Penderita insomnia dan gangguan tidur juga bisa memanfaatkan Herba TDR yang diramu dari bahan alami Myristica fragrans dan Centella asiatica, yang terbukti mampu membantu tidur lebih nyenyak tanpa efek samping.
Banyak studi juga menyebutkan bahwa Myristica fragrans dan Centella asiatica mampu meningkatkan rasa peka terhadap neurotransmitter penghambat, membuat saraf dan otak rileks, sehingga bisa membantu meredakan insomnia.

