Indonesia Peringkat Terendah Durasi Tidur, Berapa Cukupnya?

Durasi tidur setiap orang di berbagai belahan dunia ternyata beda-beda banget. Ada negara yang warganya bisa tidur nyenyak lebih dari tujuh jam tiap malam, tapi ada juga yang cuma tidur sekitar enam jam atau bahkan kurang dari itu.

Pertanyaannya, orang Indonesia ada di posisi mana? Nah, ketimbang negara-negara lainnya, durasi tidur kita ternyata masuk ke kelompok yang paling singkat di dunia. Lantas, sebetulnya berapa durasi tidur yang cukup itu?

Durasi Tidur Orang Indonesia Termasuk Rendah

Ilustrasi Insomnia Durasi Tidur yang Kurang

Coba kita intip data dari World Population Review. Di negara-negara seperti Selandia Baru, Belanda, hingga Finlandia, penduduknya punya waktu tidur rata-rata 7 jam 20-an menit setiap malam. Mereka benar-benar memanfaatkan waktu malam untuk meregenerasi tenaga.

  1. Selandia Baru: 447 menit (7 jam 27 menit)
  2. Belanda: 444 menit (7 jam 24 menit)
  3. Finlandia: 443 menit (7 jam 23 menit)
  4. Inggris: 442 menit (7 jam 22 menit)
  5. Australia: 440 menit (7 jam 20 menit)
  6. Belgia: 438 menit (7 jam 18 menit)
  7. Irlandia: 437 menit (7 jam 17 menit)
  8. Prancis: 434 menit (7 jam 14 menit)
  9. Denmark: 434 menit (7 jam 14 menit)
  10. Kanada: 431 menit (7 jam 11 menit)

Lantas, bagaimana dengan Indonesia? Dari daftar negara dengan durasi tidur tersingkat, Indonesia nangkring di peringkat ke-7 dunia. Rata-rata orang kita hanya tidur sekitar 385 menit, atau sekitar 6 jam 25 menit.

Posisi kita berada di bawah Jepang (5 jam 52 menit) yang memang terkenal dengan budaya gila kerjanya, serta Arab Saudi dan Korea Selatan. Menurut platform YouGov Surveys, sekitar 24 persen orang Indonesia bahkan mengaku tidur kurang dari lima jam setiap malam.

  1. Jepang: 352 menit (5 jam 52 menit)
  2. Arab Saudi: 362 menit (6 jam 2 menit)
  3. Korea Selatan: 362 menit (6 jam 2 menit)
  4. Filipina: 368 menit (6 jam 8 menit)
  5. Kuwait: 375 menit (6 jam 15 menit)
  6. Taiwan: 381 menit (6 jam 21 menit)
  7. Indonesia: 385 menit (6 jam 25 menit)
  8. Qatar: 386 menit (6 jam 26 menit)
  9. Malaysia: 387 menit (6 jam 27 menit)
  10. Singapura: 394 menit (6 jam 34 menit)

Sebenarnya Berapa Lama Tidur yang Ideal?

Menurut Dr. dr. Amin Tjubandi, Sp.BTKV, spesialis bedah toraks dan kardiovaskular dari Brawijaya Hospital Saharjo, batas aman waktu tidur kita sehari-hari adalah enam hingga delapan jam. Hanya saja, angka ini bukanlah aturan yang mutlak.

Praktisi kebugaran dr. Anita Suryani, Sp.KO, menambahkan bahwa enam jam itu cuma batas minimal, dan belum tentu cukup buat semua orang. “Ada beberapa orang yang tidurnya mesti lebih dari itu,” jelasnya. Karena tubuh manusia itu unik, jadi kebutuhan istirahatnya pun bisa berbeda.

Cara paling gampang buat cek apakah tidur kita sudah cukup atau belum adalah dengan memperhatikan kondisi ketika baru bangun. Kalau tubuh bisa bangun sendiri tanpa perlu bantuan alarm berulang, badan terasa segar, dan tak merasa ingin kembali tarik selimut, berarti durasi dan kualitas tidur sudah pas!

Kenapa Kita Perlu Tidur yang Cukup?

Tidur

Tidur lama di malam hari bukan tanda kemalasan, melainkan cara tubuh memulihkan diri. Dr. Amin menjelaskan bahwa kualitas tidur yang baik sangat ampuh untuk menurunkan tingkat stres dan mengurangi beban kerja organ-organ penting di dalam tubuh.

Sebaliknya, sering memotong waktu tidur berarti kita sedang memaksa jantung dan organ lain bekerja lebih keras. Supaya lebih semangat buat memperbaiki jam tidur malam ini, mari simak apa saja manfaat dari tidur yang cukup berikut ini!

1. Pikiran Lebih Fokus

Pernah lemot saat diajak ngobrol karena kurang tidur? Nah, itu wajar. Kurang tidur memang membuat fungsi kognitif dan konsentrasi otak menurun drastis. Jika kita tidur cukup, kemampuan untuk memecahkan masalah bakal meningkat.

Untuk kita yang masih sekolah, kuliah, atau sedang kejar deadline kerjaan, tidur cukup adalah kunci performa maksimal. Dan kalau sempat, power nap atau tidur siang sekitar 20 menit juga sangat efektif untuk mengusir kantuk dan bikin otak kembali waspada.

2. Motorik Meningkat

Tidur yang cukup sangat berpengaruh pada keterampilan motorik halus, waktu reaksi, dan daya tahan otot. Kalau kita kekurangan tidur, badan cenderung lemas, malas olahraga, dan parahnya, risiko cedera saat beraktivitas jadi lebih tinggi.

3. Suasana Hati Lebih Stabil

Saat kita tidur, otak sebenarnya sedang sibuk memproses emosi. Kalau waktu tidur terpangkas, otak tak punya waktu buat beres-beres emosi ini. Hasilnya, tubuh jadi gampang mood swing, cepat marah, dan cenderung bereaksi negatif terhadap hal sepele.

Mengutip dari laman detikHealth, kurang tidur dalam jangka panjang bahkan bisa meningkatkan risiko depresi hingga lima kali lipat. Jadi, kalau pikiran sedang mumet, cobalah rebahan dan tidur sejenak.

4. Organ Jantung Lebih Sehat

Tidur memberi waktu istirahat yang sangat berharga bagi jantung dan pembuluh darah. Kalau kita sering bergadang, tekanan darah akan terus berada di posisi tinggi sepanjang hari. Jangka panjangnya, hal ini bisa menjadi pintu masuk untuk penyakit jantung hingga stroke.

 

IKUTI UPDATE

Masukkan email Anda untuk mengikuti.