Butuh Bantuan?
Bantu Turunkan Kortisol, Begini Manfaat Lampu Redup saat Tidur

Tidur berkualitas bukan sekadar soal durasi, tetapi juga suasana kamar. Salah satu kuncinya ada pada pencahayaan. Nah, daripada memakai lampu terang, tidur dengan lampu redup ternyata punya manfaat yang jauh lebih besar bagi aktivitas tidur kita.
Cahaya redup rupanya sangat membantu dalam menjaga ritme alami tubuh kita. Suasana ini juga punya peran penting dalam mengatur hormon tidur dan stres, misalnya kortisol. Lalu, bagaimana sebenarnya penjelasan ilmiah soal manfaat lampu redup ini, ya?
Paparan Cahaya Membuat Kortisol Tinggi di Malam Hari

Kuncinya ada pada hormon kortisol yang dihasilkan kelenjar adrenal untuk mengatur metabolisme dan respons stres tubuh. Konsultan neurologi, Dr. Yatin Sagvekar, menjelaskan bahwa kadar kortisol ini sangat bergantung pada ritme sirkadian (jam biologis).
Normalnya, kadar kortisol akan turun saat malam hari supaya tubuh lebih siap beristirahat. Namun, kalau kita terpapar terlalu banyak cahaya sebelum tidur, entah dari lampu kamar yang terang atau layar smartphone, kadar kortisol ini justru bisa naik lagi.
Paparan cahaya ini menipu otak untuk mengira hari masih siang sehingga menghilangkan rasa kantuk. Jika dibiarkan, tingginya kortisol di malam hari akan merusak pola tidur dan meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan yang timbul akibatnya.
“Kortisol yang tetap tinggi, dapat memperburuk struktur tidur, serta meningkatkan risiko masalah kesehatan lain,” tegas Dr. Yatin, mengutip dari berita Indian Express sembari beliau mengingatkan ini akhirnya yang juga memicu kekurangan tidur.
Sebaliknya, Lampu Redup Membantu Produksi Melatonin

Sebaliknya, saat ruangan redup, tubuh akan memproduksi melatonin. Dr. Rini Kusumawardhany, Sp.M., Dosen FK Universitas Muhammadiyah Surabaya, menjelaskan bahwa otak memproduksi hormon ini sebagai respons alami tubuh terhadap gelap.
Melatonin yang diproduksi kelenjar pineal ini, berfungsi mengatur jam biologis. Selain memicu rasa kantuk dan membuat tidur lebih lelap, hormon ini juga memperkuat sistem kekebalan tubuh agar tubuh kita tidak mudah sakit.
“Salah satu fungsi hormon melatonin adalah untuk meningkatkan sistem imun tubuh agar dapat menangkal penyakit,” tegas Dr. Rini. Sebaliknya, tidur dengan lampu terang akan menghambat produksi melatonin. Akibatnya, daya tahan tubuh menurun sehingga kita lebih mudah sakit.
Selain itu, manfaat lampu redup atau gelap juga membuat pikiran lebih rileks, sehingga kadar stres bisa menurun. Ini bisa menjadi bentuk penenang ringan yang secara tidak langsung menstabilkan emosi dan pikiran sebelum tidur.
Penutup
Menurut National Sleep Foundation, tidur gelap memiliki manfaat dalam meningkatkan stabilitas siklus tidur, menurunkan risiko gangguan metabolisme, hingga bisa meningkatkan kualitas regenerasi sel dan daya tahan tubuh.
Namun, jika kalian tidak nyaman dengan gelap total, bisa juga menggunakan lampu tidur dengan pencahayaan redup dan warna hangat seperti yang disebutkan di atas. Pastikan cahaya tidak langsung mengarah ke wajah dan tidak terlalu terang untuk menghindari gangguan tidur.
Selain pemilihan lampu tidur yang tepat, Herba TDR juga bisa menjadi pilihan untuk mengatasi insomnia dan badan lelah akibat kurang tidur. Komposisi bahan alami Myristica fragrans, Centella asiatica, dan Curcuma xanthorrhiza juga bagus untuk menjaga daya tahan tubuh.

