Banyak Minum di Malam Hari, Penyebab Gangguan Tidur Nokturia

Banyak orang mengira kebiasaan minum di malam hari bisa bantu netralkan lambung dan bersihkan usus. Tapi faktanya, secara medis, hal ini justru bisa mengganggu kualitas tidur malam kita. Nah, kebanyakan minum sebelum tidur, bisa memicu gangguan yang bernama nokturia.

Menurut dokter spesialis neurologi, dr. Oktaviana Niken P, Sp.N., kebanyakan minum sebelum tidur justru kurang baik. Bukannya membuat bugar, kebiasaan ini justru memicu nokturia, yakni kondisi yang membuat tubuh sering terbangun tengah malam untuk buang air kecil.

Sering terbangun di tengah malam akan mengganggu fase tubuh yang sedang pulas. Kondisi ini membuat kita berpotensi terbangun dengan tubuh lemas dan linglung karena proses pemulihan tubuh yang terus terganggu sepanjang malam.

Mengenal Nokturia yang Kerap Menjadi Gangguan Tidur

Tubuh kita memang selalu memproduksi urine untuk membuang sisa metabolisme. Namun, di saat tidur, produksinya akan menurun secara alami, sehingga kita bisa tidur nyenyak 6-8 jam tanpa harus terganggu dengan keinginan untuk buang air kecil.

Penderita nokturia kerap terganggu tidurnya karena harus bolak-balik ke toilet di malam hari. Padahal, tidur nyenyak sangat penting agar tubuh tetap fit. Oleh karena itu, kondisi ini perlu segera ditangani agar tidak mengganggu kesehatan.

Nokturia biasanya memang gejala dari suatu penyakit. Tapi, kondisi ini juga bisa dipicu oleh kebiasaan sehari-hari. Misalnya, terlalu banyak minum air, alkohol, atau kafein sebelum tidur. Selain itu, minum obat diuretik terlalu dekat dengan waktu tidur juga bisa jadi penyebabnya.

“Kalau minum airnya kebanyakan pada malam hari, itu pertama akan menyebabkan gangguan tidur karena siapa pun itu akan cenderung bangun untuk kencing. Jadinya akan nokturia,” ungkap dr. Niken kepada detikcom, Kamis (8/10/2026).

Tak Perlu Kebanyakan Minum Sebelum Tidur, Tubuh Bisa Bersihkan Pencernaan Sendiri

Gangguan Tidur Nokturia

Tanpa perlu banyak minum sebelum tidur, organ dalam kita sebenarnya sudah punya sistem otomatis. Saat kita terlelap, sistem pencernaan justru bekerja lebih aktif untuk memproses dan membersihkan sisa makanan dengan sendirinya.

“Sebenarnya, pada saat kita tidur, secara otomatis lebih aktif tuh saraf untuk pencernaan, itu memang secara normalnya seperti itu. Jadi, kenapa pada saat kita bangun, kita mau kencing, kita mau BAB,” jelas dr. Niken.

Menurut dr. Niken, mekanisme tubuh memang sedemikian rupa. “Itu adalah memang mekanisme tubuh bahwa sistem pencernaan akan lebih aktif pada malam hari. Karena itu berhubungan dengan sistem saraf,” kata dr. Niken.

Malam Hari Adalah Waktu Organ Tubuh untuk Beristirahat

dr. Niken sendiri menyarankan pada saat menjelang tidur, sebaiknya kurangi asupan makanan dan minuman secara bertahap. Tujuannya sederhana, yakni memberikan waktu bagi organ dalam untuk ikut istirahat tanpa beban kerja berlebih.

“Justru, sebenarnya kita kalau malam itu harusnya sedikit dikurangi supaya memberikan waktu untuk sistem pencernaan agak istirahat, ya,” imbaunya. Nah, dan supaya kualitas tidur tetap terjaga tanpa gangguan nokturia, minumlah air putih dalam jumlah cukup sepanjang hari.

Ketika mendekati waktu tidur malam hari, cukup konsumsi air secukupnya untuk membasahi kerongkongan agar kebutuhan hidrasi tetap seimbang tanpa mengganggu kenyamanan istirahat di malam hari.

IKUTI UPDATE

Masukkan email Anda untuk mengikuti.