Butuh Bantuan?
Insomnia dan Kurang Tidur? Awas Bisa Bikin Berat Badan Naik!

Saat ini, kebanyakan orang menganggap normal aktivitas begadang sampai pagi, entah untuk tugas kuliah, kejar deadline pekerjaan, atau sekadar nonton bola saja. Tapi, tahukah kalian kalau kebiasaan kurang tidur seperti ini bisa bikin berat badan naik?
Banyak orang tidak menyadari bahwa aktivitas tidur dan berat badan punya kaitan yang sangat erat. Nah, jika kalian sedang menjalani program diet dengan menjaga pola makan dan rajin olahraga, tetapi berat badan tak kunjung turun, coba cek lagi, jangan-jangan tidurnya berantakan?
Kenapa Kurang Tidur Bisa Bikin Berat Badan Naik?
Banyak orang mengira jika kurang tidur hanya membuat tubuh lemas dan konsentrasi menurun saja. Padahal, efek dan dampaknya jauh lebih kompleks dan melibatkan sistem metabolisme, hormon, dan bahkan perilaku makan kita sehari-hari.
Penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur cenderung menyebabkan kenaikan berat badan. Ini bukan mitos, melainkan fakta ilmiah yang didukung oleh berbagai studi medis. Berikut adalah beberapa alasan ilmiah kenapa kurang tidur bisa bikin berat badan naik.
1. Hormon Nafsu Makan Terganggu

Tubuh kita memiliki dua hormon utama yang mengatur rasa lapar dan kenyang. Leptin, bertugas memberi sinyal kenyang ke otak, jika leptin tinggi, nafsu makan turun. Sementara ghrelin, bertugas merangsang rasa lapar, semakin tinggi kadarnya akan semakin besar keinginan untuk makan.
Saat kita kurang tidur, kadar ghrelin meningkat, sementara leptin menurun. Kombinasi ini membuat kita merasa lapar terus-menerus, meskipun tubuh sebenarnya tidak membutuhkan energi tambahan. Maka tak heran, saat kurang tidur kita jadi doyan ngemil, terutama makanan manis atau berlemak.
2. Keinginan Makan Kalori Naik

Studi dari University of Chicago menyebutkan bahwa kurang tidur bisa mengaktifkan bagian otak yang membuat kita lebih tertarik pada makanan tinggi lemak dan gula. Bahkan hanya tidur selama 4-5 jam semalam bisa membuat kita ngidam aneka junk food keesokan harinya.
Keinginan untuk memakan junk food, juga diperburuk dengan stres atau merasa lelah. Kombinasi kurang tidur dan stres sering mendorong orang untuk mencari comfort food yang biasanya berupa makanan cepat saji, es krim, atau camilan berkalori tinggi lainnya.
3. Tubuh Lemas dan Malas Gerak

Kurang tidur tidak hanya membuat pikiran kacau, tapi juga membuat tubuh terasa kelelahan. Akibatnya, kita jadi enggan untuk beraktivitas fisik atau olahraga. Bahkan, aktivitas sederhana seperti berjalan kaki atau naik tangga pun akan terasa berat.
Akibatnya? Kalori yang kita konsumsi dari makanan tidak terbakar secara maksimal, dan justru akan menumpuk sebagai lemak. Bisa dibilang, efek-efek dari kurang tidur bersifat domino dan saling berkaitan, semuanya sama-sama memicu kenaikan berat badan.
Kurang Tidur Bisa Menghambat Program Diet
Jika kalian sedang menjalani program diet atau penurunan berat badan, kualitas tidur harus menjadi prioritas yang utama. Tanpa tidur yang cukup, tubuh akan kesulitan mengatur metabolisme, mengontrol nafsu makan, dan memproduksi hormon secara seimbang.
Kurang tidur di sini termasuk dari kebiasaan begadang, atau masalah-masalah tidur seperti insomnia, sleep apnea, restless leg syndrome, dan gangguan tidur lainnya. Ketiga gangguan ini tak hanya membuat tubuh kurang tidur, tetapi juga meningkatkan risiko obesitas dan gangguan metabolik lain seperti diabetes tipe 2.
Penutup
Untuk mempercepat pemulihan insomnia, penderita juga bisa memanfaatkan suplemen herbal Herba TDR. Diformulasi dari Centella asiatica dan Myristica fragrans, terbukti secara empiris mampu meringankan gangguan tidur, menenangkan saraf, meredakan capek, dan menjaga daya tahan tubuh.

