Tidur Siang saat Puasa Bisa Membantu Memulihkan Energi

Saat kita berpuasa, tubuh memang tidak menerima asupan makanan dan minuman selama lebih dari 12 jam. Tak heran, gula darah yang mulai menurun di siang hari, biasanya bikin tubuh terasa lemas dan kurang konsentrasi. Nah, tidur siang di saat puasa, ternyata bisa membantu memulihkan energi!

Biasanya, mata akan mulai terasa berat di jam-jam istirahat kerja. Hal ini wajar, karena gula darah yang rendah saat puasa, memang memaksa tubuh untuk menghemat energi.  Agar produktivitas tak anjlok, kita bisa mensiasatinya dengan tidur siang. Caranya mudah, penasaran bagaimana?

Kenapa Harus Tidur Siang saat Puasa?

Jam Istirahat Kerja

Melansir dari laman CNN Indonesia, dokter sekaligus ahli gizi, dr. Lucy Widasari, sangat menyarankan kita untuk mencuri waktu sebentar di sela-sela kesibukan untuk melakukan tidur siang. Bagi pekerja yang butuh produktivitas tinggi, cara ini disebut bisa memulihkan energi saat berpuasa.

Dalam sebuah acara edukasi bersama Nestlé MILO, dr. Lucy menjelaskan, “Tidur siang itu penting sekali. 15-30 menit boleh lho tidur siang, di sela-sela waktu kerja tidak apa-apa. Ini bisa mengembalikan energi tubuh dan bisa membuat kita lebih konsentrasi.”

Penelitian ilmiah pun mendukung hal ini. Tidur siang singkat (sering disebut power nap), terbukti mampu meningkatkan fokus, kewaspadaan, dan memperbaiki mood yang mungkin agak sensitif menurun karena lapar.

Tidur Siang saat Puasa Cukup 15-30 Menit, Jangan Lebih

Lemas karena Tidur Siang saat Puasa Terlalu Lama

Nah, ini juga menjadi poin krusialnya. dr. Lucy mengingatkan bila ada aturan mainnya, jangan sembarangan. Tidur siang ideal itu durasinya 15 sampai 30 menit saja. “Kalau lebih dari 30 menit, bisa bikin badan malah lemas dan susah bangun,” kata dr. Lucy.

Pernah kan, bangun tidur siang malah kepala pusing dan badan rasanya berat? Nah, itu karena kita masuk ke fase tidur yang terlalu dalam (deep sleep), tiba-tiba dipaksa bangun. Sehingga bukannya segar, tubuh biasanya malah jadi linglung.

Hal senada juga disampaikan di detikHealth oleh dr. Dina Meliana, spesialis saraf dari Siloam Hospitals. Menurut beliau, tidur sepanjang hari saat puasa itu justru bikin tubuh tidak bugar. Beliau bahkan juga menyoroti dampak penimbunan lemak akibat tidur terlalu lama ini.

“Justru malah ini tidak memberikan kebugaran. Dengan tidur terlalu panjang malah mungkin badannya lemas, kurang fit, nggak bugar, dan dengan tidur sepanjang hari kan malah menimbun lemak,” jelas dr. Dina.

Tips Menjaga Pola Tidur dan Mencegah Lemas Selama Ramadan

Selain trik power nap tadi, dr. Lucy dan para ahli lainnya juga menyarankan kita untuk memperbaiki manajemen waktu tidur dan makan secara keseluruhan. Kita harus pintar-pintar mengatur strategi agar tubuh tetap produktif.

1. Majukan Jam Tidur

Saat puasa, kita harus bangun lebih awal untuk sahur (sekitar jam 3-4 pagi). Nah, dengan jam bangun yang seperti itu, bila kita masih membawa kebiasaan tidur jam 11 malam, maka waktu istirahat pastinya akan kurang.

Untuk mengatasi hal ini, Kementerian Kesehatan menyarankan untuk memajukan jam tidur. Coba tidur satu jam lebih awal, misalnya jam 9 atau 10 malam setelah salat Tarawih, supaya jatah istirahat tubuh tetap terpenuhi.

2. Ciptakan Kamar yang Nyaman

Selain kuantitas tidur, kualitas tidur juga perlu kita perhatikan. Pastikan kamar gelap, tenang, dan sejuk. Hati-hati dengan blue light, cahaya biru dari layar HP atau TV itu bisa menjadi musuh utama dan menghalangi produksi hormon tidur (melatonin).

Mengutip dari laman Cleveland Clinic Abu Dhabi, sebaiknya jauhkan gadget setidaknya 30 menit sebelum tidur agar otak kita benar-benar bisa istirahat. Hal ini dapat mengurangi stimulasi mental dan membantu transisi tidur supaya lebih mulus.

3. Perhatikan Pola Makan

Saat berbuka puasa, godaan gorengan dan es manis memang dahsyat. Namun, makanan tinggi gula, terlalu pedas, atau berminyak ini akan memaksa sistem pencernaan untuk bekerja lebih keras di malam harinya. Bila perut begah, tidur malam pasti tidak nyenyak.

dr. Lucy menyarankan agar saat sahur, pilihlah makanan bernutrisi seimbang yang kaya serat dan protein. Ini kuncinya, supaya energi dilepas pelan-pelan (tahan lama) dan kita tidak akan gampang lemas di siang hari.

Namun, kalau kalian memiliki masalah dengan insomnia, sleep inertia, atau gangguan pola tidur lainnya, Herba TDR mungkin bisa menjadi solusi untuk mengatasinya. Terbuat dari bahan alami Myristica fragrans, Centella asiatica, dan Curcuma xanthorrhiza, yang telah terbukti secara empiris mampu mengobati gangguan tidur.

Produk Herba TDR

IKUTI UPDATE

Masukkan email Anda untuk mengikuti.