Butuh Bantuan?
Bukan Sinar Biru, Ini Penyebab Utama Main HP Bikin Susah Tidur!

Sebelum tidur, tidak jarang kita menyempatkan waktu untuk scroll media sosial atau menonton YouTube. Tujuannya sekadar mencari hiburan ringan supaya tubuh dan pikiran lebih rileks, rasa susah tidur hilang, dan dengan harapan mata bisa terlelap dengan sendirinya.
Meski ampuh bagi sebagian orang, nyatanya kebiasaan ini justru bikin kebanyakan dari kita makin melek dan akhirnya begadang. Nah, selama ini, paparan blue light dari HP sering dijadikan kambing hitamnya. Namun ternyata, ada hal lain yang efeknya lebih besar ketimbang hal tersebut.
Efek Sinar Biru Terhadap Jam Istirahat Tidak Besar

Seorang certified sleep coach atau pelatih tidur profesional, Vishal Dasani, punya pandangan menarik soal ini. Menurutnya, paparan sinar biru sebenarnya tidak terlalu besar pengaruhnya pada jam tidur seseorang. Hal ini tak seperti yang selama ini kita kira.
“Ada benarnya, tetapi sudah banyak studi juga yang menyebutkan blue light dari device itu sebetulnya tidak terlalu terang untuk bisa mengganggu atau menunda jadwal tidur kita,” jelas Coach Vishal melansir dari detikHealth.
Syarat agar sinar biru bisa menunda jam tidur adalah intensitas cahaya yang sangat terang dengan durasi paparan yang panjang. Nyatanya, berbagai studi menunjukkan bahwa paparan blue light dari HP rata-rata hanya menggeser waktu tidur kita sebanyak 10-15 menit saja.
Doomscrolling di Malam Hari Lebih Menyebabkan Susah Tidur

Alih-alih sinar biru, Coach Vishal menegaskan bahwa penyebab utama kita susah tidur adalah ketidakmampuan diri sendiri untuk berhenti mengonsumsi konten di HP. Apalagi, desain feed singkat yang tidak ada habisnya saat ini, mendorong penggunanya untuk betah berlama-lama.
Aliran informasi tanpa henti ini secara tak sadar terus merangsang otak kita agar tetap aktif dan terjaga. Alih-alih rileks, kita justru terperangkap dalam jebakan dopamin, kita dibuat terus penasaran untuk menggulir layar demi melihat konten yang akan muncul berikutnya.
“Yang membuat screen time ini menjadi masalah untuk tidur, itu adalah keputusan kita untuk doomscrolling, binge watching, atau kebiasaan bilang one more episode,” tegas Coach Vishal. Jadi, selama rasa penasaran itu belum terjawab dan tak bisa kita hentikan, otak akan terus melepaskan dopamin ini.
Pada akhirnya, rasa penasaran kitalah yang menjadi akar masalahnya. Nah, keengganan kita untuk meletakkan HP membuat otak dan tubuh tak pernah mendapat sinyal untuk segera tidur.
Cara Supaya Tubuh Bisa Tidur di Awal Waktu
Berdasarkan pengalamannya menangani kasus susah tidur, Coach Vishal membocorkan satu kunci penting untuk tidur berkualitas, yakni buat tubuh dan pikiran rileks, bukannya memberikan stimulasi tambahan seperti main HP.
Ketimbang menatap layar HP, ia menyarankan aktivitas alternatif seperti stretching, berjalan santai di rumah, mendengarkan podcast, membaca buku fisik, atau sekadar mengobrol dengan orang di rumah.
Namun, cara rileks tiap orang tentu berbeda dan variasinya sangat luas. “Bisa juga mandi air hangat, berdoa, atau latihan pernapasan. Bebas. Selama bukan alkohol atau obat-obatan terlarang, you’re good to go,” tutup Coach Vishal.
Yang terpenting dari semua itu adalah konsistensi. Merutinkan aktivitas relaksasi ini setiap malam sama saja dengan melatih otak. Lama-kelamaan, otak kita akan secara otomatis paham. Jika sudah mulai membaca buku atau memutar podcast, misalnya, berarti ini saatnya siap-siap untuk tidur.
Selain menerapkan cara di atas, bantu tubuh supaya lebih rileks dengan Herba TDR. Berkat formula Centella asiatica, Myristica fragrans, dan Curcuma xanthorrhiza, produk ini terbukti secara empiris ampuh sebagai terapi pendamping tidurmu.

