Butuh Bantuan?
Bantal Tinggi atau Rendah, Mana yang Bikin Tidur Lebih Nyenyak?

Selain memilih kasur dan selimut yang tepat, hal lain yang perlu kita perhatikan soal kamar adalah pemilihan bantal. Nah, memilih bantal itu gampang-gampang susah. Bukan cuma bikin tidur kurang nyenyak, salah pilih bantal juga berisiko memicu sakit leher dan tulang belakang.
Jadi, sebenarnya lebih bagus tidur pakai bantal yang tebal dan tinggi, atau yang tipis dan rendah? Jawabannya ternyata tidak sederhana. Agar tidurnya lebih nyenyak dan tidak memicu gangguan leher, nyatanya kita perlu menyesuaikan jenis bantal dengan posisi tidur. Lalu, bagaimana penjelasannya?
Perbandingan Tidur dengan Bantal Tinggi dan Bantal Rendah

Jika kalian termasuk yang suka menumpuk dua bantal tinggi-tinggi, mulai sekarang mungkin perlu lebih hati-hati. Bantal yang terlalu tinggi bisa memaksa leher terlalu condong ke depan atau ke atas saat tidur.
Bayangkan saja jika otot leher belakang dan bahu ditarik paksa selama 8 jam, maka tak heran kalau pagi harinya leher terasa kaku dan susah menengok. Terlebih, posisi ini bisa menyempitkan saluran pernapasan. Udara yang tidak bisa lewat dengan bebas inilah yang sering memicu dengkuran.
Di sisi lain, tidur pakai bantal yang terlalu ceper atau tipis juga bukan solusi. Bantal yang kerendahan gagal memberikan dukungan yang cukup untuk menopang beban kepala. Akibatnya, posisi kepala jadi mendongak ke belakang, bikin otot leher nyeri karena bagian depan meregang semalaman.
Nah, lalu, berapa sih ketinggian yang pas itu? Menurut penelitian yang dikutip laman Hello Sehat, ketinggian ideal bantal tidur berada di angka sekitar 10 cm. Di titik ini, bantal bisa memberikan dukungan yang pas agar posisi leher dan tulang belakang tetap sejajar secara natural.
Cocokkan Jenis Bantal dengan Posisi Tidur agar Lebih Nyenyak
Meski angka 10 cm adalah ketinggian bantal yang umum agar bisa tidur nyenyak, tetapi pada kenyataannya, bantal terbaik sangat bergantung pada posisi tidur. Posisi tubuh yang berbeda butuh tipe bantal yang berbeda pula. Menurut Sleep.org, ada beberapa tips memilih bantal yang ideal sesuai posisi tidur.
1. Tidur Telentang (Menghadap Atas)
Agar tidur telentang lebih nyenyak, pilihlah bantal yang tidak terlalu tebal. Tujuannya supaya kepala tidak terdorong ke depan. Bantal dengan bagian bawah (area leher) sedikit lebih menonjol daripada bagian atas adalah pilihan terbaik untuk posisi tidur ini.
Kita bisa memilih bantal berbahan memory foam karena material ini lebih bisa menyesuaikan diri dengan lekuk leher dan kepala. Coba letakkan bantal ekstra di bawah lutut. Trik simpel ini ampuh untuk mengurangi tekanan di area punggung bawah.
2. Tidur Tengkurap
Tengkurap adalah posisi tidur yang paling membebani tulang belakang. Kalau kita memang tak bisa tidur selain tengkurap, gunakan bantal yang paling tipis yang bisa ditemukan, jauh lebih tipis dari bantal orang yang tidur telentang.
Sebenarnya, kita bahkan disarankan untuk tidak pakai bantal kepala sama sekali agar jalur napas tidak tertutup. Sebagai ganti, selipkan bantal tipis tepat di bawah perut atau panggul untuk mencegah nyeri punggung bawah.
3. Tidur Menyamping
Posisi tidur menyamping butuh bantal yang isiannya cukup padat dan tebal. Karena tugas utama bantal di posisi ini adalah mengisi jarak kosong antara bagian telinga dan kasur. Saat menyamping, jarak kosong tersebut cukup besar.
Lebar bantal harus setara dengan lebar bahumu agar tulang belakang dan leher tetap lurus sejajar. Dan supaya makin nyaman, peluklah bantal guling atau taruh bantal tambahan di antara kedua lutut untuk menstabilkan pinggul.
Penutup
Herba TDR juga bisa menjadi solusi untuk kita yang bermasalah dengan jam tidur tidak teratur, insomnia, sleep inertia, dan sejenisnya. Terbuat dari formulasi Myristica fragrans, Centella asiatica, dan Curcuma xanthorrhiza. Bahan-bahan alami ini terbukti secara empiris mampu mengobati gangguan tidur.

