Menguap Tanpa Henti? Bisa Jadi Tanda Kurang Tidur Kronis

Umumnya, kita mengira keseringan menguap itu sebagai rasa kantuk biasa. Padahal, jika terjadi terus-menerus, ini bisa jadi pertanda kurang tidur kronis yang cukup kronis. Nah, kondisi ini bisa menjadi sinyal bahwa tubuh tak mendapat tidur yang cukup dan berkualitas.

Menguap tanpa henti kadang bukan karena kantuk saja. Menurut pakar American Academy of Sleep Medicine (AASM), durasi tidur yang kurang dari ideal erat kaitannya dengan banyak risiko kesehatan. Mulai dari obesitas, darah tinggi, depresi, hingga masalah serius pada jantung, ginjal, dan gula darah tinggi. Seram, kan?

Microsleep dan Menguap, Tanda Kurang Tidur Kronis

Microsleep dan Menguap Tanda Kurang Tidur Kronis

Menguap adalah cara tubuh meminta tolong saat kekurangan tidur. Masalahnya, kurang tidur kronis bisa menumpulkan kemampuan otak untuk mendeteksi rasa lelah kita sendiri. Akibatnya, kita kerap merasa baik-baik saja, padahal performa untuk fokus, mengingat, dan berkoordinasi saja sudah anjlok drastis.

“Yang disayangkan adalah data menunjukkan bahwa ketika mengalami kekurangan tidur yang kronis, kemampuan kita untuk memahami gangguan yang dialami tubuh sendiri menjadi tidak lagi akurat. Kita pikir baik-baik saja, padahal sebenarnya tidak,” jelas Dr. Gurubhagavatula, ahli dari Penn Medicine.

Nah, ancaman yang paling berbahaya ialah microsleep. Ini terjadi saat otak tiba-tiba tertidur selama 2-10 detik tanpa kita sadari. Biasanya, ditandai dengan kepala yang mendadak mengangguk atau pandangan blank sesaat. Jika ini terjadi saat mengemudi atau melakukan aktivitas fisik, maka sangat berisiko!

Meski dokter punya tes khusus untuk mengukur tingkat keparahan kantuk, kita sebenarnya bisa mengenalinya dari tanda-tanda sederhana. Kalau kelopak mata mulai berat, badan lemas, pusing, tangan gemetar, atau mendadak gampang emosi, hampir pasti tubuh kita sedang kurang tidur kronis.

Penyebab Menguap Tanpa Henti Meski Tidur Cukup

Perlu diingat, rasa kantuk berlebih tak melulu soal kurang tidur. Kondisi ini juga bisa dipicu oleh gangguan tidur seperti insomnia, sleep apnea (mendengkur), atau jam biologis tubuh yang berantakan. Di luar itu, faktor gaya hidup, penyakit kronis, hingga efek samping obat-obatan juga bisa jadi penyebabnya.

Satu lagi mitos yang sering beredar, yakni anggapa alkohol bisa membantu kita tidur lebih cepat. Memang, awalnya tubuh mungkin cepat terlelap. Tapi faktanya, alkohol justru merusak siklus tidurnya. Akibatnya, tubuh bakal lebih gampang terbangun di tengah malam saat efeknya mulai habis.

Karena itu, penting untuk mulai menerapkan kebiasaan sehat sebelum tidur. Hindari konsumsi kafein di sore hari, buat lingkungan tidur yang nyaman, usahakan jadwal tidur yang konsisten. Tubuh yang bugar berkat istirahat cukup tentu akan membuat kewaspadaan dan produktivitas harian semakin maksimal.

Kita juga bisa berikhtiar mendapatkan kualitas tidur yang baik dengan Herba TDR. Produk herbal dengan formula Myristica fragrans, Centella asiatica, dan Curcuma xanthorrhiza ini, punya khasiat untuk mengatasi insomnia dan mampu membantu memperbaiki jam tidur.

Produk Herba TDR

IKUTI UPDATE

Masukkan email Anda untuk mengikuti.