Butuh Bantuan?
Posisi Tidur Miring Lebih Baik untuk Gangguan Pernapasan

Setelah seharian berjibaku dengan aktivitas yang padat, tak ada yang lebih nikmat selain rebahan di kasur yang empuk. Tentu, harapannya, supaya bisa bangun di hari esok dengan segar bugar. Sayangnya, mendapatkan tidur nyenyak, untuk penderita gangguan pernapasan, terkadang tak mudah.
Lazim bagi penderita gangguan pernapasan, kerap terbangun karena rasa sesak atau napas yang terasa berat. Nah, posisi kita ketika tidur, ternyata cukup berpengaruh dalam menjaga kelancaran jalan napas. Posisi yang salah, bisa memperburuk kondisi paru-paru, bahkan memicu henti napas saat tidur.
Kenapa Posisi Tidur Berpengaruh ke Pernapasan?

Mungkin, selama ini, kita berpikir bahwa tidur telentang adalah posisi paling netral dan aman. Logikanya, tubuh lurus dan rileks, bukan? Sayangnya, untuk penderita gangguan pernapasan, anggapan posisi tidur telentang ini masih kurang tepat.
Nah, saat kita tidur telentang, gaya gravitasi akan menarik lidah dan organ lunak di tenggorokan jatuh ke belakang. Hal ini mempersempit saluran udara. Maka, tidak heran, terkadang kita akan mendapati suara dengkuran (mengorok). Bagi sebagian orang, posisi ini memang berisiko memicu sleep apnea.
Begitu pula dengan posisi tengkurap, meskipun mencegah lidah jatuh ke belakang, posisi ini menekan dada dan memaksa leher memutar ke samping. Posisi ini, justru bisa menghambat pengembangan (kembang-kempis) paru-paru dan menyebabkan nyeri leher.
Posisi Tidur Miring ke Kiri Paling Baik untuk Pernapasan

Beberapa sumber, salah satunya Hello Sehat, menyebut bahwa tidur menyamping (terutama menyamping ke sisi kiri) adalah posisi terbaik untuk kesehatan pernapasan. Nah, hal ini bukan tanpa alasan, posisi tidur menyamping kiri memang punya beberapa manfaat bagi terbukanya jalan napas.
Posisi miring mencegah lidah menutup tenggorokan, sehingga aliran udara masuk dan keluar paru-paru lebih lancar. Tidur miring ke kiri juga mencegah asam lambung naik ke kerongkongan (GERD), yang mana GERD kerap jadi pemicu batuk dan sesak napas di malam hari.
Penelitian menunjukkan bahwa 50% pasien dengan sleep apnea ringan, serta 19% pasien dengan tingkat keparahan sedang, terbukti mengalami penurunan gejala yang cukup besar (hampir separuhnya), hanya dengan mengubah posisi tidur menjadi miring.
Panduan Posisi Tidur untuk Penderita Gangguan Pernapasan
Meski tidur miring ke kiri adalah saran umum yang sangat baik, beberapa kondisi memerlukan sedikit modifikasi agar hasilnya lebih optimal. Berikut adalah panduan dalam mengatur posisi tidur untuk berbagai jenis gangguan pernapasan yang kita alami.
1. Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)
Bagi pengidap PPOK, yang paling penting saat memilih posisi tidur adalah kenyamanan. Nah, melansir dari laman British Lung Foundation, teknik berikut ini dapat kita praktikkan untuk membantu bernapas lega saat gejala menyerang.
Nah, tidurlah menyamping ke arah kiri. Pastikan bantal menyangga kepala dan leher dengan sejajar, tidak terlalu tinggi atau terlalu rendah. Tekuk sedikit lutut kaki yang menempel pada kasur, sementara kaki yang berada di atas biarkan dalam posisi lurus. Posisi ini membantu menstabilkan tubuh dan merilekskan otot dada.
2. Sesak Napas

Jika sering merasa engap atau sesak napas tanpa sebab yang berat, kita bisa melakukan modifikasi sederhana ini saat tidur. Tidur menyamping dengan mengapit bantal guling atau bantal tipis di antara kedua kaki. Hal ini, menjaga tulang belakang tetap lurus dan mengurangi tekanan pada dada.
Pastikan kepala disangga bantal yang nyaman agar saluran napas di leher tetap lurus. Namun, jika lebih nyaman telentang, masih boleh melakukannya dengan syarat khusus, yakni letakkan bantal di bawah lutut agar kaki sedikit tertekuk, untuk merelaksasi otot perut dan diafragma, sehingga napas menjadi lebih ringan.
3. Sleep Apnea
Sleep apnea adalah kondisi di mana napas berhenti sesaat secara berulang, biasanya, sleep apnea ditandai dengan dengkuran atau mengorok. Posisi terbaik mutlak bagi penderita kondisi ini adalah menyamping ke kiri.
Posisi ini memanfaatkan gravitasi untuk menjaga jalan napas tetap terbuka maksimal. Selain itu, karena posisi ini juga melancarkan aliran darah dan mencegah GERD, kualitas tidur kita secara keseluruhan akan meningkat drastis.
Penutup
Tidur bukan sekadar memejamkan mata, tetapi juga tentang memberi kesempatan tubuh untuk memulihkan diri (recovery). Jika kalian atau kerabat memiliki masalah pernapasan, cobalah untuk mulai membiasakan tidur miring ke kiri mulai malam ini.
Selain itu, untuk mendapatkan tidur nyenyak, kita juga bisa berikhtiar dengan produk Herba TDR. Formulasi Myristica fragrans, Centella asiatica, hingga Curcuma xanthorrhiza di dalamnya, terbukti empiris berkhasiat mengatasi gangguan tidur, menenangkan pikiran dan saraf, dan meredakan kelelahan.

