Pola Tidur Berubah, Apa Ramadan Mengganggu Ritme Sirkadian?

Siapa yang jam tidurnya maju-mundur selama puasa? Normalnya, kita tidur nyenyak dari malam sampai pagi, tetapi karena puasa, waktu tidur malam kita terpotong untuk beribadah dan juga sahur. Pertanyaannya, apakah Ramadan mengganggu ritme sirkadian kita?

Banyak yang khawatir perubahan jam tidur ini bakal merusak ritme sirkadian alias jam biologis tubuh kita. Kekhawatiran ini wajar. Ritme sirkadian ibarat alarm alami yang mengatur kapan tubuh harus bangun, tidur, dan merasa lapar.

Nah, kalau ritme ini sampai rusak, efeknya lumayan bikin repot, mulai dari susah fokus, mood gampang hancur, cemas berlebih, sampai daya tahan tubuh yang dapat ikut-ikutan anjlok. Untungnya, kita tak perlu cemas secara berlebihan. Berikut penjelasannya!

Ramadan Tidak Mengganggu Ritme Sirkadian

Efek Bulan Ramadan pada Ritme Sirkadian

Tenang, kalian tidak perlu cemas berlebihan. Menurut Dr. Mirza Hapsari Sakti Titis Penggalih, S.Gz., M.P.H., seorang pakar gizi dan kesehatan dari Universitas Gadjah Mada (UGM), perubahan jam tidur selama bulan Ramadan nyatanya tidak memberikan dampak buruk yang signifikan pada ritme sirkadian kita.

Alasannya cukup melegakan; perubahan ini tidak terjadi secara berkepanjangan. “Waktunya cuma satu bulan,” jelas Dr. Mirza. Nah, menurut Dr. Mirza, tubuh manusia itu super adaptif dengan keadaan. Jadi, pergeseran waktu tidur sementara ini masih dalam batas yang sangat wajar dan bisa ditoleransi dengan baik.

Sebaliknya, Puasa Justru Bagus untuk Kesehatan

Alih-alih mengganggu kesehatan, puasa justru jadi momen servis rutin buat tubuh kita. Saat kita berpuasa selama 12 hingga 14 jam (bahkan lebih di beberapa negara), tubuh kita otomatis mengaktifkan sebuah sistem yang bernama autofagi.

Secara sederhana, autofagi adalah proses bersih-bersih dan daur ulang otomatis di dalam tubuh. Karena lambung kita sedang istirahat serta tidak memproses makanan selama belasan jam, sel-sel tubuh mulai beralih fokus mencari sel-sel yang rusak.

Tubuh menyingkirkan komponen-komponen yang sudah usang tersebut, lalu menggantinya dengan sel baru yang lebih segar. Karena itu, puasa sering banget disebut sebagai momen detoksifikasi alami yang luar biasa, karena selain mendaur ulang sel rusak, ia juga punya banyak benefit lainnya.

  • Membantu menstabilkan kadar gula darah.
  • Meningkatkan sensitivitas insulin, bantu cegah diabetes.
  • Menurunkan kadar kolesterol jahat.
  • Membantu proses pembakaran lemak.

Puasa Juga Bermanfaat dari Sisi Psikologis

Dari segi psikologis, puasa sangat berpengaruh pada kestabilan emosi. Menurut Dr. Mirza, hal ini terjadi lantaran lonjakan gula darah (glukosa) di tubuh kita jauh lebih terkendali. Selain melatih kesabaran secara spiritual, tubuh kita juga secara biologis sedang disetel untuk lebih rileks dan stabil.

“Banjir kanal glukosanya lebih terkendali, jadi kita bisa lebih tenang. Karena otak sedikit kekurangan glukosa, bawaannya menjadi lebih sabar dan tidak gampang tersulut emosi,” terangnya. Hal ini juga selaras dengan anjuran agama untuk menjaga perkataan selama berpuasa.

Gizi Menjadi Kunci Pola Hidup dan Pola Tidur yang Sehat di Bulan Ramadan

Junk Food

Meski puasa punya segudang manfaat, ada satu hal yang pantang dilewatkan, yakni nutrisi. Dr. Mirza mengingatkan jika berpuasa itu pada dasarnya tidak mengurangi kebutuhan nutrisi harian kita, melainkan hanya menggeser jam makannya saja.

Jadi, kebutuhan karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral tubuhmu tetap sama seperti bulan-bulan biasa. “Yang jadi masalah kadang adalah ketidaktahuan kita untuk memenuhi gizi tersebut saat sahur dan berbuka,” pesannya.

Jadi, jangan jadikan kantuk sebagai alasan untuk sahur seadanya, seperti cuma makan mi instan atau minum teh manis saja. Pastikan piring tetap diisi gizi seimbang, pastikan ada karbohidrat kompleks agar kenyang lebih lama, protein untuk cadangan energi, serta serat dari buah dan sayur.

Penutup

Kesimpulannya, kita tidak perlu takut ritme sirkadian berantakan selama bulan Ramadan. Cukup nikmati saja bulan puasa ini, di balik rasa kantuk saat sahur, tubuh sebetulnya sedang melakukan pemulihan dan detoksifikasi besar-besaran agar jadi lebih sehat.

Namun, jika kalian memiliki masalah dengan insomnia, sleep inertia, atau gangguan tidur lainnya selama puasa, Herba TDR bisa menjadi solusinya. Terbuat dari bahan alami Myristica fragrans, Centella asiatica, dan Curcuma xanthorrhiza, yang telah terbukti secara empiris mampu mengobati gangguan tidur.

Produk Herba TDR

IKUTI UPDATE

Masukkan email Anda untuk mengikuti.