Program Diet Butuh Tidur Cukup agar Optimal, Berapa Durasinya?

Makan sudah sehat, olahraga rutin, kalori pun terjaga, tapi angka di timbangan tak kunjung turun juga? Ini adalah masalah yang cukup umum bagi pelaku program diet. Bisa jadi, masalah pada diet yang kurang optimal terletak pada jam tidur kita.

Nah,selama ini diet dan olahraga selalu menjadi fokus utama, padahal tidur juga sama krusialnya. Ketika tidur, tubuh tidak sekadar beristirahat, tapi juga mengatur ulang hormon pengontrol nafsu makan. Inilah yang jarang kita sadari saat menjalani program diet!

Kurang Tidur Bisa Membuat Tubuh Merasa Lapar

Pola Tidur untuk Pelaku Diet

Sadar atau tidak, pada saat kita begadang, kerap muncul hasrat kuat untuk makan dan ngemil. Ternyata, keinginan kuat menyantap makanan saat begadang di jam dua pagi tersebut terjadi bukan karena lemahnya tekad diet kita, melainkan murni reaksi biologis tubuh.

Ulasan dari jurnal Nature menyebutkan dua alasan utama kenapa kurang tidur bisa memicu rasa lapar. Nah, salah satunya, kelelahan akibat kurang tidur membuat pusat kebahagiaan (reward center) di otak bekerja jauh lebih aktif.

Otak yang lelah akan menuntut kebutuhan berupa energi instan dan rasa nyaman. Inilah alasannya kita lebih mengidamkan makanan tinggi kalori, berlemak, dan manis ketimbang kudapan yang sehat. Di saat yang sama, pertahanan otak untuk menolak godaan makanan tersebut juga ikut anjlok.

Alasan kedua adalah melonjaknya produksi ghrelin (hormon lapar) akibat kurang tidur. Pada dasarnya, tubuh kita sedang ditipu untuk merasa lapar, padahal sebenarnya yang kita butuhkan saat itu hanyalah tidur.

Fakta ini sejalan dengan temuan American Journal of Clinical Nutrition yang membuktikan bahwa kurang tidur memicu kebiasaan ngemil karbohidrat di larut malam. Menurut riset dari University of Chicago, konsumsi camilan berlemak juga bisa melonjak hingga dua kali lipat.

Metabolisme Terganggu Akibat Tubuh Kurang Tidur

Risiko Penyakit Obesitas Akibat Begadang

Kurang tidur tak hanya memicu nafsu makan, tetapi juga mengacaukan sistem pencernaan. Peneliti dari University of Chicago menemukan bahwa kurang tidur selama empat hari saja, ternyata sudah cukup untuk membuat metabolisme tubuh menjadi lesu.

Akibatnya, tubuh kesulitan merespons insulin, sehingga lemak tidak dibakar menjadi energi, melainkan menumpuk di dalam tubuh. Nah, jadi meski tidur seharian belum tentu membuat kurus, tetapi kurang tidur hampir pasti merusak metabolisme dan menaikkan berat badan.

Berapa Durasi Tidur yang Ideal saat Program Diet?

Menurut pakar kesehatan tidur dari University of Chicago, Esra Tasali, durasi tidur ideal bagi pelaku diet adalah 8,5 jam, dengan anjuran minimal 7-8 jam per malam untuk orang dewasa. Nah, durasi ini sedikit lebih banyak ketimbang durasi tidur biasanya.

Penambahan durasi tidur ini ternyata berbanding lurus dengan penurunan asupan kalori. Tidak butuh perubahan yang banyak, menambahkan waktu tidur 30 menit saja sudah terbukti secara ilmiah mampu mengurangi konsumsi kalori di keesokan harinya.

Kesimpulannya, jika ingin menjaga atau menurunkan berat badan, perhatikan jadwal tidur juga, jangan hanya porsi makan. Tidur yang cukup adalah fondasi penentu agar diet dan olahraga yang kita jalani bekerja dengan maksimal.

Kita juga bisa berikhtiar mendapatkan kualitas tidur yang baik dengan Herba TDR. Produk herbal dengan formulasi Myristica fragrans, Centella asiatica, dan Curcuma xanthorrhiza ini, punya khasiat untuk mengatasi insomnia dan mampu membantu memperbaiki jam tidur.

Produk Herba TDR

IKUTI UPDATE

Masukkan email Anda untuk mengikuti.