Butuh Bantuan?
5 Kebiasaan Tidur yang Buruk Ini Bisa Bikin Cepat Pikun

Pernah gampang marah, susah fokus, atau kepala pusing setelah kurang tidur? Ternyata, kualitas tidur yang buruk tidak hanya merusak mood dan produktivitas saja. Kalau dibiarkan, tidur yang buruk juga bisa membuat otak kita menua lebih cepat dari usia aslinya dan memicu pikun.
Menariknya, ada beberapa kebiasaan menjelang tidur yang tanpa kita sadari merusak kualitas istirahat kita. Lalu, apa saja kebiasaan yang harus kita hindari supaya otak tetap sehat dan daya ingat terjaga? Mari simak 5 kebiasaan tidur buruk berikut ini!
Tidur yang Buruk Bisa Menurunkan Kinerja Otak

Hal ini terbukti lewat penelitian di jurnal eBioMedicine terhadap lebih dari 27.000 orang dewasa. Orang yang tidurnya berantakan, disebut punya “usia otak” rata-rata satu tahun lebih tua ketimbang usia yang sebenarnya.
Artinya, meski umurnya baru 20-an atau 30-an, otak bisa mengalami penuaan lebih cepat dan memicu risiko pikun di masa depan. Lantas, kebiasaan apa saja yang tanpa sadar merusak otak kita? Nah, para peneliti merangkumnya menjadi 5 tanda bahaya berikut ini!
- Sering begadang, kebiasaan menunda jam tidur ini adalah salah satu penyumbang terbesar penuaan otak.
- Insomnia, yakni kondisi susah tidur meski sudah mencoba berbaring di kasur selama berjam-jam.
- Mendengkur, bisa jadi tanda bahwa suplai oksigen ke otak saat kita tertidur sedang terganggu.
- Kurang tidur, sehingga otak tak punya cukup waktu untuk regenerasi dan memperbaiki sel-sel rusak.
- Mengantuk di siang hari, kondisi ini bisa menjadi sinyal kuat bahwa tidur malam kurang berkualitas.
Nah, setiap kebiasaan buruk di atas akan mengurangi skor atau nilai kualitas tidur kita. Dan parahnya lagi, penelitian menemukan jika lebih dari 50% orang ternyata punya dua sampai tiga kebiasaan buruk ini sekaligus!
Kenapa Kualitas Tidur yang Buruk Bisa Memicu Pikun?
Kuncinya ada pada peradangan. Kurang tidur memicu peradangan pada tubuh yang jika kita biarkan akan merusak sel otak. Akibatnya, kita menjadi lebih gampang lupa dan berisiko lebih tinggi terkena Alzheimer.
Otak kita memang pasti menua seiring bertambahnya usia. Tapi, jangan sampai kebiasaan tidur yang berantakan justru bikin prosesnya jadi lebih cepat. Ingat, tidur yang cukup dan berkualitas sangatlah penting untuk memberi waktu otak beristirahat, menyortir informasi, dan menjaga daya ingat tetap tajam.
Kita juga dapat berikhtiar mendapatkan kualitas tidur yang baik dengan Herba TDR. Produk herbal dengan formula Myristica fragrans, Centella asiatica, dan Curcuma xanthorrhiza ini, berkhasiat untuk mengatasi insomnia dan mampu membantu memperbaiki kualitas tidur tanpa efek samping.

