Jangan Langsung Tidur Setelah Makan, Kenali Dampaknya!

Setelah seharian beraktivitas, tubuh merasa lelah dan ingin segera beristirahat. Tak jarang, makan malam pun dilakukan mepet dengan jam tidur. Rasanya, setelah perut kenyang, mata pun semakin berat. Namun, tahukah kalian? Kebiasaan langsung tidur setelah makan punya dampak negatif yang serius.

Selain memiliki dampak pada kesehatan, langsung tidur sesaat setelah makan juga bisa membuat tidur kurang berkualitas. Lantas, kenapa kebiasaan ini tak dianjurkan? Dan, berapa lama jeda waktu yang ideal antara makan dan tidur? Mari kita bahas selengkapnya!

Dampak Negatif Langsung Tidur Setelah Makan

Ilustrasi Ketika Langsung Tidur Setelah Makan

Melansir dari laman Hello Sehat, antara pola makan dan aktivitas tidur, ada kaitan yang sangat erat. Oleh karena itu, kebiasaan makan kita dapat memengaruhi seberapa baik atau buruk kualitas tidur. Salah satu aturan penting yang perlu kita ingat adalah menghindari langsung tidur setelah makan.

1. Perut Tidak Nyaman & Tidur Terganggu

Saat kita berbaring setelah makan, sistem pencernaan tak bisa bekerja secara optimal. Makanan yang baru masuk ke lambung akan kesulitan tercerna, sehingga memicu beberapa masalah, di antaranya yakni asam lambung naik, perut kembung, atau ketidaknyamanan.

Gravitasi berperan penting dalam menjaga makanan tetap berada di lambung. Saat berbaring, katup antara lambung dan kerongkongan menjadi lebih longgar. Kondisi ini bisa membuat cairan asam lambung lebih mudah naik ke kerongkongan.

Asam lambung yang naik bisa menimbulkan sensasi panas dan perih yang dikenal dengan heartburn atau penyakit asam lambung (GERD). Tentu saja, kondisi ini sangat tidak nyaman dan bisa mengganggu tidur nyenyak.

Selain refluks asam, makanan yang tidak tercerna sempurna juga bisa memicu penumpukan gas. Akibatnya, perut terasa kembung, begah, dan tidak nyaman. Sensasi ini bisa membuat kita bolak-balik terbangun di malam hari, juga berisiko gangguan tidur insomnia dan sleep apnea.

2. Risiko Kenaikan Berat Badan

Makanan adalah sumber energi bagi tubuh. Kalori dari makanan akan dibakar saat kita beraktivitas. Namun, ketika langsung tidur setelah makan, tubuh memasuki mode istirahat. Akibatnya, kalori dari makanan tidak kita gunakan secara efisien.

Sebaliknya, kelebihan kalori tersebut justru akan tersimpan dalam bentuk lemak. Jika kebiasaan ini terus berlanjut, berat badan dapat naik secara drastis, meningkatkan risiko obesitas, kenaikan gula darah, hingga penyakit jantung di kemudian hari.

Jeda Waktu yang Ideal Antara Makan dan Tidur

Planning Jam Makan Malam

Melansir dari laman Hello Sehat, rekomendasi jeda minimal yang cukup adalah 2-3 jam. Jeda ini bisa memberikan waktu yang cukup bagi sistem pencernaan mencerna dan memindahkan makanan dari lambung ke usus kecil.

Dengan demikian, bisa meminimalkan risiko heartburn, perut kembung, dan rasa tidak nyaman yang membuat tidur kurang nyenyak. Selain itu, waktu 2-3 jam tersebut bisa kita manfaatkan untuk beraktivitas ringan agar kalori dari makanan bisa sedikit terpakai.

Tips Menghindari Gangguan Tidur Sehabis Makan

Tidur setelah makan berdampak buruk bagi kesehatan tubuh, mulai dari gangguan pencernaan, gangguan tidur, hingga risiko timbulnya penyakit di kemudian hari. Agar kebiasaan ini tidak lagi merusak kesehatan, berikut beberapa tips praktis yang bisa kita terapkan.

  • Usahakan untuk makan malam setidaknya 3 jam sebelumnya. Jika kita biasa tidur pukul 10 malam, cobalah makan malam paling lambat pukul 7 malam. Jeda ideal sebenarnya 4-5 jam dan bisa disisipi camilan jika merasa lapar.
  • Jika kita tidur larut dan merasa lapar di malam hari, ngemil diperbolehkan, asalkan pilih camilan yang sehat. Camilan ringan seperti yoghurt, buah, atau segenggam kacang bisa menjadi pilihan. Pastikan ngemil dilakukan sekitar 1-2 jam sebelum tidur dan tidak dalam porsi besar.
  • Setelah makan malam, hindari langsung duduk atau berbaring. Manfaatkan jeda waktu sebelum tidur untuk melakukan aktivitas ringan, misalnya berjalan sejenak, mencuci piring, peregangan ringan, hingga membaca buku.

Untuk mengatasi gangguan tidur, penderita juga bisa memanfaatkan suplemen herbal Herba TDR. Terformulasi dari Centella asiatica dan Myristica fragrans, herbal ini terbukti secara empiris mampu meredakan insomnia, menenangkan pikiran, mengatasi capek, dan menjaga daya tahan tubuh.

Produk Herba TDR

IKUTI UPDATE

Masukkan email Anda untuk mengikuti.