Butuh Bantuan?
Ternyata Penataan Kamar yang Salah Bisa Bikin Insomnia

Tanpa sadar, kamar yang seharusnya jadi tempat melepas penat, justru bisa berubah jadi sumber penyebab susah tidur. Entah karena pencahayaannya, peletakan posisi, hingga sekadar adanya tumpukan saja, semua kesalahan penataan kamar ini ternyata bisa bikin insomnia.
Nah, di artikel ini kita akan bahas berbagai kesalahan penataan kamar yang sering dianggap sepele, tapi ternyata punya dampak besar terhadap kualitas tidur. Siapa tahu, tanpa kita sadari, salah satunya sedang terjadi di kamar kita sendiri.
Penataan Kamar yang Bisa Bikin Insomnia
Kamar seharusnya menjadi tempat yang nyaman untuk tidur. Namun, beberapa orang mungkin akan merasa sumpek jika penataan kamar kurang rapi. Nah, berikut ini adalah beberapa kesalahan penataan kamar yang bisa bikin insomnia.
1. Kamar Berantakan

Banyak dari kita yang menjadikan kamar tidur bukan hanya sebagai tempat istirahat, tetapi juga sebagai tempat penyimpanan barang pribadi. Pakaian kotor menumpuk di kursi, dokumen kerja berserakan di meja, hingga barang-barang kecil yang memenuhi lantai, kadang jadi hal yang lazim.
Seorang spesialis kesehatan jiwa dari University of Maryland School of Medicine, dr. Emerson Wickwire, menjelaskan bahwa kamar yang berantakan ini, dapat langsung membuat kita susah tidur. Lantas, kenapa hal tersebut bisa terjadi?
Karena secara psikologis, melihat kekacauan di sekitar memang bisa merusak mood dan membuat otak terus memikirkan hal-hal yang belum selesai. Nah, coba untuk meluangkan waktu 5 menit setiap malam sebelum tidur untuk merapikan barang-barang yang berserakan, agar pikiran jadi tenang.
2. Warna Dinding yang Mencolok
Kamar kita mungkin sudah rapi, tapi coba perhatikan warna dinding atau wallpaper-nya. Menggunakan warna-warna neon atau merah menyala memang terlihat ceria, tapi warna-warna ini justru menstimulasi otak agar tetap waspada, sehingga mengganggu proses transisi menuju tidur.
Sebaiknya, pilih warna-warna yang lebih sejuk dan menenangkan, misalnya biru pastel, hijau daun, atau tone warna bumi. Nah, jika suka kamar yang memiliki nilai seni, Cynthia Spence, seorang desainer interior di San Francisco, menyarankan agar berkreasi dengan kombinasi tekstur, ketimbang warna mencolok.
Misalnya, padukan ranjang kayu dengan meja samping berbahan rotan atau karpet berbulu halus. Dengan ini, kamar tetap estetik, dan kita pun bisa tidur nyenyak. Hal ini bisa kita lakukan tanpa menggunakan warna-warna mencolok.
3. Kualitas Kasur Sudah Menurun
Tanpa kita sadari, kasur yang sudah kehilangan bentuk aslinya atau terasa keras bisa menjadi sebab sering terbangun di malam hari. Jika kasur sudah mulai kurang nyaman, sangat direkomendasikan untuk menggantinya.
Opsi kasur terbaik untuk istirahat adalah yang memiliki kontur pas (tidak terlalu keras, tapi juga tidak terlalu amblas) untuk menopang tulang belakang. Hal ini bahkan ditegaskan juga oleh Robert Rosenberg dari Sleep Disorders Center, yang mengatakan bahwa postur yang salah bisa menghilangkan manfaat tidur yang optimal.
4. Salah Pilih Bahan Seprai

Banyak orang sering meremehkan kain yang membalut kasur mereka. Padahal, seprai bersentuhan langsung dengan kulit semalaman penuh. Seprai dari bahan sintetis yang kasar atau memerangkap panas tentu bisa bikin tubuh gelisah.
Karena itu, utamakan jenis seprai yang nyaman. Pilihlah kain dengan bahan katun yang lembut dan mampu menyerap keringat dengan baik, linen untuk sirkulasi udara yang bagus, atau bahan satin jika mencari sensasi yang sejuk di kulit.
5. Suhu Kamar Kurang Ideal
Suhu ruangan adalah salah satu kunci tidur nyenyak. Karena secara biologis, tubuh kita perlu menurunkan suhunya sedikit agar bisa memproduksi hormon melatonin (hormon yang memicu rasa kantuk).
Menurut studi, suhu kamar terbaik rata-rata berada di kisaran 18-22 derajat Celcius. Meski dr. Aparajitha Verma dari Houston Methodist Hospital di Texas mengatakan bahwa suhu ideal setiap orang bisa berbeda-beda. Hanya saja, intinya atur supaya tidak menggigil kedinginan ataupun sumpek berkeringat.
6. Kamar Gagal Meredam Bising
Tinggal di area padat penduduk, dekat jalan raya, atau punya tetangga yang hobi menyetel musik keras malam-malam? Nah, suara bising ialah penyebab terganggunya fase-fase tidur dalam (deep sleep). Kamar yang gagal meredam bising ini, kadang bisa bikin insomnia.
Jika kamar kita berada di area yang rentan kebisingan, kita bisa menyiasatinya tanpa harus pindah rumah. Pasanglah lapisan gabus, panel busa peredam suara (acoustic foam) di dinding, gunakan gorden kain yang tebal, atau earplug untuk membantu meredam suara dari luar.
Penutup
Penderita insomnia dan gangguan tidur juga bisa memanfaatkan Herba TDR yang diramu dari bahan alami Myristica fragrans dan Centella asiatica, yang terbukti mampu membantu tidur lebih nyenyak tanpa efek samping.
Banyak studi juga menyebutkan bahwa Myristica fragrans dan Centella asiatica mampu meningkatkan rasa peka terhadap neurotransmitter penghambat, membuat saraf dan otak rileks, sehingga bisa membantu meredakan insomnia.

