Butuh Bantuan?
3 Dampak Negatif Rutinitas Tidur Dekat HP untuk Kesehatan

Kebiasaan membawa HP ke atas kasur memang sudah jadi rutinitas banyak orang. Alasannya beragam, entah supaya tak ketinggalan update penting, hingga yang sepele seperti untuk alarm bangun tidur. Padahal, rutinitas tidur dekat HP ini, punya dampak negatif untuk kesehatan.
Dampak Negatif Rutinitas Tidur Dekat HP
Membawa HP saat tidur, apa pun alasannya, ternyata punya efek domino yang tidak main-main. Nyatanya, ada sejumlah efek yang sering tidak kita sadari. Berikut ialah tiga dampak utama yang bisa terjadi pada tubuh!
1. Mendadak Insomnia

Pernah merasa badan sudah capek, tetapi mata tetap tidak mau terpejam? Bisa jadi, HP adalah pelakunya. Layar HP dan gadget lainnya memancarkan cahaya biru (blue light). Nah, cahaya biru ini pada dasarnya mampu mengelabui otak kita.
Tubuh secara alami akan memproduksi hormon melatonin (hormon pemicu kantuk) saat kondisi gelap. Ketika kita menatap layar HP atau meletakkannya di dekat mata, cahaya birunya akan membuat otak berpikir bahwa hari masih siang. Akibat dari hal tersebut, produksi melatonin jadi terhambat.
2. Tidur Tidak Berkualitas
Bisa tidur dengan cepat bukan berarti kualitas tidurnya terjamin. Beberapa institusi di Swedia dan Amerika Serikat menemukan riset ilmiah menarik, orang yang sering terpapar radiasi HP terbukti butuh waktu jauh lebih lama untuk bisa masuk ke fase tidur lelap (deep sleep).
Sebuah studi di Arab Saudi pada tahun 2020 juga mengonfirmasi dampak negatif tidur dekat HP yang sama. Orang yang terbiasa bermain HP lebih dari 8 jam sehari dan membiarkannya di dekat kasur saat tidur, mayoritas terbukti memiliki kualitas tidur yang buruk.
3. Risiko Penyakit di Masa Depan
Menurut World Health Organization (WHO), radiasi elektromagnetik yang dipancarkan oleh HP bersifat karsinogenik, artinya memiliki potensi memicu risiko kanker pada manusia. Ini menjadi salah satu dampak negatif jangka panjang jika rutinitas tidur dekat HP terus berlanjut.
Penggunaan HP dalam intensitas tinggi dan jarak yang terlalu dekat dengan kepala secara terus-menerus diduga berkaitan dengan risiko kanker glioma dan tumor otak. Meski saat ini, para ahli masih terus melakukan studi lanjutan untuk memastikan seberapa besar efek radiasinya.
Cara Mengatasi Gangguan Tidur karena Paparan HP

Menghindari layar 100% itu mustahil. Bagaimana pun juga, kita semua butuh gadget untuk tugas sekolah dan kehidupan sosial. Karena itu, para ahli tidak menyarankan patokan jam yang kaku, melainkan mendorong kita untuk membuat jadwal yang lebih bijak di rumah.
Jadwal ini tentu harus mencakup batasan yang jelas soal screen time, tetapi juga memberi waktu yang cukup untuk aktivitas sehat lainnya (semisal tidur, waktu keluarga, tugas, atau olahraga). Nah, berikut adalah beberapa strategi yang bisa kalian terapkan.
- Sepakati jam-jam kapan semua layar harus mati. Dorong kita untuk mengurangi penggunaan layar lebih awal jika memungkinkan.
- Patuhi jam tidur yang sesuai usia. Remaja dan dewasa butuh 8 hingga 10 jam tidur berkualitas setiap malam.
- Jaga agar kamar tetap sejuk, gelap, dan tenang. Redupkan layar gadget, aktifkan night mode atau filter blue light.
- Ciptakan rutinitas menenangkan lain untuk menggantikan scrolling. Misalnya, membaca buku fisik.
- Jika bisa, jadikan kamar sebagai zona bebas HP. Idealnya, kamar tidur hanya untuk tidur.
- Jika alasan menggunakan HP saat tidur untuk alarm, cobalah ganti dengan jam weker.
- Jika terpaksa harus menaruh HP di kamar, biasakan taruh dalam keadaan mode pesawat aktif.
Selain metode di atas, untuk mengusir insomnia, kita bisa berikhtiar dengan Herba TDR. Formulasi Myristica fragrans, Centella asiatica, serta Curcuma xanthorrhiza di dalamnya, terbukti empiris berkhasiat mengobati insomnia, menenangkan pikiran dan saraf, dan meredakan kelelahan.

