Mendadak Lemas, Kurang Tidur Bisa Menyebabkan Stroke Ringan

Kebiasaan menunda tidur, entah buat maraton series, main game, atau sekadar scrolling media sosial, diam-diam bisa memicu gangguan kesehatan yang serius. Meski tampak sepele, nyatanya kurang tidur bisa menyebabkan gejala berbahaya seperti stroke ringan.

Inilah yang dijelaskan oleh dokter spesialis neurologi bernama Dr. Chandana R. Gowda, melansir dari detikHealth. Istilah psikologinya revenge bedtime procrastination. Yakni, di saat kita sengaja balas dendam, mengambil jatah tidur malam demi menebus waktu luang yang hilang di siang hari.

Gejala Stroke Ringan Akibat Kurang Tidur yang Berbahaya

Kurang Tidur Menyebabkan Stroke Ringan

Banyak yang merasa tubuhnya kebal dari kebiasaan kurang tidur ini. Padahal, Dr. Chandana R. Gowda menjelaskan bahwa kurang tidur berkepanjangan dapat memicu terjadinya Transient Ischemic Attack (TIA) atau yang lazim kita kenal dengan stroke ringan.

Stroke ringan ini terjadi di saat aliran darah ke otak terhambat sementara waktu. Sayangnya, karena efeknya hanya sebentar, gejalanya terkadang menipu. Banyak orang terkecoh dan menganggapnya sekadar efek kelelahan atau masuk angin biasa. Padahal, TIA punya gejala klinis yang biasanya muncul mendadak.

  • Mati rasa atau kelemahan yang terjadi pada satu sisi tubuh.
  • Gangguan berbicara, mendadak cadel, atau kesulitan merangkai kata.
  • Penglihatan yang tiba-tiba menjadi kabur atau ganda.
  • Rasa kebingungan yang muncul dalam waktu singkat.

Meskipun gejalanya sering kali hilang dalam hitungan menit atau jam, Dr. Gowda mengingatkan agar kita tidak meremehkannya. TIA ibarat alarm darurat dari tubuh yang menandakan bahwa tubuh kita berisiko tinggi terkena serangan stroke yang jauh lebih parah di kemudian hari.

Kenapa Kurang Tidur Berisiko Menyebabkan Stroke?

Melatih Tubuh untuk Tidur Lebih Awal

Saat terus-terusan kurang tidur, tubuh sebenarnya sedang stres dan memproduksi hormon stres tanpa henti. Dan efeknya bisa beruntun; tekanan darah jadi tidak stabil, peradangan tubuh meningkat, dan metabolisme menjadi kacau. Rangkaian masalah inilah yang akhirnya menyumbat aliran darah ke otak.

Parahnya lagi, kebiasaan kurang tidur sering kali merembet ke kebiasaan buruk lainnya. Akibat kurang tidur di malam hari, orang jadi cenderung bergantung pada kafein berlebih di siang harinya, hingga malas gerak dan lebih tergoda ngemil makanan manis atau berlemak demi mendongkrak energi.

Tips Memutus Kebiasaan Buruk Kurang Tidur

Untuk memutus pola kurang tidur, mencegah stroke ringan, dan menjaga kesehatan otak serta pembuluh darah, ada beberapa langkah sederhana yang bisa mulai kita terapkan malam ini. Berikut adalah cara memutus kebiasaan kurang tidur.

  • Usahakan untuk tidur dan bangun di jam yang sama setiap harinya, bahkan di akhir pekan.
  • Kurangi paparan cahaya biru dari layar gadget setidaknya 45 menit sebelum memejamkan mata.
  • Hindari mengonsumsi kafein, alkohol, atau makanan berat ketika sudah mendekati jam tidur.
  • Rutin berolahraga di sore atau pagi hari, serta gunakan cara yang sehat untuk mengelola stres.
  • Periksa tekanan darah, gula darah, serta kolesterol berkala untuk memantau kondisi tubuh.

Tubuh kitabutuh waktu untuk memperbaiki sel-sel yang rusak. Memberikan hak istirahat yang cukup bagi tubuh adalah investasi kesehatan terbaik yang bisa terus kita lakukan hari ini. Istirahat yang cukup akan memastikan kinerja tubuh tetap optimal.

Selain metode tersebut, kita juga bisa berikhtiar mendapatkan kualitas tidur yang baik dengan Herba TDR. Produk herbal dengan formulasi Myristica fragrans, Centella asiatica, dan Curcuma xanthorrhiza ini, punya khasiat untuk mengatasi gangguan sulit tidur dan membuat rileks tubuh.

Produk Herba TDR

IKUTI UPDATE

Masukkan email Anda untuk mengikuti.