Memantau Pola Tidur Sehat dengan Smartwatch, Ini Caranya!

Sudah tidur delapan jam tapi saat bangun masih terasa lelah? Bisa jadi, kualitas tidur kita lah yang bermasalah. Untungnya, sekarang sudah ada smartwatch yang bisa melacak data tidur kita dengan detail. Nah, memantau pola tidur dengan smartwatch ternyata tidak begitu sulit.

Pada dasarnya, smartwatch memantau tidur lewat dua hal, yakni pendeteksi gerakan dan sensor detak jantung. Berbagai studi telah membuktikan alat ini cukup akurat (di atas 85%) untuk sekadar mencatat total durasi dan mengukur fase tidur.

Namun harus diakui, deretan grafik dan angka dari smartwatch memang kerap kali malah bikin tambah bingung. Bukannya paham, kita justru semakin kebingungan menentukan data mana yang sebenarnya harus kita baca. Belum lagi, keraguan apakah datanya valid atau tidak.

Baca Polanya, Bukan Sekadar Angkanya Saja!

Memantau Pola Tidur dengan Smartwatch

Kebingungan dan keraguan ini sangat wajar. Vishal Dasani, seorang certified sleep and recovery coach, menyadari hal tersebut namun belia tetap menekankan bahwa teknologi smartwatch saat ini sudah sangat canggih dan cukup bisa kita andalkan.

Nah, sekalipun kita tidak percaya 100 persen pada angka mutlaknya, manfaat utama perangkat ini justru ada pada kemampuannya memantau pola tidur yang ada. Data yang terekam oleh smartwatch bisa memberi gambaran perilaku tidur dan misalignment yang terjadi.

“Salah satu prioritas dalam sleep coaching adalah konsistensi jadwal tidur,” ungkap Coach Vishal. Dari smartwatch, pengguna bisa memantau dengan mudah apakah rutinitas tidur mereka sudah selaras dengan jam biologis secara konsisten atau belum.

Cara Mudah Memantau Data Tidur dengan Smartwatch

Alat ini biasanya mencatat durasi, tidur ringan, tidur lelap, hingga detak jantung, Sp02 serta data-data lainnya. Lantas, data apa yang paling penting? Daripada pusing membedah semua angka-angkanya, cukup fokus pada dua indikator utama berikut.

1. Sleep Score

Setiap pagi, kebanyakan smartwatch akan menampilkan sleep score dalam skala 1 sampai 100. Angka ini sebenarnya adalah rangkuman dari beberapa hal; durasi total, seberapa sering kita terbangun di tengah malam, dan apakah porsi tidur nyenyak kita sudah cukup atau belum.

Jika skor yang kita dapatkan terus-menerus rendah, itu adalah tanda bahwa ada ketidakselarasan antara jadwal tidurnya dengan jam biologis tubuh. Cara mengatasinya cukup sederhana, yakni biasakan tidur dan bangun di jam yang sama setiap hari, bahkan di akhir pekan sekalipun.

2. Heart Rate Variability (HRV)

Selain sleep score, indikator penting lainnya menurut Coach Vishal adalah Heart Rate Variability (HRV) atau variabilitas denyut jantung. Meskipun terdengar medis, fungsinya sangat sederhana. “HRV ini menunjukkan apakah tubuh kita sedang stres atau tidak,” jelas Coach Vishal.

Singkatnya, nilai HRV akan turun saat tubuh kelelahan atau kurang istirahat. Jika smartwatch mencatat angka HRV yang rendah di pagi hari, ini tandanya tubuh belum pulih sepenuhnya. Pada hari itu, sebaiknya kurangi aktivitas berat dan luangkan sejumlah waktu untuk beristirahat.

Penutup

Intinya, memakai smartwatch untuk memantau tidur bertujuan agar kita lebih peka dengan tubuh sendiri. Nah, kita bisa menjadikan fitur ini sebagai asisten pribadi untuk mengetahui secara global apakah tidurnya sudah berkualitas atau belum.

Nah, jika kalian punya masalah dengan gangguan tidur, cobalah bantu tubuh supaya lebih rileks dengan Herba TDR. Formula Centella asiatica, Myristica fragrans, dan Curcuma xanthorrhiza di dalamnya terbukti secara empiris ampuh mengatasi insomnia dan gangguan tidur.

Produk Herba TDR

IKUTI UPDATE

Masukkan email Anda untuk mengikuti.