Butuh Bantuan?
Efek Samping Pemakaian Obat Kimia Tidur dalam Jangka Panjang

Sulit tidur atau insomnia memang cukup mengganggu. Malam hari terasa panjang, sementara keesokan harinya tubuh terasa lelah, kurang fokus, dan produktivitas juga turut menurun. Tak heran, banyak orang memilih jalan pintas dengan meminum obat kimia tidur dengan ragam potensi efek samping.
Saat ini, ada banyak sekali jenis obat tidur yang dijual di pasaran, seperti Eszopiclone, Zaleplon, Zolpidem, Ramelteon, hingga Triazolam. Obat-obatan ini memang bisa membuat tubuh mudah terlelap. Namun, tahukah kalian, penggunaan obat tidur secara terus-menerus dalam jangka panjang bisa menimbulkan efek samping?
Efek Samping Ringan Obat Kimia Tidur

Efek samping ini biasanya muncul di awal-awal penggunaan obat tidur dan bisa saja berbeda-beda pada setiap orang. Kebanyakan bersifat ringan, tetapi tetap perlu kita waspadai. Pada dasarnya, setiap obat tidur memiliki efek samping yang berbeda-beda.
Obat tidur bisa memengaruhi pernapasan, sehingga kurang cocok, bahkan terkadang berbahaya bagi kita yang memiliki riwayat penyakit paru, seperti asma atau PPOK. Selain itu, obat tidur bekerja dengan memengaruhi saraf, ia bisa saja menimbulkan sensasi kesemutan di tangan dan kaki, serta sakit kepala.
Penggunaan obat tidur, terkadang juga menyebabkan perubahan nafsu makan, mulas, sakit perut, bahkan konstipasi atau diare. Jika konsumsi obat tidur dilakukan pada momen yang tidak tepat, kita juga mungkin merasa sulit fokus sepanjang hari setelahnya, memori jangka pendek pun bisa ikut terganggu.
Namun, meskipun efek ini sifatnya ringan, jika efek samping ini terus berlanjut, ada baiknya untuk berhenti meminum obatnya dan berkonsultasi kembali dengan dokter. Hal ini, supaya dokter bisa melakukan diagnosis dan memberi alternatif yang lebih aman.
Efek Samping Serius Obat Kimia Tidur
Selain efek ringan di atas, ada beberapa efek samping serius yang bisa berbahaya jika tidak tertangani dengan serius. Melansir dari laman Hello Sehat, ada efek samping yang serius dari obat kimia tidur yang perlu kita waspadai.
1. Parasomnia

Parasomnia adalah gangguan perilaku tidur yang sangat aneh dan bisa berbahaya. Obat tidur, terutama dengan dosis tinggi, bisa membuat kita melakukan berbagai hal di luar kesadaran saat tertidur. Contohnya, berjalaan dan bicara saat tidur, atau makan saat tidur.
Kondisi ini sangat berisiko, tak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk orang lain. Untuk itu, pastikan meminum obat tidur dengan dosis yang sesuai anjuran dokter. Biasanya, dokter akan meresepkan dosis yang sesuai dengan kondisi kita.
2. Reaksi Alergi

Beberapa orang, terkadang mengalami reaksi alergi setelah mengonsumsi obat tidur tertentu. Jika demikian, sebaiknya untuk memeriksakan diri kembali ke dokter. Hal ini, bisa terjadi jika tubuh tidak cocok dengan obat tersebut. Kondisi ini bisa muncul dengan tanda-tanda.
- Pembengkakan pada wajah, bibir, atau lidah.
- Sesak napas dan nyeri dada.
- Sulit menelan dan suara menjadi serak.
- Munculnya ruam merah dan rasa gatal di kulit.
3. Kecanduan Obat Tidur
Ini adalah salah satu efek samping paling serius dari penggunaan obat tidur jangka panjang dan tanpa pengawasan ahli. Awalnya, obat tidur mungkin sangat efektif dan mujarab, tetapi seiring waktu, dosis yang sama tidak lagi mempan.
Dampak kecanduan obat tidur, bisa memengaruhi fisik dan mental. Pada fisik, tubuh bisa saja kehilangan koordinasi motorik, vertigo, bahkan kesulitan untuk mengingat sesuatu. Pada mental, ia bisa memicu kecemasan saat mendekati jam tidur, membuat kita merasa tak bisa tidur tanpa obat.
Melansir dari Sleep Foundation, kondisi ini jika sudah terjadi akan sulit membaik. Oleh karena itu, indari penggunaan obat tidur dalam jangka panjang dan tanpa saran dari dokter. Lebih baik lagi, selalu tanya efek samping dari obat-obatan yang dokter resepkan.
Penutup
Ingat, sebagian besar obat tidur hanya diresepkan untuk jangka pendek, biasanya di rentang beberapa hari atau minggu saja. Penggunaan berbulan-bulan jelas termasuk dalam penyalahgunaan obat dan berpotensi menimbulkan efek samping yang serius.
Saat menderita gangguan tidur, jangan langsung mengandalkan obat kimia. Ada banyak cara lain yang lebih aman untuk meningkatkan kualitas tidur, misalnya, perbaiki pola tidur yang teratur, terapkan sleep hygiene, hingga berolahraga secara rutin.
Alternatif lainnya, kita bisa memanfaatkan obat tidur herbal yang diformulasi dari bahan-bahan alami. Herba TDR terbuat dari Myristica fragrans dan Centella astiaca, berkhasiat mengatasi gangguan tidur dengan mekanisme yang lebih alami, minim efek samping, dan tidak menyebabkan ketergantungan.

