Butuh Bantuan?
Terkena Insomnia? Penyebabnya Mungkin Kurang Olahraga

Entah karena terlalu banyak pikiran, dikejar deadline, atau sekadar stres, tubuh terkadang mengalami insomnia. Tidak jarang, kita juga sering menyalahkan kopi, screen time berlebih, hingga rasa stres saat mata sulit terlelap. Padahal, kurang olahraga, ternyata juga bisa menyebabkan insomnia.
Para peneliti membuktikan bahwa rutinitas fisik yang sering kita abaikan ini, ternyata menjadi salah satu faktor kunci dalam melawan insomnia. Dalam studi, orang yang kurang aktif terbukti berisiko lebih tinggi terkena kesulitan tidur yang berkepanjangan.
Temuan Membuktikan Bahwa Kurang Olahraga Menyebabkan Insomnia

Kaitan antara kurang gerak dan sulit tidur, bukanlah sekadar asumsi semata. Simpulan ini muncul dari sebuah temuan. Sebuah studi dari University of Georgia mencoba menganalisis lebih dari 8.000 pria dan wanita, berusia 20 hingga 85 tahun, selama kurang lebih 35 tahun.
Mengutip dari laman detikHealth, para peneliti menemukan pola yang jelas dari temuan tersebut. Waktu olahraga yang kurang, terbukti memengaruhi kualitas tidur para partisipan yang terlihat. Ternyata, sulitnya proses tidur ada kaitannya dengan kebugaran tubuh.
Menurut salah satu peneliti, Rodney Dishman, Ph.D, studi mereka menunjukkan bahwa tidak rutin olahraga menyebabkan penurunan kebugaran. Penurunan hampir 2% pada pria dan 4% pada wanita ini berhubungan langsung dengan sulitnya proses tidur mereka.
Penurunan kebugaran para partisipan (terutama pada usia 40-60 tahun) terjadi karena mereka tidak membiasakan diri berolahraga sesuai rekomendasi, yakni 150 menit dalam seminggu. Padahal, aktivitas fisik adalah faktor utama yang membuat kualitas tidur makin baik.
Kenapa Rutin Olahraga Bisa Membuat Kualitas Tidur Makin Baik?

Lantas, kenapa aktivitas fisik bisa menjadi booster alami yang baik bagi kebutuhan tidur kita? Ternyata, olahraga memiliki efek yang melibatkan beberapa mekanisme di tubuh dan otak kita. Efek dari mekanisme tersebut, tubuh akan lebih mudah terlelap dan kualitas tidur turut meningkat.
Olahraga adalah pereda stres yang luar biasa. Saat kita berolahraga, tubuh menghasilkan hormon serotonin dan endorfin. Serotonin, yang sering disebut hormon bahagia, membantu menenangkan rasa cemas (penyebab utama insomnia). Otak menjadi lebih rileks dan siap untuk beristirahat.
Olahraga juga meningkatkan suhu inti tubuh kita. Setelah sesi olahraga selesai, suhu tubuh akan menurun drastis. Penurunan suhu ini berfungsi sebagai sinyal alami bagi tubuh bahwa sudah waktunya untuk tidur, ia membantu mengatur ritme dan jam biologis tubuh kita.
Secara sederhana, ketika kita menghabiskan energi secara fisik di siang hari, tubuh akan benar-benar membutuhkan istirahat yang lebih dalam dan berkualitas di malam hari. Ini bisa memastikan tubuh tidur lebih cepat dan menjembatani siklus tidur nyenyak (deep sleep) yang lebih lama.
Cara Mengatasi Insomnia dengan Jadwal Olahraga yang Minim

Profesor Dishman dan para ahli sepakat bahwa kita tidak perlu menjadi atlet untuk bisa mendapatkan manfaat tidur dari olahraga. Yang penting adalah konsistensi dan usaha mencapai durasi minimal 150 menit olahraga dalam seminggu.
Nah, jika kalian merasa terlalu sibuk untuk menyempatkan olahraga secara formal, Profesor Dishman menyarankan untuk fokus pada aktivitas sederhana yang bisa kita selipkan dalam keseharian. Tips fisik berikut ini, bisa kita praktikkan untuk mengatasi insomnia.
- Sempatkan melakukan aktivitas fisik sedang seperti berjalan cepat 2,5 jam seminggu (total 150 menit). Bisa kita pecah menjadi 30 menit selama 5 hari.
- Coba kombinasikan jalan cepat dengan olahraga yang lebih berat (misalnya latihan beban atau lari ringan) untuk hasil yang maksimal.
- Lebih baik melakukan 15 menit olahraga setiap hari secara konsisten daripada 3 jam sekaligus di akhir pekan. Agar tubuh cukup lelah untuk tidur.
- Hindari olahraga intensif terlalu dekat dengan waktu tidur (misalnya 1 hingga 2 jam sebelumnya), lebih baik lakukan di sore hari saja.
Olahraga bukan cuma ikhtiar untuk menjaga berat badan saja, ia juga mampu mengatasi insomnia. Namun, jika kalian sudah rutin melakukan olahraga, tetapi insomnia tetap menghantui, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter agar mendapatkan terapi yang tepat.
Selain menerapkan cara-cara di atas, kita juga bisa mengusir insomnia dengan Herba TDR. Formulasi Myristica fragrans, Centella asiatica, dan Curcuma xanthorrhiza di dalamnya, terbukti empiris berkhasiat mengobati insomnia serta mampu menenangkan pikiran dan saraf.

