6 Ciri-Ciri Tubuh yang Kurang Tidur, Termasuk Gampang Stres

Tidur sebenarnya adalah salah satu aktivitas paling tubuh butuhkan. Namun, jujur saja, seberapa sering kita mengabaikannya? Nah, saat kita kurang tidur, tubuh tidak langsung diam begitu saja, ada ciri-ciri yang tampak khas pada tubuh yang kurang tidur.

Ya, tubuh akan mengirimkan berbagai sinyal peringatan sebelum dampaknya benar-benar merusak kesehatan kita. Jadi, kalian perlu lebih peka memperhatikan tanda-tanda ini. Untuk itu, mari kita kenali apa saja karakteristik yang menandakan tubuh perlu tidur yang cukup.

Ciri-Ciri Tubuh Kurang Tidur

Kita semua tahu bahwa tidur penting untuk menjaga kondisi fisik. Setelah tidur nyenyak, biasanya tubuh akan terasa kembali berenergi. Kenapa? Karena saat terlelap, korteks (bagian otak yang menyimpan memori dan bahasa) akan beristirahat dari indra penglihatan dan pendengaran, lalu masuk ke mode pemulihan.

Tidur yang cukup akan memperbaiki kondisi fisik dan mental agar kita siap beraktivitas kembali. Rata-rata, manusia membutuhkan waktu tidur sekitar 7 sampai 8 jam per hari. Menurut studi, kebiasaan kurang tidur ini berkaitan erat dengan tekanan psikologis dan risiko penyakit serius.

Sering kali, kita mengorbankan waktu berharga ini demi mengejar deadline, tugas kuliah, atau sekadar asyik bermain HP untuk berselancar di media sosial. Lantas, apa saja tanda tubuh kita sudah mulai protes karena kurang istirahat? Berikut penjelasannya.

1. Brain Fog (Gampang Lupa)

Gampang Lupa, Salah Satu Ciri-Ciri Kurang Tidur

Tidur tidak hanya mengembalikan energi fisik saja, tetapi juga krusial bagi otak kita dalam memproses ingatan. Kurang tidur dapat memengaruhi kemampuan kognitif, termasuk cara kita belajar, berpikir, hingga memecahkan masalah.

Apakah kalian pernah merasa sulit sekali berkonsentrasi atau mendadak lupa meletakkan barang? Itu tandanya otak kita sedang kelelahan. Kurang tidur membuat kita kesulitan menyerap informasi baru secara efektif, sehingga apa yang sudah kita pelajari atau rencanakan bisa hilang begitu saja dari ingatan.

2. Emosi Tidak Stabil dan Stres

Pernahkah kalian merasa sangat sensitif, mudah marah, atau sedih tanpa alasan yang jelas? Kurang tidur membuat kemampuan kita mengelola emosi menjadi kacau. Kita mungkin menjadi lebih reaktif dan sulit berpikir jernih sebelum bertindak.

Hubungan antara tidur dan kesehatan mental ibarat lingkaran setan. Sulit tidur sering kali disebabkan oleh stres atau depresi, namun kurang tidur itu sendiri juga bisa memicu depresi. Keduanya saling berkaitan erat. Jika emosi kalian terasa meledak-ledak, itu bisa jadi sinyal otak kalian butuh istirahat.

3. Berat Badan Tiba-Tiba Naik

Foto Burger

Sedang menjaga pola makan tapi berat badan malah naik? Coba cek jam tidurnya. Saat kurang tidur, tubuh kita cenderung memproduksi lebih banyak hormon ghrelin (yang bisa memicu rasa lapar) dan hanya sedikit memproduksi hormon leptin (yang memicu rasa kenyang).

Selain itu, rasa lelah akibat begadang membuat kesadaran kita terhadap makanan menurun. Kita jadi tidak memperhatikan apa dan seberapa banyak yang kita makan. Yang lebih parah, ia juga memicu keinginan (craving) untuk menyantap makanan tinggi lemak dan karbohidrat.

Studi yang dilansir oleh laman Hello Sehat, menunjukkan bahwa seseorang yang tidur kurang dari 6 jam per hari berisiko lebih tinggi mengalami obesitas ketimbang seseorang yang tidurnya cukup. Faktor hormon juga berbanding lurus, saat jarang tidur, maka kita punya lebih banyak waktu untuk makan.

4. Gampang Terkena Sakit

Sistem kekebalan tubuh kita bekerja maksimal saat kita tidur dengan memproduksi sitokin, yaitu protein yang bertugas melawan infeksi dan peradangan. Jika waktu tidur berkurang, produksi sitokin ini akan terganggu. Akibatnya, pertahanan tubuh kita berangsur melemah.

Sebuah studi menemukan fakta menarik, seseorang yang tidur kurang dari 7 jam per hari memiliki risiko tiga kali lebih besar terkena demam atau flu dibandingkan mereka yang tidurnya 8 jam atau lebih. Jadi, jika ciri-ciri kurang tidur ini ada di kalian, mungkin kasur adalah obat terbaiknya.

5. Kulit Kusam dan Mudah Jerawatan

Muncul Jerawat Akibat Kurang Tidur

Istilah beauty sleep itu bukan mitos. Tidur yang cukup memungkinkan kulit melakukan regenerasi sel secara optimal. Sebaliknya, kurang tidur akan memaksa tubuh memproduksi hormon stres bernama kortisol secara berlebih.

Dampak buruk kortisol berlebih bagi kulit kita antara lain merusak kolagen, memicu jerawat, dan mata panda. Kortisol dapat memecah kolagen, protein yang menjaga kulit tetap kencang dan elastis. Akibatnya, keriput muncul lebih cepat dan kita terlihat lebih tua.

Begitu juga, ketidakseimbangan hormon dapat memicu produksi minyak berlebih dan jerawat. Kurang tidur juga mampu menghambat sirkulasi darah, menyebabkan munculnya lingkaran hitam di bawah mata, kulit tampak pucat, dan mata terlihat bengkak.

6. Mata Merah, Kering, dan Berat

Ciri-ciri kurang tidur lainnya adalah gangguan mata. Tanpa disadari, mata adalah organ yang bekerja paling keras saat kita bangun. Tanda paling nyata dari kurang tidur sering muncul di sini. Mata menjadi merah, terasa kering, dan kelopak mata terasa berat atau bahkan berkedut (myokymia).

Selain itu, kemampuan mata untuk fokus juga akan menurun, bahkan berpotensi menyebabkan penglihatan ganda sesaat. Jika kalian sering mengalami ini saat menatap layar, itu tandanya mata kalian sudah berteriak minta diistirahatkan.

Penutup

Jika kalian mengalami gangguan tidur, seperti insomnia, cobalah berikhtiar dengan kapsul Herba TDR untuk mengatasinya. Formulasi Myristica fragrans dan Centella asiatica di dalamnya, dapat meredakan gejala gangguan tidur dan rasa cemas, sekaligus membuat saraf lebih rileks.

Centella asiatica, komposisi tersebut bisa memodulasi sistem GABA dan membuat suasana hati lebih terjaga, memengaruhi neurotransmitter, serta mengurangi stres oksidatif berkat senyawa antioksidan di dalamnya. Kombinasi Myristica fragrans di dalamnya, juga turut memperkuat khasiatnya.

Gambar Produk Herba TDR

IKUTI UPDATE

Masukkan email Anda untuk mengikuti.