Awas, Dampak Pola Tidur Berantakan Terhadap Kesuburan Wanita

Kebiasaan scrolling media sosial dan kejar deadline sampai larut malam, terkadang bikin pola tidur menjadi berantakan. Padahal, tidur adalah proses krusial saat tubuh melakukan perbaikan terhadaap otak, mood, hingga hormon reproduksi. Tak heran, pola tidur berantakan, punya dampak terhadap kesuburan wanita.

Berbeda dengan pria, tidur punya peran yang jauh lebih spesifik bagi wanita. Jika belakangan ini siklus menstruasi kalian tidak teratur, jangan buru-buru menyalahkan makanan atau stres. Bisa jadi, biang keladinya adalah jam tidur yang berantakan. Kenapa bisa demikian? Mari kita bahas!

Kenapa Pola Tidur Punya Dampak Terhadap Kesuburan Wanita?

Dampak Pola Tidur Berantakan untuk Kesuburan Wanita

Tubuh manusia bekerja dengan waktu yang mengikuti ritme sirkadian. Ini adalah jam biologis internal yang mengatur kapan organ tubuh harus bekerja keras dan kapan harus beristirahat. Soal tidur, di dalam otak kita, ada dua entitas yang mengaturnya, yakni hormon melatonin dan kortisol.

Melatonin sering disebut sebagai hormon tidur. Kelenjar pineal memproduksinya ketika mata menangkap kegelapan. Hormon ini memberi sinyal pada tubuh bahwa hari sudah malam dan saatnya tidur. Berbeda dengan kortisol, ia adalah hormon stres yang membuat kita terjaga dan waspada di pagi/siang hari.

Masalah bisa muncul saat ritme ini terganggu. Melansir dari jurnal Shape, paparan cahaya buatan di malam hari (seperti lampu kamar yang terlalu terang atau layar TV) ternyata bisa menipu otak. Kelenjar pineal akan bingung dan mengira hari masih siang. Efeknya, produksi melatonin terhambat, sehingga memicu insomnia.

Insomnia, Salah Satu Dalang dari Gangguan Reproduksi Wanita

Melansir dari Hello Sehat, saat produksi melatonin terganggu, ternyata keseimbangan hormon lain pun ikut goyah. Kurang tidur dapat memengaruhi pelepasan hormon Luteinizing Hormone (LH), hormon yang bertugas untuk memicu terjadinya ovulasi (pelepasan sel telur).

Selain itu, kurang tidur juga dapat mengacaukan hormon leptin. Hormon yang berperan dalam metabolisme dan rasa kenyang, yang secara tidak langsung memengaruhi kesuburan. Simpelnya, pola tidur yang berantakan berdampak pada kekacauan, siklus menstruasi menjadi tak teratur dan kesuburan terganggu.

Meski penelitian di bidang ini masih terbatas dan terus berkembang, para ahli sepakat bahwa ada korelasi kuat antara kualitas tidur dengan kesehatan reproduksi wanita. Di sisi lain, tidur teratur adalah kebutuhan dasar yang harus kita penuhi, sebelum mencoba program hamil apa pun.

Cara Memperbaiki Pola Tidur Wanita yang Berantakan

Insomnia dan Gangguan Tidur

Jika kalian merasa pola tidurnya sudah sangat berantakan, jangan panik. Tubuh memiliki kemampuan luar biasa untuk memulihkan diri jika diberi kesempatan. Berikut langkah yang bisa kalian lakukan mulai malam ini untuk mengurangi dampak terhadap kesuburan wanita.

  • Stres bisa memicu lonjakan kortisol yang membuat tubuh terus terjaga. Saat tubuh dalam mode siaga (akibat stres), sistem reproduksi sering kali dianggap bukan prioritas oleh otak, sehingga hormon kesuburan ditekan. Aplikasikan manajemen stres yang baik, manfaatkan teknik relaksasi.
  • Dr. Phyllis Zee, Ph.D. dari Northwestern University Medical School, menyebutkan bahwa wanita yang sering bekerja di shift malam atau lembur berlebihan lebih rentan mengalami gangguan menstruasi. Jika memungkinkan, atur ulang jam kerja kalian, agar tubuh bisa beristirahat sesuai jamnya.
  • Lakukan digital detox sebelum tidur. Cahaya biru (blue light) dari layar HP, tablet, hingga laptop adalah musuh utama melatonin. Hindari gadget, membaca berita berat, atau minum kopi minimal 5 jam sebelum tidur.
  • Dr. Daniel Kripke dari University of California, menyatakan bahwa cahaya terang alami dapat membantu meningkatkan keteraturan ovulasi. Untuk memperbaiki jam biologis yang rusak, kalian perlu me-reset ritme sirkadian. Caranya mudah, berjemurlah di bawah sinar matahari pagi selama 15-30 menit setiap hari.

Jika kalian mengalami gangguan tidur, seperti insomnia, cobalah berikhtiar dengan kapsul Herba TDR untuk mengatasinya. Formulasi Myristica fragrans dan Centella asiatica di dalamnya, dapat meredakan gejala gangguan tidur dan rasa cemas, sekaligus membuat saraf lebih rileks.

Centella asiatica, komposisi tersebut bisa memodulasi sistem GABA dan membuat suasana hati lebih terjaga, memengaruhi neurotransmitter, serta mengurangi stres oksidatif berkat senyawa antioksidan di dalamnya. Kombinasi Myristica fragrans di dalamnya, juga turut memperkuat khasiatnya.

Gambar Produk Herba TDR

IKUTI UPDATE

Masukkan email Anda untuk mengikuti.