Butuh Bantuan?
Dampak Negatif Kebiasaan Begadang pada Kesuburan Pria

Malam hari adalah waktu yang tenang buat scrolling media sosial, nonton bola, hingga kejar deadline tugas yang menumpuk. Alhasil, tidur jam 2 atau 3 pagi saat ini jadi kebiasaan baru. Padahal, kebiasaan begadang punya dampak negatif bagi kesuburan, khususnya pada pria.
Pola tidur yang berantakan tidak hanya berpengaruh pada kesuburan wanita saja. Tidak seperti wanita yang dampaknya bisa langsung terlihat pada siklus menstruasi, di pria, dampak negatif kebiasaan begadang agak susah untuk dikenali. Nah, apa sih dampak negatif begadang bagi pria?
Kesuburan Pria dan Kualitas Sel Sperma

Sebelum masuk ke bahaya begadang, mari kita pahami dulu kaitan antara kesuburan pria dan produksi sel sperma. Secara rata-rata, seorang laki-laki akan memproduksi setidaknya 525 miliar sel sperma di seumur hidupnya. Bayangkan, setiap bulannya, ada sekitar satu miliar sperma yang diproduksi.
Bahkan, dalam sekali ejakulasi saja, seorang pria dewasa yang sehat bisa melepaskan di antara 40 juta hingga 1,2 miliar sel sperma. Banyak banget, kan? Tapi, kuantitas bukan segalanya. Kesuburan pria, akan terlihat dari seberapa berkualitas sel spermanya.
Sayangnya, kualitas sel sperma ini, sangat sensitif terhadap gaya hidup, dan musuh terbesarnya terkadang adalah kebiasaan kita sendiri, yakni kurang tidur. Faktanya, dari 30% pasangan yang mengalami masalah ketidaksuburan, penyebabnya berasal dari kualitas sperma yang kurang prima.
Apa Dampak Begadang pada Kesuburan Pria?
Melansir dari penelitian di Harbin Medical University dan University of Southern Denmark, para ilmuwan menemukan pola yang menarik. Pria yang hobinya begadang atau kurang tidur (kurang dari 7-8 jam per malam) ternyata memiliki jumlah sperma yang lebih sedikit.
Bukan hanya jumlahnya yang drop, bentuk sperma mereka juga banyak yang tidak sempurna. Lebih parah lagi, sperma milik tukang begadang ini punya umur yang lebih pendek ketimbang sperma milik pria yang tidur cukup 8 jam sehari.
Nah, meskipun penelitian ini menemukan keterkaitan (korelasi) dan bukan sebab-akibat langsung, para ahli punya beberapa teori kuat yang bisa menjelaskan fenomena ini. Melansir dari Hello Sehat dan beberapa sumber kesehatan terpercaya lainnya, berikut adalah penjabarannya!
1. Gangguan Hormon Testosteron
Testosteron adalah bahan bakar utama bagi sistem reproduksi pria. Nah, fakta uniknya, sebagian besar pelepasan testosteron harian justru terjadi saat kita tidur. Peneliti curiga jika saat kita begadang, ritme produksi hormon testosteron ini menjadi kacau.
Akibatnya, kualitas output (sperma) pun menurun. Belum lagi jika alasan kita begadang adalah karena deadline pekerjaan. Stres akibat pekerjaan ditambah kurang tidur adalah kombinasi maut, yang bikin dampak begadang pada kesuburan semakin besar.
Nah, perlu kita ketahui, stres memicu hormon kortisol yang juga dapat mengacaukan hormon kesuburan. Jadi, kondisi ini seperti lingkaran setan; stres bikin kita susah tidur, tidak tidur bikin tambah stres, keduanya bikin kualitas sperma menurun.
2. Pelarian yang Salah (Rokok & Alkohol)

Jujur saja, saat mata sulit terpejam, saat stres melanda di tengah malam, atau saat sengaja begadang untuk sekadar nonton bola, apa saja yang biasanya dilakukan pria dewasa? Jawaban paling umum adalah merokok (bahkan minum alkohol) dengan harapan agar tubuh bisa lebih rileks.
Padahal, alkohol sendiri bisa merusak kualitas tidur dan secara langsung juga dapat berdampak negatif pada produksi sperma. Sementara rokok? Zat racun di dalamnya terbukti bisa mengganggu motilitas (kemampuan berenang) sperma. Rokok bahkan bisa merusak DNA sperma dan meningkatkan risiko impotensi.
3. Peningkatan Antibodi Anti-Sperma (ASA)

Ini adalah bagian yang paling menarik sekaligus agak menyeramkan. Tim peneliti dari Harbin Medical University menduga jika kurang tidur bisa memicu tubuh untuk memproduksi Antibodi Anti-Sperma (ASA).
Secara sederhana, sistem imun tubuhmu yang sedang bingung karena kurang istirahat dan malah menganggap sperma sendiri sebagai musuh atau benda asing. Tubuh kemudian mengirim antibodi khusus (sel pembunuh alami) untuk menyerang sperma tersebut. Apa efeknya?
- Menghalangi pergerakan sperma.
- Mempersulit sperma menembus sel telur.
- Menghambat penempelan embrio.
Kondisi ini bisa menghalangi kalian yang sedang dalam program hamil. Semakin tinggi antibodi ini, semakin sulit terjadinya kehamilan. Bahkan jika pembuahan terjadi, risiko keguguran bisa meningkat karena sperma yang membuahi sudah dalam kondisi rusak.
Pola Tidur Seimbang Adalah yang Terbaik
Karena kurang tidur dan begadang punya banyak dampak pada kesuburan, bukan berarti kita boleh tidur berlebihan. Penelitian yang sama juga menemukan bahwa pria yang tidur lebih dari 9 jam juga mengalami masalah yang sama, yaitu peningkatan antibodi anti-sperma.
Jadi, tidur terlalu sedikit itu bahaya, tidur terlalu lama juga tidak sehat. Zona amannya ada di durasi 7-8 jam per malam. Nah, mulai malam ini, mari kita coba atur ulang jadwal tidurnya. Letakkan HP, matikan lampu, dan biarkan tubuh berfungsi sebagaimana seharusnya.
Jika kalian mempunyai gangguan tidur, entah insomnia, tidur kurang nyenyak, dan sebagainya, cobalah berikhtiar dengan Herba TDR. Produk berbahan herbal alami ini terbuat dari Myristica fragrans, Centella asiatica, dan Curcuma xanthorrhiza.
Berkhasiat meredakan gejala gangguan tidur, insomnia, rasa cemas, sekaligus membuat saraf lebih rileks. Senyawa aktif di dalamnya membuat suasana hati lebih terjaga, memengaruhi neurotransmitter, serta mengurangi stres oksidatif berkat senyawa antioksidan di dalamnya, dengan tanpa efek samping!

