Butuh Bantuan?
Kelebihan dan Kekurangan Tidur dengan Bantuan Penutup Mata

Rasa kantuk di malam hari tidak lepas dari peran hormon melatonin yang muncul saat hari sudah gelap. Tak heran jika aktivitas tidur, sangat sensitif terhadap cahaya. Nah, belakangan ini, penutup mata (sleep mask) menjadi satu opsi alat tidur yang ampuh untuk menangkal gangguan cahaya.
Tidur pada dasarnya ialah aktivitas untuk meregenerasi ulang tubuh agar siap beraktivitas kembali. Faktanya, kualitas tidur yang buruk bisa bikin mood berantakan dan kesehatan menurun. Namun, benarkah cuma bermodal penutup mata, masalah susah tidur bisa beres?
Kondisi Gelap Bisa Memicu Rasa Kantuk
![]()
Sebelum kita debat soal perlu atau tidaknya menggunakan penutup mata saat tidur, mari kita lihat faktanya. Ada sebuah studi menarik yang pernah dilakukan di Iran, studi ini melibatkan pasien jantung di unit perawatan intensif (CCU).
Mengutip dari laman Hello Sehat, di sana, para dokter mencoba berbagai cara alami untuk bikin pasien tidur nyenyak tanpa obat tidur, mulai dari aromaterapi, penutup mata, hingga cara-cara relaksasi otot. Namun, di luar dugaan, penggunaan penutup mata terbukti menjadi cara yang paling ampuh.
Kenapa bisa begitu? Desain penutup mata sangat cocok untuk memblokir cahaya secara total. Seperti pada penjelasan di awal tadi, saat kondisi benar-benar gelap, tubuh kita merespons dengan memproduksi melatonin secara maksimal. Melatonin ini juga sering disebut sebagai hormon tidur.
Nah, di China pada tahun 2010, ada sebuah penelitian sejenis yang membuktikan bahwa peserta yang pakai penutup mata punya kadar melatonin tinggi. Hal ini sangat masuk akal. Sederhananya, semakin gelap, semakin banyak melatonin, semakin cepat kita terlelap tidur.
Kelebihan Memakai Penutup Mata saat Tidur

Di era serba digital seperti sekarang, polusi cahaya bisa datang dari mana saja. Lampu LED TV, router wifi, HP, bahkan lampu sorot motor yang masuk celah gorden bisa bikin otak kita bingung. Nah, penggunaan penutup mata ini, bisa menghalau semua gangguan cahaya tersebut.
The Schiffert Health Center of Virginia Tech juga merekomendasikan pemakaian penutup mata untuk menghalangi cahaya yang mengganggu tidur. Menurut sumber itu, paparan cahaya biasanya menjadi penanda tubuh untuk bangun.
Kelebihan penggunaan penutup mata lainnya saat tidur yakni, ia bisa membantu mengurangi pembengkakan di area mata (mata panda) saat bangun. Hal ini juga disebutkan dalam sebuah kolom kesehatan di laman Columbia University.
Selain itu, penutup mata juga bisa menjadi penyelamat di kala gangguan cahaya tak bisa kita elakkan lagi. Penutup mata bahkan sangat mudah kita bawa, misalnya saat traveling atau ingin tidur siang sejenak di kantor. Kita bisa menciptakan suasana yang nyaman meski sedang menaiki kendaraan.
Kekurangan Memakai Penutup Mata saat Tidur
Sering kali, karena penutup mata memblokir cahaya matahari pagi (yang sebenarnya adalah alarm alami tubuh), otak mungkin mengira hari masih malam. Akibatnya, kita bisa tidur bablas sampai siang kalau tidak memasang alarm suara yang kencang.
Penutup mata juga menyerap keringat, minyak wajah, dan debu. Kalau jarang dicuci, bukannya bikin rileks, penutup mata bisa menjadi sarang bakteri penyebab jerawat di area dahi dan mata. Hal ini sangat mungkin jika kebersihan alatnya tidak terjaga.
Untuk mengatasi gangguan tidur, kita juga bisa berikhtiar dengan Herba TDR untuk mengatasinya. Terbuat dari formulasi bahan alami Myristica fragrans dan Centella asiatica, dapat meredakan gejala gangguan tidur, insomnia, rasa cemas, sekaligus membuat saraf lebih rileks.
Centella asiatica, komposisi tersebut bisa memodulasi sistem GABA dan membuat suasana hati lebih terjaga, memengaruhi neurotransmitter, serta mengurangi stres oksidatif berkat senyawa antioksidan di dalamnya. Kombinasi Myristica fragrans di dalamnya, juga turut memperkuat khasiatnya.

