Butuh Bantuan?
Sahur Ganggu Waktu Tidur? Berikut Tips Membagi Waktu Tidur

Di balik semangat kita menjalankan ibadah puasa, ada satu hal yang pasti berubah drastis, yakni pola hidup sehari-hari. Mulai dari jadwal makan yang bergeser hingga jam tidur yang terasa jauh lebih singkat dari hari-hari biasa. Bahkan, beberapa orang menganggap jika sahur bisa ganggu waktu tidur.
Belum lama, seorang influencer bercerita bahwa rutinitas bangun sahur ternyata cukup mengganggu jam tidurnya. Akibatnya, ia mengeluh tubuhnya terasa sangat lemas saat beraktivitas di siang hari karena waktu tidur normalnya terpotong cukup banyak.
Kenapa Gampang Mengantuk saat Puasa?

Perubahan jam tidur yang mendadak ini memang bikin tubuh kita kaget. Menurut seorang praktisi kesehatan tidur, dr. Andreas Arman Prasadja, bangun pada sepertiga malam untuk sahur memang secara alami akan ganggu pola tidur kita.
Hal ini wajar terjadi karena jam biologis kita yang terbiasa tidur pulas, tiba-tiba harus bangun dan mencerna makanan. Hanya saja, kita tak perlu menjadikan ini sebagai alasan untuk bermalas-malasan seharian. Pada dasarnya, masalah kurang tidur ini masih sangat bisa diakali.
“Pertama, kalau saran saya sederhana saja. Walaupun pola tidur kita terganggu sementara, ya begitu ada kesempatan ya tidurlah,” jekas dr. Andreas melalui detikHealth, Selasa (24/2/2026). Di bulan puasa, kita bisa memanfaatkan waktu-waktu kosong untuk mencukupi tidur.
“Kalau malam hari, habis tarawih, masih ada kegiatan ini-itu, jadi tidurnya malah lebih larut. Kemudian bangun subuh, bangun sahur, kemudian ya tidur lagi lah setelah sahur,” sambungnya.
Mengenal Konsep Membagi Tidur saat Bulan Puasa

Di kesempatan lain, Dr. Irshaad Ebrahim dari London Sleep Centre Dubai menjelaskan bahwa kita tidak harus tidur 8 jam sekaligus ke dalam satu waktu. Pada bulan Ramadan, strategi terbaiknya adalah dengan membagi waktu tidur menjadi dua sesi (tidur bifasik).
Tidur bifasik adalah gaya tidur dua kali dalam satu hari. Biasanya terdiri dari sekali tidur utama (4-6 jam di malam hari) dan satu tidur tambahan (20-90 menit di siang hari). Istilah “bi” berarti dua, sedangkan “fasik” merujuk pada fase atau sesi. Harfiahnya, tidur bifasik adalah tidur dua fase.
Pembagian tidur ke dalam dua sesi tersebut, yang terpenting ialah, kalau dijumlahkan, totalnya tetap mencapai target 7-9 jam tidur. Untuk menilainya, sederhana, jika merasa segar, tubuh cukup siaga, dan bisa kerja dengan nyaman, berarti tidurnya sudah cukup.
Strategi Membagi Tidur saat Puasa
Cobalah tidur setelah salat Tarawih sampai waktu sahur. Meskipun cuma dapat 3-4 jam, ini adalah waktu krusial karena di jam-jam inilah kualitas tidur paling tinggi secara biologis. Tidur malam berfungsi untuk meregenerasi fungsi tubuh.
Nah, untuk menutupi kekurangannya, Dr. Irshaad menyarankan tidur lagi di siang atau sore hari. Idealnya, tidur antara waktu Zuhur dan Magrib selama 3-4 jam. Tentu, ini hanya berlaku untuk orang yang punya jadwal kerja fleksibel atau WFH (work from home), ya.
Sementara untuk pekerja kantoran dan tidak mungkin tidur selama itu, maka manfaatkan power nap saat istirahat. Tidur singkat selama 20-30 menit di saat istirahat siang, sangat ampuh untuk mememulihkan energi, memperbaiki mood, dan bikin mata melek lagi.
Tips Supaya Tidur Berkualitas
Kesalahan paling umum adalah makan besar saat berbuka atau sahur, lalu langsung tidur. Hal ini bisa memicu heartburn atau asam lambung naik yang membuat tidur tidak nyenyak. Nah, meski sedang berpuasa, porsi sahur dan berbuka serta waktu tidur tetap harus diatur.
Selain itu, kurangi juga takjil dan menu sahur yang terlalu banyak goreng-gorengan dan masakan pedas. Makanan berlemak, gorengan, dan rasa pedas butuh waktu lama dicerna dan bisa bikin perut begah. Dan bagi yang suka kopi, atur waktunya dengan bijak agar tak mengganggu waktu tidur.
Selain tidur, jangan lupa minum air yang cukup saat malam. Dan kalau sempat, cobalah berolahraga ringan seperti jalan kaki atau bersepeda santai selama 10 menit saja. Percaya atau tidak, sedikit gerak bisa membuat tidur malam lebih berkualitas, sehingga tak ada lagi sahur yang ganggu waktu tidur.
Penutup
Untuk mencukupi jam tidur selama puasa, sebenarnya cukup mudah. Cukup luangkan waktu sebentar di siang hari untuk tidur, lalu pastikan juga tidur malam kita tepat waktu. Agar tidur siang tidak terlalu lama, kita bisa memakai alarm sebagai pengingat.
Namun, jika kalian memiliki masalah dengan insomnia, sleep inertia, atau gangguan tidur lainnya, Herba TDR mungkin bisa menjadi solusi untuk mengatasinya. Terbuat dari bahan alami Myristica fragrans, Centella asiatica, dan Curcuma xanthorrhiza, yang telah terbukti secara empiris mampu mengobati gangguan tidur.

