Butuh Bantuan?
Jadwal Tidur yang Berantakan Ternyata Membahayakan Jantung?

Banyak dari kita mungkin sudah terbiasa dengan jadwal tidur yang berantakan. Padahal, tidur yang berantakan efeknya bukan cuma sekadar kantuk di siang hari, ia juga bisa membebani kerja jantung dan meningkatkan tekanan darah.
Menurut ahli kardiologi, Douglas Zuckermann, MD, jadwal tidur yang tak konsisten membuat tubuh kehilangan waktu pemulihan yang paling penting. Akibatnya, tubuh lebih rentan mengalami peradangan, tekanan darah tinggi, dan lonjakan hormon stres (kortisol).
Kenapa Tidur Berantakan Membahayakan Jantung?
Jika kita biarkan terus-menerus, jantung akan dipaksa bekerja ekstra keras setiap harinya. Lama-kelamaan, kondisi ini bisa memicu penyakit jantung. Lalu, apa yang sebenarnya terjadi di dalam tubuh saat jam tidur kita berantakan? Mari kita bahas penjelasan medisnya.
1. Mengacaukan Jam Biologis

Hampir semua organ tubuh kita bekerja mengikuti ritme sirkadian, yaitu semacam jam biologis 24 jam. Jam ini yang mengatur kapan suhu tubuh naik, kapan hormon dilepaskan, hingga kapan kita merasa kantuk atau segar. Idealnya, ritme ini sejalan dengan siklus siang dan malam.
Masalahnya, jam biologis tubuh ini sangatlah sensitif. “Jadwal tidur yang tidak teratur mengganggu jam biologis utama tubuh Anda, atau ritme sirkadian, yang mengatur fungsi vital seperti detak jantung dan tekanan darah,” jelas ahli kardiologi, Cynthia A. Kos, DO, FACC.
Cynthia A. Kos menjelaskan bahwa jadwal tidur yang berantakan membuat sistem saraf simpatik justru terlalu aktif. Kondisi ini akan memaksa tubuh terus berada dalam mode waspada yang secara pelan-pelan akan membebani jantung.
2. Mencuri Jam Istirahat Jantung
Dalam kondisi normal, tekanan darah kita secara alami akan menurun saat tertidur pulas. Inilah momen bagi jantung dan pembuluh darah untuk beristirahat. Namun, jadwal tidur yang berantakan bisa membuat tekanan darah gagal turun.
Menurut ahli kardiologi, Dr. Caroline Ball, orang yang tekanan darahnya tidak menurun di malam hari memiliki risiko jauh lebih tinggi terkena penyakit kardiovaskular. Pembuluh darah yang terus-menerus menahan tekanan tinggi pada akhirnya akan rentan mengalami kerusakan.
3. Metabolisme dan Nafsu Makan Berantakan

Sadar atau tidak, setelah begadang, keesokan harinya kita biasanya lebih gampang lapar dan selalu ngidam makanan manis atau berminyak. Nah, usut punya usut, tidur yang berantakan memang bisa mengacaukan pola makan kita.
Saat kurang tidur, tubuh merasa kehabisan energi sehingga kita cenderung mencari solusi lewat minuman manis atau makanan tinggi kalori. Menurut Dr. Ball, rasa lelah akibat kurang tidur juga membuat kita makin malas berolahraga. Parahnya lagi, tidur berantakan juga membuat tubuh sulit mengatur gula dengan baik.
4. Memicu Plak Pembuluh Darah
Peradangan kronis (jangka panjang) di dalam tubuh adalah salah satu penyebab utama terbentuknya plak pada pembuluh darah atau aterosklerosis. Jika kita biarkan menumpuk, plak ini bisa menyumbat aliran darah yang menuju ke jantung.
Kurang tidur dan jadwal yang berantakan terbukti bisa merusak keseimbangan hormon dan memicu peradangan tersebut. Namun, jangan salah, tidur terlalu lama pun punya efek yang sama buruknya. Kebiasaan ini bisa mengacaukan metabolisme dan menaikkan tekanan darah.
Cara Mengembalikan Kualitas Tidur yang Berantakan
Nah, jika kalian termasuk yang kebiasaan tidurnya sudah telanjur berantakan, melansir dari detikHealth, dr. Juwalita telah membeberkan beberapa tips sleep hygiene (kebiasaan tidur sehat) yang bisa kita terapkan sehari-hari. Apa saja kebiasaan tersebut?
- Sekitar 30-60 menit sebelum memejamkan mata, stop aktivitas yang memaksa otak berpikir keras.
- Jauhi kebiasaan scrolling sosial media atau menonton serial yang terlalu seru di HP, laptop, atau TV.
- Batasi penggunaan gadget di tempat tidur. Kebiasaan ini bisa merusak asosiasi otak terhadap tempat tidur.
- Usahakan untuk tidur dan bangun di jam yang sama setiap harinya, bahkan di akhir pekan.
- Hentikan konsumsi kopi atau teh sekitar 6-8 jam sebelum waktu tidur tiba.
- Berikan jeda sekitar 2-3 jam antara makan malam terakhir dan waktu tidur.
- Tidur bukan sekadar tidur, pastikan tidurnya berkualitas dan durasinya cukup.
Hal wajar jika sesekali pola tidur berantakan, misalnya sehabis liburan panjang atau kejar deadline. Yang terpenting ialah kembali ke jalur yang benar. Kembali ke pola makan normal, seimbangkan asupan nutrisi, pastikan tubuh terhidrasi, dan tidurnya harus dicukupkan.
Selain metode tersebut, kita juga bisa berikhtiar mendapatkan kualitas tidur yang baik dengan Herba TDR. Produk herbal dengan formulasi Myristica fragrans, Centella asiatica, dan Curcuma xanthorrhiza ini, punya khasiat untuk mengatasi gangguan sulit tidur dan membuat rileks tubuh.

