Alasan Kenapa Tidur Berlebihan Bikin Kepala Pusing

Saat libur atau punya waktu luang, banyak dari kita yang sengaja balas dendam dengan tidur lebih lama. Harapannya supaya badan kembali segar. Tapi anehnya, saat bangun tidur, tubuh malah terasa lemas dan kepala jadi pusing. Kenapa bisa begitu, ya?

Meski tidur merupakan kebutuhan penting untuk menjaga kesehatan fisik dan mental, tidur terlalu lama justru bisa menjadi bumerang. Kebiasaan ini pada faktanya bisa mengganggu keseimbangan ritme alami tubuh kita. Berikut penjelasan lengkapnya!

Berapa Lama Durasi Tidur yang Pas?

Tidur yang Cukup untuk Menjaga Tekanan Darah

Sebelum membahas alasan kenapa tidur berlebihan membuat kepala pusing, kita perlu tahu durasi tidur yang ideal. Kurang tidur maupun kebanyakan tidur ternyata sama-sama bisa membuat tubuh lemas.

Secara medis, ulasan dr. Carol DerSarkissian di WebMD menyebutkan bahwa orang dewasa membutuhkan tidur 7 hingga 9 jam setiap malam. Namun, angka ini tidak mutlak dan bisa berubah mengikuti usia, kesehatan, serta gaya hidup masing-masing.

Lebih spesifik lagi, pakar tidur Dr. Michael Breus menjelaskan bahwa 7,5 jam adalah waktu rata-rata yang ideal untuk menyelesaikan lima siklus tidur dalam semalam. Sebagai gambaran, setiap satu siklus memakan waktu kurang lebih 90 menit.

Kenapa Tidur Terlalu Lama Bikin Pusing?

Bangun Tidur Terasa Pusing

Melansir ulasan dari Healthline yang ditinjau secara medis oleh dr. Deena Kuruvilla, kelebihan jam tidur (misalnya kebablasan 1-2 jam dari biasanya) membuat kita berisiko terbangun di fase tidur yang salah. Alhasil, bukannya segar, tubuh justru akan mengalami beberapa efek kurang nyaman berikut ini!

1. Sistem Serotonin yang Terganggu

Otak kita memiliki zat kimia bernama serotonin yang berfungsi layaknya alarm alami untuk mengatur kapan waktunya tidur dan bangun. Saat tubuh bablas tidur dan mengabaikan sinyal ini, ritme sistem saraf akan menjadi kacau.

Tubuh telanjur mengira kita sudah mulai beraktivitas, sehingga menuntut adanya asupan makanan dan air. Nah, rasa lapar dan dehidrasi ringan gara-gara telat bangun inilah yang akhirnya bikin kepala terasa pusing.

2. Indikasi Gangguan Tidur

Di sisi lain, rasa pusing saat bangun juga bisa menjadi sinyal adanya gangguan tidur, seperti insomnia atau sleep apnea. Pada kasus insomnia, otak kesulitan memasuki fase tidur dalam secara maksimal, sehingga kita tidak mendapatkan tidur yang nyenyak.

Sementara itu, sleep apnea adalah gangguan pernapasan saat tidur yang membuat asupan oksigen berkurang dan menyempitkan aliran darah ke otak. Kurangnya asupan oksigen inilah yang akhirnya membuat kepala terasa sakit saat kamu membuka mata. Biasanya ditandai dengan mendengkur.

3. Faktor Kecemasan

Selain faktor fisik, kondisi psikologis kadang juga ikut berperan. Nyatanya, ada kaitan yang erat antara kecemasan dengan munculnya sakit kepala seperti migrain. Hal demikian juga bisa terjadi pada aktivitas tidur kita.

Berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa gangguan suasana hati, seperti stres atau depresi, sering kali juga menjadi dalang utama di balik kebiasaan tidur berlebihan maupun kesulitan untuk tidur nyenyak.

Kita bisa berikhtiar mendapatkan kualitas tidur yang berkualitas dengan Herba TDR. Produk herbal dengan formula Myristica fragrans, Centella asiatica, dan Curcuma xanthorrhiza ini, punya khasiat untuk mengatasi gangguan tidur seperti insomnia, kurang tidur, kelelahan, hingga sakit kepala.

Produk Herba TDR

IKUTI UPDATE

Masukkan email Anda untuk mengikuti.