Butuh Bantuan?
Pagi Hari Bukan Waktu untuk Tidur, Ketahui Dampak Buruknya!

Tidur adalah kebutuhan biologis yang vital bagi tubuh. Kualitas tidur yang baik tak hanya berpengaruh pada energi, tetapi juga berdampak besar pada kesehatan fisik dan mental. Sayangnya, tak semua orang punya waktu untuk tidur malam, beberapa orang terpaksa menggunakan pagi hari sebagai waktu tidur utama mereka.
Bagi tenaga medis, pengemudi malam, atau pegawai industri dengan sistem shift, tidur pagi menjadi rutinitas yang tak terhindarkan. Sayangnya, tidur pada pagi hari atau setelah matahari terbit bukanlah waktu yang ideal bagi tubuh untuk beristirahat. Lalu, apa saja dampaknya? Bagaimana cara mengatasinya?
Mengapa Tidur di Pagi Hari Kurang Baik untuk Tubuh?

Tubuh manusia bekerja berdasarkan ritme sirkadian, yaitu jam biologis alami yang bertugas mengatur berbagai fungsi tubuh dalam siklus 24 jam. Ritme ini dipengaruhi oleh banyak faktor eksternal, terutama paparan cahaya matahari.
Saat fajar tiba, tubuh mulai memproduksi kortisol, hormon yang membantu tubuh tetap terjaga dan berenergi. Sebaliknya, saat menjelang gelap, kadar hormon melatonin akan meningkat untuk mendorong rasa kantuk. Ritme ini terjadi secara alami pada seluruh manusia.
Tidur pada pagi hari, artinya melawan mekanisme alami ini. Meski sesekali tidur pagi setelah begadang tidak berbahaya, kebiasaan tersebut dalam jangka panjang dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, baik fisik maupun mental.
Dampak Negatif Tidur di Pagi Hari untuk Kesehatan
Melakukan tidur pagi sesekali mungkin tidak berdampak serius bagi tubuh. Namun, lain halnya jika kita sering tidur pagi dalam jangka waktu yang lama. Berikut adalah dampak yang bisa saja timbul dari hal tersebut.
1. Tubuh Loyo
Tidur pagi membuat kita kehilangan paparan sinar matahari pagi yang kaya akan vitamin D alami. Padahal, vitamin ini sangat penting untuk mendukung fungsi otot kita, sistem kekebalan tubuh, hingga kesehatan tulang. Nah, kekurangan vitamin D, juga berkaitan dengan penurunan energi dan lelah yang berkepanjangan.
Selain itu, tidur yang tidak sinkron dengan jam biologis berisiko mengganggu keseimbangan hormon kortisol, yang berdampak langsung pada stamina dan kemampuan tubuh untuk pulih. Kondisi ini juga ditandai dengan timbulnya rasa kantuk, lelah, dan lesu.
2. Insomnia Berkepanjangan

Mengacaukan jadwal tidur membuat tubuh kehilangan sinyal alami untuk merasa mengantuk. Hormon melatonin bisa menjadi tidak stabil. Akibatnya, kita dapat merasa segar saat malam dan justru lelah saat pagi tiba.
Dalam jangka panjang, hal ini dapat memicu gangguan tidur yang serius, seperti insomnia. Studi dalam jurnal Sleep Science di tahun 2021 menyebutkan bahwa hingga 32% pekerja shift malam mengalami gangguan tidur berat yang berdampak pada kualitas hidup dan produktivitas.
3. Pusing & Sakit Kepala
Ritme tidur yang tidak stabil memengaruhi sirkulasi darah ke otak, sehingga bisa menyebabkan sakit kepala tegang (tension headache) atau vertigo ringan. Kurang tidur juga memicu stres dan kontraksi otot, yang semakin memperparah gejala ini.
Gejala yang umum terjadi, antara lain.
- Rasa berat di kepala saat bangun.
- Kepala berdenyut saat bergerak.
- Sensasi tidak seimbang atau melayang.
4. Turunnya Konsentrasi & Ingatan

Tidur memiliki peran besar dalam proses konsolidasi memori, yakni proses ketika otak menyimpan informasi penting yang kita peroleh sepanjang hari. Tidur pagi yang berkualitas rendah membuat proses ini dapat terganggu.
Kondisi ini berdampak langsung pada fokus, kemampuan kognitif, dan cara kita mengambil keputusan, terutama saat bekerja atau belajar. Risiko kesalahan kerja bahkan kecelakaan lalu lintas juga meningkat jika konsentrasi diri gampang buyar.
5. Gangguan Mood
Tidur yang cukup dan teratur mendukung stabilitas hormon serotonin, yaitu hormon yang berpengaruh pada suasana hati. Jika pola tidur terganggu, hormon ini bisa ikut terganggu, yang kemudian berujung pada mood swing, iritabilitas, bahkan depresi.
Melansir penelitian dari British Medical Journal di tahun 2016, menunjukkan bahwa pekerja shift malam lebih berisiko mengalami gangguan mood, kecemasan, serta masalah metabolik yang bisa berdampak serius seperti obesitas, hipertensi, diabetes, hingga gangguan jantung.
Tips Menjaga Kesehatan Bila Harus Tidur Pagi

Beberapa kelompok yang paling rentan terkena dampak tidur pagi, antara lain pekerja shift malam (pabrik, rumah sakit, dan lainnya), pelajar yang suka begadang, orang dengan kebiasaan menunda jam tidur (sleep procrastination), hingga pecandu gadget dan binge watching (nonton secara maraton).
Jika pekerjaan atau kondisi tertentu membuat kita terpaksa harus tidur pagi, ada beberapa langkah efektif untuk meminimalkan dampaknya. Berikut adalah hal-hal yang bisa kita jaga agar tetap sehat saat memiliki kebiasaan yang memaksa tidur pagi.
- Tidurlah di waktu yang sama setiap hari, meskipun waktunya tidak lazim (misalnya jam 7 pagi hingga 11 siang). Konsistensi akan membantu tubuh menyesuaikan ritme internalnya.
- Terapkan praktik sleep hygiene. Ciptakan kebiasaan sebelum tidur yang membuat tubuh rileks, seperti mandi air hangat, membaca buku, atau mungkin teknik pernapasan ringan.
- Cahaya biru dari layar ponsel atau laptop dapat menghambat produksi melatonin. Gunakan fitur night mode atau matikan gadget minimal 30 menit sebelum tidur.
- Gunakan tirai blackout, masker mata, atau penutup telinga untuk menciptakan suasana malam di pagi hari. Gunakan pendingin ruangan atau kipas jika perlu, agar suhu terasa nyaman.
- Batasi kafein dan makanan berat. Konsumsi kopi, teh, atau minuman berenergi sebelum tidur pagi dapat memperburuk kualitas tidur. Hindari juga makan berat yang membuat tubuh lebih aktif mencerna.
- Meskipun tidur di pagi hari, usahakan tetap makan dengan teratur, olahraga ringan, dan tetap terpapar sinar matahari saat bangun di sore hari untuk menjaga jam biologis tubuh.
- Jangan melakukan tidur pagi setiap hari, sebisa mungkin dikurangi jika memang tidak ada hal darurat di malam hari. Karena tidur pagi, walau dengan durasi yang cukup, tidak bisa menandingi manfaat tidur di malam hari.
Meski begitu, fokus utama dari tidur pagi adalah mengembalikan energi dan menghilangkan rasa kantuk. Tidur di malam hari tetap menjadi prioritas utama agar dapat beraktivitas dengan segar sesuai jam biologis alami tubuh setiap harinya.
Punya masalah dengan gangguan tidur? Herba TDR hadir sebagai solusi untuk gangguan tidur, badan kelelahan akibat kurang tidur, serta bagus untuk daya tahan tubuh. Terbuat dari Myristica fragrans, Centella asiatica, dan Curcuma xanthorrhiza, khasiatnya telah terbukti secara empiris.

