Pantangan untuk Penderita Insomnia, Jangan Sering Melirik Jam!

Sudah tiga jam lamanya berbaring di kasur, tetapi kantuk belum juga datang, pernah mengalaminya? Inilah insomnia. Meski tidak mematikan secara langsung, insomnia bisa berdampak serius pada kesehatan mental dan fisik. Nah, sulit terlelap, bisa terjadi akibat pantangan insomnia yang kita lakukan.

Dalam jangka panjang, insomnia dapat memicu gangguan metabolisme, meningkatkan risiko obesitas, diabetes, hipertensi, bahkan penyakit jantung. Dari sisi psikologis, penderita insomnia juga lebih rentan mengalami kecemasan dan depresi.

Banyak orang terjebak dalam satu siklus kebiasaan buruk, alih-alih membantu, siklus ini justru bisa memperparah kondisi. Agar kita tidak mengalaminya, berikut adalah beberapa pantangan utama yang harus kita hindari jika ingin mendapatkan tidur yang berkualitas.

Jangan Sering Melirik Jam saat Berbaring!

Pantangan Melirik Jam untuk Penderita Insomnia

Mungkin suatu ketika, kita pernah berbaring lama di tempat tidur, lalu secara refleks menoleh ke jam dinding atau layar ponsel. “Waduh, sudah jam 2 pagi, sebentar lagi udah harus bangun!” Pikiran semacam ini justru menambah rasa cemas dan membuat otak semakin aktif, sehingga rasa kantuk makin sulit datang.

Mengutip studi yang terbit dalam jurnal Behavioral Sleep Medicine, kebiasaan melihat jam berulang-ulang akan meningkatkan kecemasan terkait tidur (sleep anxiety). Penderita insomnia akhirnya masuk ke lingkaran setan, mereka tidak bisa tidur karena cemas, lalu semakin cemas karena tidak tidur.

Saat mata sulit terpejam, godaan untuk melirik jam sangatlah besar. Satu, dua, tiga kali, setiap lirikkan membuat pikiran kita semakin gelisah. Selanjutnya, kita mungkin akan mulai menghitung berapa sisa waktu tidur yang ada, memikirkan bagaimana jika bangun kesiangan, dan lain-lain.

Kebiasaan ini adalah jebakan psikologis yang buruk. Melirik jam justru bisa mengaktifkan bagian otak yang seharusnya beristirahat dan memicu hormon stres. Otak kita justru mulai terfokus pada rasa cemas. Solusinya, jauhkan jam dan ponsel dari pandangan mata.

Pantangan Lain untuk Penderita Insomnia

Selain melirik jam, ada beberapa pantangan insomnia lainnya yang perlu kita hindari. Salah satu sumber terpercaya, laman Health, menyebutkan ada beberapa kebiasaan yang sebaiknya dihindari oleh penderita insomnia. Apa saja, ya?

1. Berbaring Tanpa Tidur

Penggunaan Gadget, Penyebab Delayed Sleep Phase Syndrome (DSPS)

Tempat tidur seharusnya hanya untuk dua hal saja, tidur dan beristirahat. Jika kita terlalu lama berbaring tanpa bisa tidur, otak akan belajar bahwa kasur adalah tempat untuk gelisah, bukan untuk beristirahat. Akibatnya, insomnia bisa semakin parah.

Para ahli menyarankan, jika kita tak tertidur dalam waktu 15-20 menit berbaring, maka sebaiknya bangun sejenak. Lakukan aktivitas ringan yang menenangkan, seperti membaca buku di ruangan lain, mendengarkan podcast, atau melakukan peregangan ringan, sampai kantuk kembali.

2. Menyalakan Lampu Terang

Tubuh manusia secara alami mempunyai jam biologis yang sangat sensitif terhadap cahaya. Saat malam hari, otak menghasilkan hormon melatonin yang membuat kita mengantuk. Namun, paparan cahaya terang di malam hari, bisa menghambat produksi hormon ini, sehingga tubuh mengira masih siang.

Nah, jika kita terbangun tengah malam lalu menyalakan lampu utama, kemungkinan besar akan sulit untuk kembali tidur. Karena itu, gunakan cahaya redup saja. Lampu tidur bisa menjadi solusi jika kita tidak bisa tidur dalam kondisi gelap.

3. Bekerja di Malam Hari

Bekerja di Malam Hari

Ada mitos bahwa melakukan pekerjaan yang melelahkan seperti menghitung tagihan atau mengerjakan laporan kantor akan membuat tubuh terlelah dan cepat tertidur. Kenyataannya, hal ini justru kontraproduktif. Kegiatan yang melibatkan konsentrasi tinggi dan pikiran serius justru akan mengaktifkan otak.

Ingat, tujuan kita adalah menenangkan pikiran, bukan menambah beban mental. Alih-alih bekerja, lakukan kegiatan yang membosankan dan berulang-ulang, yang tidak membutuhkan kerja otak. Contohnya bisa seperti menyortir pakaian, menjahit, atau melipat baju.

Mengatasi Insomnia dengan Herba TDR

Dengan menghindari empat kebiasaan buruk ini, kita sudah mengambil langkah untuk memutus siklus insomnia yang mengganggu. Kunci utamanya adalah melatih otak untuk mengaitkan tempat tidur dengan rasa tenang dan kebutuhan akan istirahat.

Nah, selain menghindari pantangan insomnia tersebut, kita juga bisa mengatasi insomnia dengan produk Herba TDR. Obat herbal yang terbuat dari formulasi Myristica fragrans, Centella asiatica, dan Curcuma xanthorrhiza ini, terbukti empiris berkhasiat untuk gangguan tidur dan menenangkan saraf.

Produk Herba TDR

IKUTI UPDATE

Masukkan email Anda untuk mengikuti.