Butuh Bantuan?
Orang Galau Bisa Kena Insomnia, Walau Biasanya Ngantukan

Sadar atau tidak, pola tidur tidak bisa dipisahkan dari yang namanya suasana hati, pikiran, dan perasaan. Contohnya, saat sedang galau memikirkan masa depan, seperti jodoh, karier, atau keuangan, seseorang yang biasanya ngantukan (gampang tertidur) bisa tiba-tiba mengalami insomnia.
Kegelisahan di malam hari bukanlah masalah sepele. Jika kita biarkan terus-terusan, hal ini bisa menjadi pemicu insomnia kronis, kelelahan di siang hari (atau excessive daytime sleepiness), hingga berpengaruh buruk pada kesehatan mental maupun fisik. Lantas, bagaimana solusinya?
Benarkah Galau Bisa Sebabkan Insomnia?

Hubungan antara galau (kecemasan) dan insomnia bukanlah sekadar mitos belaka, melainkan fenomena bernama cognitive arousal dan somatic. Nah, saat kecemasan sedang meliputi kita, otak secara otomatis akan mengaktifkan mode fight-or-flight sebagai respons atas stres yang kita rasakan.
Mode fight-or-flight menyebabkan pelepasan hormon stres (seperti kortisol), yang meningkatkan detak jantung, ketegangan otot, dan aktivitas di gelombang otak. Inilah kenapa tubuh kita mungkin sudah lelah, tetapi otak menolak istirahat karena masih berada dalam kondisi waspada.
dr. Rimawati Tedjasukmana, Sp.S, RPSGT, pakar kesehatan tidur dari Rumah Sakit Medistra Jakarta membenarkan pernyataan tersebut. Melansir halaman detikHealth, dr. Rima mengatakan bahwa suasana hati dapat memicu kekacauan pada pola tidur.
“Kalau orang sering galau maka ia tidak memiliki ketenangan fisik dan mental karena pikirannya terganggu. Kondisi ini bisa memicu sulit tidur dan termasuk salah satu penyebab insomnia kronis. Dirinya sendiri salah mengatasi, sehingga jadi berkepanjangan,” ujar dr. Rima.
dr. Andreas Prasadja, RPSGT, ahli kesehatan tidur dari Rumah Sakit Mitra Kemayoran Jakarta, juga mengakui hal yang sama, “Orang yang banyak pikiran tentu saja jadi susah tidur. Saya juga begitu, kalau banyak kerjaan jadi susah tidur. Tapi apakah banyak pikiran bisa memicu insomia? Ya, itu memungkinkan.”
Cara Ampuh Mengatasi Insomnia saat Pikiran Sedang Galau
Saat gelisah, rasanya otak tidak bisa tenang. Alih-alih tidur, kita justru hanya berbaring di kasur, berganti posisi, tanpa bisa memejamkan mata sepanjang malam karena masih memikirkan sesuatu yang terus hinggap di kepala. Nah, berikut adalah cara agar pikiran bisa tenang saat sedang galau.
1. Fokus dan Kendalikan Emosi

Jangan paksakan diri untuk tidur saat kita gelisah. Cobalah keluar sebentar dari kamar, dan lakukan aktivitas ringan yang menenangkan selama 15-20 menit. Tujuannya adalah memberi ruang pada pikiran agar lebih rileks, bukan justru memaksanya tidur.
Aktivitas ringan yang menenangkan, contohnya bisa membaca buku-buku fiksi, mendengarkan suara white noise (suara hujan, angin, sejenisnya), hingga meminum teh herbal, susu hangat, atau yang lainnya. Mengobrol dengan orang terdekat juga bisa membantu mengendalikan emosi dan melepaskan pikiran.
2. Terapkan Sleep Hygiene

Tubuh kita memiliki jam biologis alami yang bernama ritme sirkadian. Biasakan tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari, bahkan ketika besok adalah akhir pekan atau hari libur. Hindari tidur siang terlalu lama dan pastikan kita terpapar sinar matahari pagi segera setelah bangun agar ritme sirkadian tetap stabil.
Selain menerapkan jadwal tidur yang konsisten tersebut, suasana kamar juga sangat berpengaruh. Kamar yang sejuk dan minim cahaya sangat ideal untuk tidur. Aturlah suhu kamar ke 18-22 derajat Celsius. Utamakan tidur dalam kondisi gelap, atau gunakan lampu tidur yang redup.
Selain itu, hindari penggunaan gadget sebelum tidur. Cahaya biru dari ponsel, laptop, atau televisi mampu menghambat produksi melatonin, yakni hormon tidur alami tubuh. Akibatnya, otak tetap aktif memikirkan sesuatu di saat ia seharusnya mulai tenang.
3. Perbaiki Gaya Hidup

Kebiasaan kita sehari-hari bisa memengaruhi seberapa mudah kita terlelap di malam hari. Misalnya saja, kebiasaan meminum kopi menjelang tidur. Padahal, kafein di dalam kopi, teh, soda, dan cokelat bisa bertahan di tubuh hingga 6 jam setelah dikonsumsi.
Nah, selain menghindari kafein sebelum tidur, kita juga perlu rajin berolahraga. Berolahraga mampu membantu tubuh melepaskan hormon endorfin dan serotonin yang meningkatkan mood serta mengurangi stres yang kita alami. Tak perlu lama-lama, cukup 30 menit dengan jalan kaki, jogging, atau yang lainnya.
Terakhir, hindari makan besar 2-3 jam sebelum tidur. Proses pencernaan mampu meningkatkan aktivitas tubuh yang seharusnya mulai tenang. Namun, camilan ringan seperti buah atau biskuit rendah gula masih diperbolehkan.
Mengatasi Insomnia Akibat Kecemasan Perlu Konsistensi
Mengatasi insomnia yang dipicu rasa galau adalah sebuah proses yang butuh kesabaran dan konsistensi. Kunci utamanya adalah menerapkan kebiasaan tidur yang sehat (sleep hygiene) secara rutin, sambil belajar mengelola respons dan emosi kita terhadap kegalauan.
Tidur adalah kebutuhan bagi setiap orang. Jika kalian telah mencoba cara-cara di atas secara konsisten selama beberapa minggu, namun kesulitan tidur tetap berlanjut, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan ahli di fasilitas kesehatan terdekat.
Selain menerapkan cara-cara di atas, kita juga bisa mengusir insomnia dengan Herba TDR. Formulasi Myristica fragrans, Centella asiatica, dan Curcuma xanthorrhiza di dalamnya, terbukti empiris berkhasiat mengobati insomnia serta mampu menenangkan pikiran dan saraf.

