Butuh Bantuan?
Pria Insomnia dan Kurang Tidur Lebih Rentan Impotensi

Sulit tidur, atau yang sering kita sebut sebagai insomnia, bukan hanya membuat kita lesu di pagi hari. Lebih-lebih, ia juga bisa berdampak serius pada kehidupan pribadi, utamanya terkait vitalitas. Studi terbaru, mengungkap bahwa pria insomnia dan kurang tidur, lebih rentan terkena impotensi.
Melansir dari laman detikHealth, studi mengejutkan ini datang dari Universitas Stanford. Mereka menemukan adanya hubungan kuat antara kurang tidur dan disfungsi ereksi (impotensi). Dari ratusan ribu pria, terungkap bahwa hampir 60% pria kurang tidur, memiliki masalah disfungsi ereksi.
Kenapa Pria Insomnia Rentan Impotensi?

Studi tersebut terbit pada 2023 di jurnal European Urology Focus. Penelitian tersebut terlaksana dengan melibatkan 539.109 pria yang terdiagnosis menderita insomnia. Dari keseluruhan partisipan, 356.575 di antaranya melakukan perawatan secara medis.
Peneliti, seperti melansir dari laman detikHealth mengatakan jika pria yang mengalami insomnia, mempunyai risiko lebih tinggi mengalami disfungsi ereksi, “Pria yang didiagnosis mengalami insomnia, memiliki risiko lebih tinggi mengalami disfungsi ereksi. Lebih buruk, mereka yang dirawat, lebih sering mengalaminya.”
Lalu, apa hubungannya? Sederhananya, tidur adalah waktu bagi tubuh untuk mengisi ulang dan memperbaiki diri. Saat kita tidur, tubuh memproduksi hormon-hormon penting, salah satunya testosteron, yang berperan krusial dalam gairah seksual dan fungsi ereksi.
Saat kita kurang tidur, produksi testosteron terganggu. Selain itu, kurang tidur juga meningkatkan produksi hormon stres, kortisol. Tingginya kortisol dapat menurunkan kadar testosteron, merusak pembuluh darah, bahkan memengaruhi suasana hati. Semua ini, bisa berujung pada impotensi.
Dalam kasus ini, lingkaran setan pun terbentuk. Di mana stres menyebabkan insomnia, yang kemudian memicu masalah vitalitas, dan hal ini bisa memperburuk stres itu sendiri. Bahkan, hal ini bisa lebih parah jika ada faktor lain, seperti usia, penyakit, obesitas, merokok, hingga psikologis.
Cara Mengatasi Insomnia yang Berulang
Ada beberapa cara bagi pria impotensi untuk mengatasi insomnia. Mulai dari perawatan rumahan, bantuan obat-obatan, hingga dengan melibatkan bantuan profesional, cara mengatasi insomnia pada pria dewasa sangat bervariasi. Berikut adalah yang paling mudah!
1. Ciptakan Kenyamanan Kamar
Kamar tidur yang nyaman dan tenang sangat penting untuk menciptakan suasana yang mendukung tidur nyenyak. Aturlah pencahayaan yang redup, sesuaikan suhu ruangan, dan pastikan kasur serta bantal kita mendukung kenyamanan tidur.
Tidur akan lebih baik dengan lampu mati. Namun, jika kita tidak terbiasa melakukannya, cobalah memanfaatkan lampu tidur untuk mengurangi pencahayaan ruangan. Kondisi gelap mampu merangsang produksi melatonin yang baik untuk proses tidur.
Lingkungan yang nyaman membantu tubuh dan pikiran rileks, sehingga kecemasan bisa lebih terkendali. Sebaliknya, kamar yang tidak nyaman sangat erat kaitannya dengan stres dan kecemasan.
3. Atur Jadwal Tidur Konsisten

Mengatur jadwal tidur bisa menjadi langkah awal dalam mendapatkan waktu istirahat yang cukup. Cobalah untuk tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari. Konsistensi ini akan membantu tubuh mengatur ritme sirkadian, memudahkan kita tidur lebih cepat dan berkualitas.
Dengan jadwal tidur yang konsisten, kita juga perlu menyesuaikan waktu kegiatan yang bisa mendistraksi aktivitas tidur. Misalnya, jika tidur jam sembilan malam, maka jangan minum kopi lebih dari jam empat sore.
4. Olahraga dengan Rutin
Olahraga secara rutin memiliki efek positif dalam mengatasi stres dan kecemasan. Tubuh yang terbiasa berolahraga akan lebih siap menghadapi berbagai reaksi yang dipicu oleh stres. Namun, hindari berolahraga berat terlalu dekat dengan waktu tidur agar tubuh tidak terlalu terstimulasi.
5. Hindari Kafein, Rokok, dan Alkohol

Kafein di dalam kopi, teh, soda, dan cokelat bisa bertahan di tubuh hingga 6 jam setelah dikonsumsi. Maka dari itu, hindari minuman ini setelah pukul 3 sore. Gantilah dengan minuman menenangkan, seperti susu hangat atau teh herbal bebas kafein. Hindari juga rokok dan alkohol.
6. Relaksasi dan Sleep Hygiene
Selain itu, pastikan kita telah mempraktikkan kebiasaan-kebiasaan yang bisa mendukung pola tidur yang sehat. Beberapa prinsip utama dalam sleep hygiene ini sangat mudah untuk dilakukan, contohnya seperti berikut.
- Tidak menggunakan gadget satu jam sebelum tidur.
- Hindari makan besar 2-3 jam sebelum tidur (camilan tetap boleh).
- Gunakan kamar hanya untuk tidur (bukan untuk kerja atau makan).
- Lakukan rutinitas tidur yang sama setiap malam (misalnya mandi, skincare, membaca).
7. Pemberian Obat
Pada kasus insomnia yang sangat berat, dokter mungkin akan memberi resep obat kimia tidur, seperti Eszopiclone, Zaleplon, Zolpidem, Ramelteon, hingga Triazolam. Obat-obatan tersebut biasanya memiliki sejumlah efek samping dan tidak boleh digunakan dalam jangka panjang.
Kita juga bisa melakukan terapi tanpa efek samping, secara alami dengan herbal. Centella asiatica dan Myristica fragrans misalnya, telah lama digunakan sebagai obat insomnia. Ia mampu memodulasi sistem GABA dan neurotransmitter, serta menurunkan stres agar tidur bisa lebih nyenyak. Manfaat ini, bisa didapat di Herba TDR.

