Memakai Earplug untuk Mengatasi Susah Tidur, Amankah?

Entah suara kendaraan, gonggongan anjing, atau sekadar suara dengkuran, tetapi bagi sebagian orang, polusi suara semacam ini bisa mengganggu tidur. Tak heran jika akhirnya banyak dari kita mencari solusi instan berupa penutup telinga atau earplug untuk mengatasi susah tidur karena suara bising.

Earplug dapat dengan mudah mencegah suara-suara bising masuk ke dalam telinga. Namun, di balik keheningan yang ia tawarkan, kadang timbul pertanyaan di benak kita, apakah aman menggunakan penutup telinga ini sepanjang malam? Lantas, apakah ada risikonya?

Amankah Memakai Earplug untuk Atasi Susah Tidur?

Memakai Earplug untuk Atasi Susah Tidur

Menggunakan earplug saat tidur adalah hal yang sangat wajar. Fungsi utamanya sederhana, yakni memblokir gelombang suara dari lingkungan supaya tidak menggedor gendang telinga secara intens. Kadang, hal ini juga terpaksa harus kita lakukan jika kebisingan tidak mungkin untuk diredam.

Hal ini tentu menjadi solusi ampuh bagi kalian yang tinggal di kawasan zona merah kebisingan, misal dekat pabrik, jalan raya utama, atau bandara. Untungnya, memakai earplug untuk tidur umumnya aman, dan bahkan memiliki beberapa manfaat menurut penelitian.

Ketika suara bising berhasil redam, kualitas tidur otomatis meningkat. Dampaknya akan langsung terasa saat kalian bangun; tubuh lebih segar, tidak mengantuk di siang hari, mood lebih stabil, dan tentu saja produktivitas kerja atau belajar jadi lebih terjaga.

Manfaat Tidur dengan Earplug

Menariknya, manfaat earplug ternyata lebih dari sekadar peredam bising belaka. Sebuah studi di Iranian Journal of Nursing and Midwifery Research mengungkapkan bahwa penggunaan earplug (dengan kombinasi masker mata) bisa membantu merangsang produksi hormon melatonin.

Hormon melatonin inilah yang bertugas memberi sinyal pada tubuh untuk beralih ke mode istirahat. Selain itu, dalam penelitian ini, pemakaian earplug juga disebutkan mampu meningkatkan fase tidur REM (Rapid Eye Movement). Ini adalah fase tidur terdalam di mana proses regenerasi tubuh akan berjalan.

Meski Aman, Memakai Earplug saat Tidur Punya Risiko

Meskipun aman dan punya segudang manfaat, bukan berarti kita bisa sembarangan memakainya setiap saat tanpa risiko. Ibarat pisau bermata dua, penggunaan earplug yang keliru atau terlalu sering, justru bisa mengundang masalah.

1. Risiko Penumpukan Kotoran

Penumpukan Kotoran Telinga

Risiko yang paling sering terjadi adalah penumpukan kotoran telinga. Secara alami, telinga kita memproduksi lilin (earwax) untuk perlindungan, yang normalnya akan keluar sendiri. Masalahnya, saat kita menyumbat telinga dengan earplug, kita justru mendorong kotoran itu masuk kembali ke dalam.

Jika melakukannya terus-menerus, kotoran akan menumpuk, mengeras, dan menyumbat saluran. Akibatnya, telinga bisa terasa gatal, pendengaran kurang peka, hingga muncul suara berdenging atau tinnitus.

2. Risiko Infeksi Telinga

Nah, belum lagi soal kebersihan. Earplug yang jarang diganti atau jarang dicuci bisa berubah menjadi sarang bakteri. Memasukkan benda kotor ke dalam liang telinga yang hangat dan lembap adalah hal berisiko yang bisa memicu infeksi telinga.

Tips Memakai Earplug yang Aman dan Bijak saat Tidur

Supaya kita tetap bisa tidur pulas tanpa mengorbankan kesehatan telinga, kuncinya ada pada kebiasaan dan cara pakai. Earplug adalah alat yang durasi pemakaian dan cara penggunaannya harus kita moderasi. Berikut tips supaya earplug tidak memicu efek samping.

  • Gunakan earplug jika hanya terpaksa. Gunakanlah hanya saat lingkungan benar-benar bising. Jika malam itu suasana cukup syahdu dan tenang, biarkan telinga bernapas lega tanpa sumbatan. Usahakan tidak bergantung pada alat ini setiap hari agar telinga tidak menjadi terlalu sensitif.
  • Pastikan tangan bersih sebelum memegang earplug. Jangan main asal dorong, jika menggunakan tipe busa (foam), pilin atau gulung dulu hingga kecil, masukkan perlahan, lalu biarkan mengembang di dalam telinga. Jangan memaksanya masuk terlalu dalam karena bisa melukai dinding liang telinga.
  • Pilihlah bahan yang paling nyaman untuk. Tipe busa memang empuk, tapi permukaannya yang berpori mudah menyimpan bakteri, jadi harus sering diganti. Tipe silikon mungkin lebih awet dan bisa dicuci, tapi teksturnya agak keras kadang membuat telinga sakit, terutama bagi yang hobi tidur menyamping.

Jika kalian mengalami gangguan tidur, seperti insomnia, cobalah berikhtiar dengan kapsul Herba TDR untuk mengatasinya. Formulasi Myristica fragrans dan Centella asiatica di dalamnya, dapat meredakan gejala gangguan tidur dan rasa cemas, sekaligus membuat saraf lebih rileks.

Centella asiatica, komposisi tersebut bisa memodulasi sistem GABA dan membuat suasana hati lebih terjaga, memengaruhi neurotransmitter, serta mengurangi stres oksidatif berkat senyawa antioksidan di dalamnya. Kombinasi Myristica fragrans di dalamnya, juga turut memperkuat khasiatnya.

Gambar Produk Herba TDR

IKUTI UPDATE

Masukkan email Anda untuk mengikuti.