Penyebab Gampang Mengantuk Walau Sudah Tidur Cukup

Tidur adalah kebutuhan dasar yang tak bisa kita tawar. Dengan tidur, tubuh memulihkan energi, memperbaiki sel, dan menyeimbangkan hormon. Idealnya, usia dewasa butuh 7-8 jam waktu tidur setiap malamnya. Lantas, apa penyebab seseorang mengantuk walau sudah tidur cukup?

Kenyataannya, tak sedikit orang yang sudah tidur cukup tetap merasa mengantuk keesokan harinya. Bangun tidur terasa seperti belum tidur, mata berat, kepala pusing, konsentrasi berantakan. Nah, jika mengalami hal ini, mungkin kita perlu mengevaluasi kembali bagaimana kualitas tidur kita.

Karena tidur bukan sekadar soal durasi saja. Dengan kata lain, seberapa segar dan optimal tubuh kita setelah bangun tidur, sangat bergantung pada kualitas tidur kita. Pada artikel ini, kita akan membahas apa saja penyebab seseorang gampang mengantuk walau sudah tidur cukup.

Ukuran Kualitas Tidur Bukan Hanya Soal Durasi

Ilustrasi Mengantuk di Siang Hari saat Aktivitas di Hari Kerja

Kebanyakan orang masih menyamakan antara durasi tidur (kuantitas) dengan kualitas tidur. Padahal, tidur selama 8 jam belum tentu berarti tidur tersebut berkualitas. Tidur dengan kuantitas yang banyak, belum tentu berkualitas bagi tubuh.

Mengukur durasi tidur cukup mudah. Selama tidur kalian berada dalam rentang waktu 7-8 jam per malam, itu sudah memenuhi standar rata-rata kebutuhan tidur orang dewasa menurut berbagai studi kesehatan. Namun, apakah itu faktor yang cukup untuk mengukur kualitas?

Sayangnya, ukuran kualitas tidur bukan cuma itu saja. Kualitas tidur mencakup seberapa dalam, stabil, dan nyenyak tidur yang kita jalani. Kita bisa saja tidur lama, tetapi jika sering terbangun, mimpi buruk, atau tidak melalui tahapan tidur nyenyak (deep sleep), maka tidur tersebut bisa dikategorikan kurang berkualitas.

Apa Penyebab Gampang Mengantuk Walau Durasi Tidur Sudah Cukup?

Beberapa faktor, baik yang kita sadari atau tidak, ternyata bisa mengganggu kualitas tidur. Lantas, kenapa bisa tetap mengantuk padahal sudah tidur cukup? Ayo, pahami berbagai penyebabnya berikut ini. Apakah salah satunya ada di kalian?

1. Minum Alkohol

Banyak orang mengira segelas minuman beralkohol sebelum tidur bisa membantu mata cepat terlelap. Nyatanya, efeknya justru sebaliknya. Alkohol memang bisa bikin tubuh cepat rileks dan tertidur lebih cepat, tetapi tidur yang ia hasilkan bersifat dangkal dan tidak nyenyak.

Konsumsi alkohol meningkatkan kadar epinefrin, hormon stres yang mempercepat detak jantung dan menstimulasi sistem saraf. Akibatnya, kita mudah terbangun di tengah malam tanpa sadar. Selain itu, alkohol juga membuat otot tenggorokan terlalu rileks dan bisa memicu sleep apnea (gangguan napas saat tidur).

Efek lain yang sering kita abaikan, alkohol juga bersifat diuretik, ia bikin tubuh kita lebih sering buang air kecil di malam hari. Semua ini, mengacaukan ritme tidur dan membuat tubuh tetap merasa mengantuk keesokan harinya, meski sudah tidur cukup lama.

2. Sleep Apnea (Napas Terhenti saat Tidur)

Obstructive Sleep Apnea

Sleep apnea bisa dibilang adalah salah satu penyebab paling umum dari kantuk berlebih di siang hari. Kondisi ini terjadi ketika napas berhenti beberapa kali saat tidur, biasanya karena saluran napas tertutup sebagian (obstructive sleep apnea).

Setiap kali napas terhenti, otak akan memicu tubuh untuk bangun sebentar agar bisa bernapas lagi, bahkan tanpa disadari. Akibatnya, tidur menjadi terfragmentasi, tidak nyenyak, dan tidak mencapai fase tidur dalam (deep sleep). Adapun sleep apnea, memiliki beberapa tanda.

  • Mendengkur dengan keras.
  • Sering terbangun dengan napas tersengal.
  • Sakit kepala saat bangun.
  • Mengantuk berat di siang hari.

Sleep apnea bisa sangat berbahaya, lantaran dalam jangka panjang bisa meningkatkan risiko hipertensi, penyakit jantung, dan stroke. Jika kalian curiga mengalaminya, segera konsultasikan ke dokter untuk pemeriksaan dan terapi lebih lanjut.

3. Restless Legs Syndrome (RLS)

Restless Legs Syndrome

Pernah merasakan kaki seperti kesemutan, geli, atau terpanggil untuk terus bergerak saat berbaring? Bisa jadi, kalian mengalami RLS. Gangguan ini membuat kaki terasa tidak nyaman ketika beristirahat, sehingga tubuh tanpa sadar terus menggerakkannya sepanjang malam.

Akibatnya, otak tidak bisa masuk ke fase tidur nyenyak karena aktivitas tubuh terus terjadi. RLS bisa timbul akibat kurangnya zat besi, gangguan saraf, atau efek samping obat tertentu. Sayangnya, kebanyakan orang tidak menyadarinya, karena tubuh tetap tertidur saat hal ini terjadi.

4. Parasomnia

Parasomnia, Sleepwalking, Berjalan saat Tidur Penyebab Mengantuk Walau Tidur Cukup

Meski terdengar seperti kejadian aneh (dan mungkin langka), berjalan sambil tidur alias sleepwalking bisa benar-benar terjadi, bahkan pada orang dewasa. Kondisi ini termasuk gangguan parasomnia, yakni perilaku tidak normal saat tidur. Penderitanya bisa duduk, berjalan, bahkan berbicara tanpa sadar.

Meskipun durasinya singkat, kondisi ini bisa sangat menguras energi dan membuat tubuh terasa seperti tidak istirahat sama sekali. Selain berisiko membahayakan diri sendiri (misalnya tersandung atau keluar rumah tanpa sadar), parasomnia juga membuat tidur menjadi tidak berkualitas.

5. Jam Tidur Berantakan

Tubuh manusia memiliki jam alami yang disebut ritme sirkadian. Ritme ini mengatur kapan kita merasa mengantuk, lapar, bersemangat, hingga kapan hormon tertentu (misalnya hormon tidur) diproduksi. Sayangnya, ritme ini bisa sangat mudah terganggu jika pola tidur berantakan.

Ritme sirkadian terganggu, misalnya karena kerja shift malam, jet lag, begadang, atau penggunaan gadget sebelum tidur. Ketika ritme ini kacau, tubuh bisa salah waktu dalam mengasumsikan otak untuk kapan merasa mengantuk dan kapan harus terjaga.

Hasilnya, meski kita tidur 8 jam, kualitas tidur tidak optimal karena hormon melatonin (hormon tidur) tidak dilepaskan pada waktu yang tepat. Nah, gangguan ini dapat pulih dengan menerapkan jadwal tidur yang konsisten, menghindari HP satu jam sebelum tidur, dan rutin bangun pagi menikmati matahari.

Penutup

Tidur 7-8 jam semalam memang penting, tetapi durasi tidaklah sama dengan kualitas. Gangguan seperti sleep apnea, RLS, jam biologis yang terganggu, atau kebiasaan buruk seperti konsumsi alkohol bisa membuat tidur yang kita lakukan tidak benar-benar berkualitas.

Mulailah dengan memperbaiki kebiasaan tidur (sleep hygiene), tidur di kamar yang gelap, tenang, dan sejuk. Hindari gadget sebelum tidur, serta rutin berolahraga. Jika masih gampang mengantuk walau tidur cukup, jangan ragu memeriksakan diri ke dokter spesialis tidur.

Selain metode tersebut, kita juga bisa berikhtiar untuk mengembalikan jam tidur normal dengan Herba TDR. Obat herbal dengan formula Myristica fragrans, Centella asiatica, dan Curcuma xanthorrhiza ini, terbukti secara empiris mampu mengobati insomnia dan gangguan tidur lainnya.

Produk Herba TDR

IKUTI UPDATE

Masukkan email Anda untuk mengikuti.