Sering Mengingau saat Tidur? Coba Cek Kembali Jam Tidurnya!

Mengigau saat tidur, terkadang memang bikin kita canggung. Terlebih, jika ucapan yang keluar saat itu adalah sesuatu yang bukan-bukan. Namun demikian, mengigau adalah hal yang cukup umum terjadi. Mengutip dari Alodokter, sekitar 66% orang pernah mengalaminya.

Pada kenyataannya, saat terlelap, otak kita tidak benar-benar beristirahat. Ia masih sibuk bekerja, merajut memori, bahkan kadang mengambil alih kendali tubuh tanpa sadar. Meski fenomena berbicara saat tidur ini biasanya terjadi pada anak 3-6 tahun, kondisi ini sebetulnya bisa dialami siapa pun.

Saat mengigau, kita tidak sadar dengan apa yang keluar dari ucapan. Tak heran, kondisi ini biasanya akan kita ketahui dari pasangan atau teman sekamar. Nah, lantas, apa sih penyebab mengigau itu? Bagaimana cara mengatasi kebiasaan mengigau ini? Mari kita bahas.

Mengigau, Ternyata Adalah Gangguan Tidur

Mengigau saat Tidur, Apa Penyebab dan Cara Mengatasinya

Mengigau, atau dalam istilah medis bernama Somniloquy, adalah bagian dari kondisi gangguan tidur parasomnia. Secara sederhana, ini adalah gangguan perilaku tidur yang tidak wajar. Mengigau, bahkan bisa terjadi tanpa seseorang perlu bermimpi.

Untungnya, meski terdengar menyeramkan, mengigau pada umumnya tidak berbahaya. Mengigau sendiri dapat terjadi di setiap tahapan tidur, termasuk pada fase dari mengantuk ke benar-benar tidur, atau sebaliknya.

Durasi bicaranya pun bervariasi; bisa hanya gumaman tidak jelas selama beberapa detik, atau bahkan monolog panjang layaknya sedang pidato. Uniknya, seseorang bisa mengigau beberapa kali dalam satu siklus tidur tanpa menyadarinya sama sekali saat bangun.

Namun, melansir dari Psychology Today, fenomena ini bukanlah muncul tanpa sebab. Tubuh kita bisa saja sedang memberi sinyal bahwa ada sesuatu yang tidak beres, penyebabnya mulai dari kurang tidur, efek samping obat, demam, alkohol, hingga tekanan mental seperti stres dan kecemasan.

Cara Mengatasi Kebiasaan Mengigau saat Tidur

Apabila frekuensi mengigau sudah sampai di tahap mengganggu orang lain (atau bahkan membuat diri sendiri lelah saat bangun), mungkin saatnya untuk mengatasinya. Meski apa yang terjadi saat tidur di luar kendali kita, kita tetap bisa mengondisikan tubuh untuk mencegahnya. Apa saja caranya?

1. Manajemen Stres yang Baik

Manajemen Stres

Sering kali, apa yang kita ucapkan saat mengigau adalah manifestasi dari beban pikiran yang belum tuntas di siang hari. Otak yang lelah karena stres cenderung membuat tidur menjadi kurang tenang. Untuk itu, kita perlu memanajemen stres dan emosi dengan bijak, seperti?

  • Tetap berpikir positif dan berprasangka baik.
  • Menerima hal yang terjadi di luar kontrol kita.
  • Menyalurkan energi dengan berolahraga.
  • Menjaga makan dengan gizi seimbang.
  • Mengisi waktu dengan hobi yang tidak merugikan.
  • Menghindari pelarian semu seperti alkohol dan narkoba.
  • Curhat dengan orang-orang terdekat yang peduli.
  • Meminta saran kepada ulama, psikolog, atau ahli terkait.
  • Mempraktikkan teknik pernapasan sederhana.

2. Perbaiki Jam dan Pola Tidur

Fungsi Sleep Tracker untuk Memantau Kualitas Tidur

Ini adalah poin utamanya. Kurang tidur atau pola tidur yang berantakan (misalnya sering begadang) adalah pemicu utama otak menjadi kacau saat fase istirahat. Salah satu penyebab umum mengigau ialah jam tidur yang berantakan.

Cobalah untuk tidur dan bangun di jam yang sama setiap hari, bahkan di akhir pekan sekalipun. Konsistensi ini, secara berangsur-angsur akan memperbaiki pola tidur dan ritme sirkadian tubuh. Untuk mendukung hal ini, terapkanlah sleep hygiene dan kebiasaan tidur yang baik.

Jauhkan gadget minimal satu jam sebelum tidur. Cahaya biru dari layar ponsel bisa menipu otak kita untuk berpikir bahwa hari masih siang, yang akhirnya menghambat produksi melatonin (hormon tidur). Alternatifnya, gantilah dengan membaca buku fisik, menyesap teh herbal hangat, dan sejenisnya.

3. Ciptakan Kamar yang Kondusif

Background Kamar Tidur

Lingkungan tidur juga memegang peran vital untuk mencegah mengigau saat tidur. Apabila kamar kita terlalu sunyi, suara sekecil apa pun bisa memicu respons otak. Kita bisa memanfaatkan suara-suara white noise buatan yang banyak tersedia di platform digital untuk mengatasinya.

White noise adalah suara latar yang konsisten dan menenangkan, misalnya suara dengung kipas angin, suara hujan, atau suara statis frekuensi tertentu. Menurut Sleep Foundation, suara jenis ini bisa menyamarkan gangguan suara lain yang tiba-tiba muncul, sehingga otak tetap dalam fase tidur nyenyak (deep sleep).

Penutup

Mengigau umumnya hal yang lumrah. Namun, kita perlu waspada jika mengigau disertai jeritan ketakutan (night terrors), melakukan gerakan fisik yang membahayakan (misalnya memukul atau menendang), hingga sering terbangun dengan napas terengah-engah. Jika demikian, segera periksakan ke dokter.

Untuk mengatasi gangguan tidur, kita juga bisa berikhtiar dengan Herba TDR untuk mengatasinya. Terbuat dari formulasi bahan alami Myristica fragrans dan Centella asiatica, dapat meredakan gejala gangguan tidur, insomnia, rasa cemas, sekaligus membuat saraf lebih rileks.

Centella asiatica, komposisi tersebut bisa memodulasi sistem GABA dan membuat suasana hati lebih terjaga, memengaruhi neurotransmitter, serta mengurangi stres oksidatif berkat senyawa antioksidan di dalamnya. Kombinasi Myristica fragrans di dalamnya, juga turut memperkuat khasiatnya.

Gambar Produk Herba TDR

IKUTI UPDATE

Masukkan email Anda untuk mengikuti.